Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.
Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM
Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.
Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.
Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.
Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.
Kamis, 22 Februari 2007, Dibaca : 9299 kali | Dicetak : 553 kali | Cetak artikel ini
Awal tahun, setiap bertemu dengan teman dan kerabat, selain sapa "Selamat tahun baru, happy newyear". Segera pertanyaan berikut, "Kemana liburan akhir tahun?" cerita yang sama pun mengalir dengan gembira, "Kami sekeluarga ke singapura, menghantar si sulung, Vicky, mau kuliah di sana", dan seterusnya dan sebagainya. Tiba-tiba ada seorang teman yang bertanya, "Emangnya, maunya Vicky sendiri sekolah ke sana atau karena ortunya yang mau anaknya sekolah ke luar negeri?". Kaget juga mendengar pertanyaan yang tidak lazim itu dan segera si teman melanjutkan, "Jaman sekarang, banyak anak okay (orang kaya) yang skul ke luar karena ortunya yang mau! Demi gengsi dan prestise si ortu. Eh, nggak ngatain kamu lho. Kayaknya emang dari dulu si Vicky maunya sendiri sekolah ke sana ya? ". Buru-buru diralat sambil nyengir ngelirik sungkan ke saya.
Dikesempatan yang berbeda, mengalirlah kisah sedih seorang teman yang lebih dulu menyekolahkan anak ke luar negeri. "Aku nyesel ngirim anakku ke luar sekolah. Dulu dia sangat sayang, care dan protektif banget ama mamanya, bahkan papanya pun nggak boleh deket-deket ama mamanya. Setahun kemudian, memang dia jadi mandiri banget. Yang dulunya semua dikerjain ama pembantu, sekarang dia bisa dan mau mengerjakan sendiri. Tapi, duuuuh, mau nyium dia aja sekarang, dia bilang, aku kan bukan anak kecil lagi, jangan cium-cium dong ma".
Ada lagi kisah yang lain. Saat reuni, mantan guru kami berkisah tentang putra tunggalnya yang sekolah ke luar negeri kemudian bekerja dan menikah di sana dan tidak ingin kembali ke tanah air lagi. Suatu hari, saat kangen mendera, dengan mengumpulkan uangnya yang tidak seberapa, dia berangkat mengunjungi putranya. Dan sungguh pak guru sangat shock, karena setibanya di sana, putranya telah memesankan hotel karena si anak tidak ingin terganggu privacynya. Dan hebatnya lagi, tagihan hotel pun pak guru yang harus membayarnya. Sambil menitikkan air mata kecewa, cerita berlanjut, "Di sini, bapak punya ratusan murid, yang kaya, yang biasa saja, yang hebat dan yang pasti, mereka begitu mencintai bapak. Di usia senja dan pensiun sekarang ini, bila setiap hari bapak berkeliling menginap ke salah seorang murid, sampai bapak meninggal pun, tidak seorang pun murid yang akan mengusir bapak dan menyodorkan tagihan. Sedangkan Anak bapak sendiri, sungguh mengecewakan dan tidak mengerti berbakti kepada orang tuanya. Sungguh, bapak telah gagal mendidik anak sendiri!".
Netter yang budiman.
Ada sentakan kesadaran yang mengalir deras di sanubari ini.
Nyekolahin anak ke luar negeri? Sah-sah saja.
Sebaiknya sih, karena maunya si anak dan keikhlasan ortu, bukan paksaan ortu berlandaskan gengsi semata. Yang perlu dicermati, seberapakah bekal pendidikan agama, moral dan etika yang telah kita tanamkan ke mereka? Karena resiko apapun yang bakal terjadi dengan anak skul ke luar, selain anaknya sendiri, pasti ortu juga yang akan mendulang dampaknya.
Harapan kita sebagai ortu, semoga kepercayaan yang diberikan kepada anak kita bisa dipelihara dengan baik oleh si anak. Dan bila nanti kembali ke tanah air dengan ilmu yang telah di dapat, minimal untuk bekal diri sendiri menapaki masa depannya, bisa menjunjung harkat dan martabat orang tuanya dan berguna untuk kemajuan bangsa dan Negara ini. Semoga!
Om andrie saya sangat kagum sekali mendengarkan semangat motivasi yg Om yg berikan... Apalagi ada kata2 Om yg satu ini: SUKSES bukan milik orang tertentu saja tp SUKSESmilik saya,milik anda,dan milik siapa pun yg menginginkan nya...... wahhhhhh........... Meskipun saya tidak pernah bertemu Om secara langsung tapi saya sangat kagum dgn apa yg Om sampaikan melalui CD & BOOk nya,,, Memang tidak salah kalo Om di juluki "MOTIVATOR NO 1". Luar biasa... dari cara Om berbicara saja sudah berapi-api,wajar saja kalo beribu bahkan berjuta orang kagum bahkan sangat menunggu2 audiobook Om... Om kalo seandainya om mau mengadakan seminar di Bandung atau Palembang,saya mohon memberi tahu saya melalui email.. saya sangat berterima kasih sekali jika Om ingin menyempatkan diri memberi tahu saya.. Ditunggu... terimakasih.. Semoga tambah sukses.... salam SUKSESluar biasa sekali..........
Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!
Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
Audio
Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
Widget
Greeting Card
Wallpaper
Bookmark
Poster
Photo Frame
Kalender
Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.
Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?