"Ma,
bete banget nih, libur nggak
ada kerjaan. Mau
ngeles ya Ma," kata
si sulung Vicky saat libur setelah menyelesaikan program diplomanya.
"Iya lah, daripada nganggur, belajar sesuatu kan jauh lebih baik. Mau les
apa?" tanya saya.
Setelah mengumpulkan beberapa informasi, Vicky memutuskan ikut les komputer
di bilangan Grogol.
Hari pertama sepulang les, dengan gembira dia bercerita, "Ma, di kelasku
ada temen les yang berumur 72 tahun.
Wau,
hebat sekali ya Ma. Sudah umur segitu masih mau belajar. Orangnya lucu lagi,
sibuk nanya dan setelah berkali-kali nanya, si bapak pun ber-
sorry-sorry ria sama kita-kita, sambil
menertawakan kelambanan dan kebodohannya
make
komputer......"
Setiap pulang les, ada saja yang diceritakan Vicky tentang si bapak. Suatu
ketika, si bapak membawa kamera di kelas untuk memotret teman-teman sekelas. Saat
pertemuan berikutnya, Vicky pulang sambil membawa gelas mug bergambar foto
dirinya pemberian si bapak. Kali lain, ada tas dan aksesori bergambar kunci G
dibawa pulang, juga pemberian si bapak. Ternyata, si bapak menyukai bermain
piano, sama dengan Vicky. Di kelas pun, Vicky tiap kali membantu si bapak dalam
belajar. Sungguh pertemanan yang tidak biasa, tetapi sangat indah, antara
mereka hingga akhir masa kursus.
Di kisah yang berbeda, saya pernah dimintai tolong oleh teman, sepasang
suami istri. Walaupun kehidupan mereka tergolong sederhana, mereka adalah orangtua
yang baik. Mereka setia menyisihkan uang untuk membiayai pendidikan
anak-anaknya. "Bu, tolong dong, bantu kami nasihati si bungsu, anak laki-laki
kami satu-satunya, agar mau segera menyelesaikan kuliah. Sudah semester akhir.
Kan sayang ya, tinggal selangkah lagi. Ada saja alasannya untuk tidak pergi ke
kampus. Kami sudah putus asa. Masak skripsi saja lebih dari satu tahun nggak
kelar-kelar. Ibu kan orang yang dihormati dia, pasti dia mau mendengarkan
kata-kata Ibu. Tolong ya Bu," kata si ibu dengan wajah menyiratkan berjuta
harapan. Berharap agar saya bisa menjadi penyambung lidah, berharap si anak
segera menyelesaikan kuliahnya, dan entah apa lagi harapan yang masih
tersisa.....
Netter yang berbahagia,
Belajar memang tidak memandang batas usia. Nyatanya yang berumur pun tetap
sibuk menambah ilmu. Kata si pelajar berumur itu, "Setelah semua pekerjaan
tidak lagi mengikat bapak, sekaranglah saatnya bapak punya semua waktu untuk
belajar dan mengerjakan banyak hal yang bapak sukai. Sungguh nikmat sekali.
Kalian anak muda, mumpung masih punya stamina otak yang cukup, fisik yang
memadai, jangan pernah disia-siakan ya. Bapak yang sudah senja saja
menyayangkan sisa waktu yang masih tersisa untuk belajar semua hal yang masih
bisa dipelajari," nasihatnya.
Sama seperti suami tercinta saya, Andrie Wongso, yang tidak pernah kehilangan
semangatnya untuk belajar. Jika saya menempatkan diri pada posisi sebagai orang
lain, rasanya akan muncul pertanyaan, sampai kapan Andrie Wongso akan capai
belajar? Sebab, hingga sekarang, tak pernah sekali pun saya menyaksikan ia
berhenti belajar. Ia tidak pernah menyerah pada batasan keadaan, seburuk apapun,
untuk terus mengasah diri, hingga saat ini. Tak heran, jika ia kemudian
mempunyai filosofi "Succes is My Right". Kesuksesan yang diraihnya memag berkat
perjuangan tanpa henti dari proses belajar yang pantang surut. Salut.
Bagaimana dengan kita?
Lenny Wongso
Salam sukses luar biasa!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Lenny Wongso
|
 |
Remaja Pemberontak
|
 |
Anak Dan Warisan
|
 |
Mendidik Anak
|
 |
Nilai Usia
|
 |
EraKeterbukaanOrtuDengan Anak
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Saat Sedang Lelah, Kecewa, Sedih, Dan Terpuruk, Apa Yang Bisa Membuat Anda Merasa Lebih Baik?
(Family Corner) -
Jumat, 22 Mei 2009
|
 |
Rumput Tetangga Tidak Selalu Lebih Hijau
(Family Corner) -
Selasa, 01 September 2009
|
 |
Wajarkah Merasa Cemburu?
(Family Corner) -
Jumat, 16 Oktober 2009
|
 |
Pertengkaran Itu Selalu Ada
(Family Corner) -
Selasa, 08 Desember 2009
|
 |
Antara Tiga Urusan
(Family Corner) -
Senin, 23 Agustus 2010
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
EraKeterbukaanOrtuDengan Anak
(Family Corner) -
Selasa, 10 Juni 2008
|
 |
Nilai Usia
(Family Corner) -
Sabtu, 22 Maret 2008
|
 |
DosenJugaManusia
(Family Corner) -
Senin, 29 Oktober 2007
|
 |
MaafDanLupakan!!!
(Family Corner) -
Rabu, 10 Oktober 2007
|
 |
Selingkuh? Amit-amit, No Way Lah
(Family Corner) -
Selasa, 14 Agustus 2007
|
|
|