Sejak diselenggarakan kejuaraan bulutangkis Thomas
dan Uber Cup 11 Mei silam, Indonesia
punya dua target. Tim Thomas masuk final dan Uber menembus semifinal.
Dan ternyata, seperti yang telah kita ketahui,
target tersebut justru berkebalikan. Tim Thomas hanya mampu menembus semifinal
dan Uber justru sampai ke partai puncak, meski kalah oleh China. Dalam
partai puncak semalam, Tim Uber Indonesia
kalah 0-3. Meski begitu, setidaknya tim kita mampu menunjukkan perlawanan yang
cukup sengit, utamanya tim ganda putri kita yang kalah rubber set.
Sebenarnya, jika bicara soal target, sudah
sepantasnya, juara adalah target utama. Dan, jika melihat kenyataan di
pertandingan kemarin, setidaknya kita sudah mampu memperlihatkan bahwa kita
sudah punya mental juara. Apalagi melihat Tim Uber yang tadinya tidak dijagokan
sama sekali. Pencapaian final ini menjadi sebuah bukti bahwa kita masih bisa
bangkit.
Hari ini final Piala Thomas tinggal mempertemukan Korea Selatan dan China. Siapapun pemenangnya, kita
patut menjadikan
event dua tahunan
ini sebagai pelajaran.
Tim Thomas yang hanya menjadi juara ketiga bersama Malaysia dan
Uber yang berhasil jadi juara kedua sudah saatnya dipersiapkan lebih matang.
Mental juara terus ditanamkan. Latihan keras terus digalakkan. Dan, tentunya
kekayaan mental terus dipelihara dalam setiap jiwa pemain dan offisial Indonesia.
Susi Susanti, manajer tim Uber, seperti dikutip dari
Detikcom, mengungkapkan, "Asal punya motivasi dan semangat, mereka bisa. Yang penting
adalah mengubah
mindset
mereka, utamanya para pemain putri. Mereka sudah membuktikan bahwa
mereka bisa berprestasi. Ini baru awal. Tidak butuh waktu lama untuk para
pemain kita mengejar ketertinggalan dari China."
Tentunya, hal tersebut juga jadi harapan kita semua. Dua tahun
mendatang, dalam hajatan yang sama, semoga kita bisa kembali menunjukkan taji
sebagai jago bulutangkis Indonesia.
Bangkit tim bulutangkis Indonesia!!!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!