
Foto bersama Nancy Suryaatmadja, pemecah rekor nasional renang.
Selama ini, untuk menjadi juara atau meraih prestasi
tertentu, kadang orang selalu menghubungkan dengan bakat atau keberuntungan.
Memang tak sepenuhnya salah. Tapi tak juga tepat. Sebab, adanya bakat tanpa
diasah dengan latihan keras, tentu akan sia-sia belaka. Dan sebenarnya,
keberuntungan pun muncul hanya jika disertai dengan kesiapan. Ini berarti tanpa
adanya berbagai proses perjuangan yang melatarbelakangi, maka yang namanya
keberuntungan pun tak kan
menghampiri.
Karena itu, dalam berbagai kesempatan ketika diundang untuk
memberi motivasi pada atlet-atlet olahraga, saya selalu menempatkan proses
perjuangan sebagai bagian dari upaya meraih sukses yang maksimal. Dan terbukti,
dengan perjuangan yang habis-habisan, setiap atlet bisa menunjukkan bahwa
sukses memang adalah haknya. Salah satunya, seperti apa yang berhasil
diwujudkan tim PON Jawa Timur. Mereka mampu menjadi juara umum Pekan Olahraga
Nasional (PON) XVII 2008 di Kalimantan Timur baru-baru ini.
Sebenarnya, sejak beberapa tahun silam, saya sudah sering
mondar mandir Jakarta Surabaya, untuk memotivasi tim PON Jawa Timur. Dulu, pada
PON 2004 di Palembang, dengan kerja keras dan motivasi yang luar biasa, mereka
sukses mencapai target menjadi juara kedua di bawah DKI Jakarta. Sejak saat
itu, pembinaan terus dilakukan demi mencapai hasil yang lebih gemilang. Dan,
untuk tahun ini, saya mengambil sebuah semboyan yang diambil dari bahasa Jawa:
"Wani Sukses!" yang dalam bahasa Indonesia berarti: "Berani Sukses!" Semboyan
tersebut terus digaungkan karena hanya dengan keberanian, yakni berani
menentukan target, berani melangkah, dan berani memperjuangkan hingga sukses,
maka seseorang akan mampu menjadi pemenang sejati.
Dengan semangat "Wani Sukses", para atlet Jawa Timur, yang
selama ini selalu di bawah bayang-bayang tim DKI Jakarta, kali ini dengan tekad bulat berani menargetkan
menjadi juara umum. Dengan semangat menggebu, mereka terus maju dan menyalakan
semangat juang pantang menyerah.
Hasilnya? Jawa Timur berhasil menjadi juara umum dengan 138
emas, atau melebihi target-yang sebelumnya hanya menargetkan memperoleh 130
emas. Posisi kedua diduduki oleh tim langganan juara, DKI Jakarta dan posisi
ketiga diperoleh tuan rumah, Kalimantan Timur.
Hebatnya lagi, pada beberapa cabang, tim Jawa Timur berhasil
melampaui target yang dibebankan. Misalnya pada cabang renang, yang semula
diperkirakan bisa menyabet tujuh emas, ternyata tim renang Jawa Timur berhasil
mendulang 16 emas. Bahkan, salah satu atlet renang putri, Nancy Suryaatmadja,
berhasil memecahkan dua rekor nasional dan dua rekor PON. Sungguh gambaran
semangat dan daya juang yang luar biasa!!!
Semua itu tak lepas dari pembinaan intensif yang terus
dilakukan dari semua segi. Hal itu mampu memberikan kontribusi yang luar biasa
bagi peningkatan prestasi tim. Selain itu, setidaknya ada enam faktor sukses
lain yang menunjang keberhasilan mereka.
Yang pertama yaitu kekompakan dan kebersamaan tim yang terus
terjaga selama kejuaraan berlangsung. Kedua, dari segi teknik pun mereka terus
berusaha meningkatkan kemampuannya. Hal ini berpengaruh juga pada faktor
penentu sukses ketiga, yakni fisik atau stamina yang setiap hari semakin
prima.
Kemudian, faktor keempat sebagai pendukung sukses tim Jawa
Timur adalah mental juara yang terpatri kuat dalam benak mereka. Sejak awal
mereka bertekad kuat untuk menjadi nomor satu. Dengan target yang jelas, mental
mereka pun akan selalu terangkat. Kemudian, faktor sukses kelima adalah soal
intelektual. Hal ini berpengaruh pada kemampuan mereka mengatur strategi dan
menganalisis kelebihan serta kekurangan lawan agar bisa mencapai kemenangan.
Terakhir-faktor sukses keenam, satu hal penting yang juga
menjadi bekal sukses adalah kekuatan karakter sebagai pemenang yang ada dalam
jiwa masing-masing atlet. Dengan karakteristik positif, di antaranya yaitu
selalu memiliki tujuan besar untuk diraih, penuh keyakinan dan percaya diri, optimis,
tegar, senang tantangan, dan
open minded,
mereka benar-benar mampu memunculkan sikap sebagai juara sejati. Keenam faktor tadi diperkuat dengan kekuatan
doa sehingga mampu menjadi kekuatan yang luar biasa.
Pembinaan yang intensif, latihan keras, serta dorongan
semangat dari motivasi yang diberikan terbukti mampu mengantarkan tim PON Jawa
Timur meraih hasil yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa motivasi adalah "bahan
bakar" yang punya daya gerak dan dobrak yang luar biasa. Tentunya, bahan bakar
ini juga bukan apa-apa tanpa "kendaraan" yang luar biasa pula, yakni kendaraan
pribadi yang dilandasi keenam faktor sukses tadi.
Maka, dengan menjadikan motivasi sebagai bahan bakar sukses,
tak ada yang tak mungkin. Dalam setiap aspek kehidupan, semua bisa jadi juara,
karena "
Success is My Right!!!" Terus
berjuang, raih kejayaan!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!