Jangankan Anda yang baru beberapa tahun berkeluarga, pasangan yang sudah memasuki usia emas penikahan pun masih bisa dihinggapi rasa cemburu. Itu wajar, malah kata banyak orang, cemburu adalah salah satu "bumbu" agar hubungan pernikahan bisa berjalan langgeng. Tapi saat cemburu melanda, rasanya tidak ada satu pun yang bisa membantu untuk meredakannya. Emosi menguasai diri kita sepenuhnya.
Jujur saja, saya juga sering merasa cemburu. Sedikit berbagi cerita, suami saya seorang wiraswasta yang melakukan aktivitasnya dari rumah. Otomatis saya tahu semua kegiatannya dalam sehari. Kalaupun dia berniat berbohong, saya cukup bertanya kepada mertua apa saja yang ia lakukan. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan buat saya untuk cemburu.
Tapi, saya merasa ada yang kurang dari hubungan ini tanpa kecemburuan. Maka, sering kali saya menciptakan kecemburuan itu ke hal lain, misalnya hobi dia mengutak-atik mesin mobil, dengan alasan waktu untuk mobil lebih banyak dibandingkan untuk saya istrinya.
Lain lagi dengan dia. Aktivitas saya yang lebih banyak di luar rumah wajarmembuatnya curiga sesekali. Bukannya kesal, saya malah merasa senang dengan perhatiannya yang berlebih. Itu tandanya dia memang mencintai saya dan takut kehilangan saya. Coba saja jika suami saya adalah tipe cuek, yang tidak terlalu peduli dengan aktivitas saya. Memang, tandanya dia percaya bahwa saya adalah istri setia, tapi tetap saja kita akan merasa kurang dicintai.
Pengalaman-pengalaman serupa saya yakin pernah dialami oleh beberapa orang. Itu semakin menguatkan bahwa cemburu itu memang perlu. Rasa cemburu akan membuat kita semakin dekat dengan pasangan, terdorong oleh rasa takut kehilangan. Di waktu lain, rasa cemburu itu bisa juga menjadi peringatan buat kita. Percayakah Anda akan kekuatan intuisi? Tidak mungkin rasa cemburu itu muncul tanpa alasan. Saatnya introspeksi diri dan semakin memperkuat hubungan dengan pasangan. Namun ingat, kita juga harus menjaga agar kadar kecemburuan tidak kelewat batas.
Apakah kita dan pasangan sering terlibat kesalahpahaman karena kecemburuan salah satu pihak? Dan, apakah kesalahpahaman ini berkembang menjadi perdebatan, atau lebih buruk, kekerasan? Apakah kita sering kali merasa curiga kepada teman dekat atau rekan kerja si dia, begitu juga sebaliknya? Atau kita merasa, salah satu pihak memegang kendali penuh atas kehidupan pasangannya? Jika pertanyaan-pertanyaan di atas terdengar familiar, Anda dan pasangan sudah tidak lagi berurusan dengan rasa cemburu, melainkan abuse atau kekerasan dalam hubungan!
Kata di atas mengarah kepada kekerasan psikologi. Mereka yang melakukan "kekerasan" tersebut akan terlibat dalam pola hubungan, di mana si obyek yang dicemburui menyerahkan segala kebebasaannya kepada pasangan pencemburu karena perlakuannya yang memaksa dan menggunakan kekerasan. Memang, seorang pencemburu tidak pernah merasa bangga akan sikapnya yang selalu curiga. Kebanyakan mereka tidak bisa mengontrol apa yang mereka rasakan dan lakukan.
Mulai sekarang, kenali perasaan yang muncul dalam diri kita. Kunci dalam menjalani hubungan rumah tangga yang sehat adalah didasari rasa kepercayaan dan pengertian. Janganlah kecemburuan membuat hubungan yang telah terjalin dengan indah, menjadi sesuatu hal yang harus disesali.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Anastasia Ratih P Tyas
|
 |
Merilekskan Tubuh dan Pikiran dengan Pijat
|
 |
Pertengkaran Itu Selalu Ada
|
 |
Wajarkah Merasa Cemburu?
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Pertengkaran Itu Selalu Ada
(Family Corner) -
Selasa, 08 Desember 2009
|
 |
Antara Tiga Urusan
(Family Corner) -
Senin, 23 Agustus 2010
|
 |
Di Balik Pria Hebat, Ada Perempuan Hebat
(Family Corner) -
Sabtu, 09 Oktober 2010
|
 |
Laju Sang Waktu
(Family Corner) -
Kamis, 28 Oktober 2010
|
 |
Kiat-Kiat Penguat Tali Cinta Di Awal Tahun Yang Indah
(Family Corner) -
Jumat, 14 Januari 2011
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Rumput Tetangga Tidak Selalu Lebih Hijau
(Family Corner) -
Selasa, 01 September 2009
|
 |
Saat Sedang Lelah, Kecewa, Sedih, Dan Terpuruk, Apa Yang Bisa Membuat Anda Merasa Lebih Baik?
(Family Corner) -
Jumat, 22 Mei 2009
|
 |
BiarTuaTetapBelajar
(Family Corner) -
Jumat, 27 Juni 2008
|
 |
EraKeterbukaanOrtuDengan Anak
(Family Corner) -
Selasa, 10 Juni 2008
|
 |
Nilai Usia
(Family Corner) -
Sabtu, 22 Maret 2008
|
|
|