Setelah beberapa
tulisan saya membahas mengenai peluang usaha, maka kini tiba saatnya kita
menginjak pada materi bagaimana mulai mengubah ide itu menjadi sesuatu hal yang
nyata, yakni, mulai menjadi pengusaha.
Beberapa hal yang
sering ditanyakan kepada saya dalam berbagai forum adalah bagaimana jika
memulai usaha, namun tidak memiliki modal yang cukup? Kemudian, pertanyaan lain
yang sering terlontar juga adalah bagaimana jika nanti kita mengalami kerugian?
Atau, yang juga yang sering saya dengar, bahkan dari orang-orang dekat saya,
adalah pertanyaan bagaimana jika gagal? Modal saya kan banyak? Kalau hilang
bagaimana?
Pertanyaan-pertanyaan
semacam ini memang sangat wajar terlontar. Istilah saya, sangat manusiawi.
Mengapa? Karena memang pada dasarnya sifat manusia tak mau merugi. Siapa sih
yang ingin buka usaha lantas gagal begitu saja? Dan, belakangan, banyak pula
para pemodal (baca: orang-orang yang memiliki uang dalam jumlah tertentu) ingin
menjadi pengusaha yang instan. Mengapa saya sebut instan. Sebab, banyak dari
mereka yang memiliki uang ini merasa jika sudah menanamkan uangnya dalam usaha
tertentu - biasanya dalam bentuk franchise - pasti akan segera kembali dan
menuai keuntungan yang luar biasa. Mungkin sih... Tapi, mungkin hanya satu dari
sepuluh kasus yang bisa begitu. Mengapa? Karena apapun bentuk usaha yang
dijalankan, sudah pasti kerja keras dibutuhkan.
Perlu diingat,
bahwa selalu ada proses dalam setiap hal yang kita lakukan. Apalagi membuka
usaha. Sudah pasti tak kan semudah membalik telapak tangan kita.
Lah wong yang diwarisi usaha yang sudah
mapan dan tinggal menjalankan saja banyak yang bangkrut juga kok.
Lantas, apa
sebenarnya yang membuat kita bisa
survive
dan mampu menjadi pengusaha yang sukses? Tak ada rumus dan teori yang bisa
menjamin kesuksesan seorang pengusaha. Yang ada, hanyalah kerja keras, usaha,
dan semangat pantang menyerah yang kerap kali membesarkan seorang pengusaha.
Kita tidak akan
berpanjang lebar dengan hal tersebut. Materi tentang hal itu akan saya bahas
dalam materi yang lain. Yang ingin saya sampaikan pada tulisan kali ini adalah apa
langkah awal yang perlu kita lakukan, setelah memperoleh berbagai ide bisnis. Yaitu,
apa yang sering disebut sebagai SWOT atau analisis potensi diri. Dalam hal ini,
ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang kekuatan, kelemahan, dan
peluang yang kita miliki. Bagaimana caranya?
Ini satu tips sederhana
yang bisa kita lakukan sebelum menentukan langkah untuk menjadi pengusaha. Pertama,
buatlah daftar jenis usaha yang akan kita geluti. Misalnya, jika tertarik usaha
makanan. Tapi, kita bingung mau usaha makanan cepat saji, makanan jenis warteg,
atau makanan ringan. Nah, untuk mengetahui mana yang paling cocok, lakukan
langkah penghitungan skor berdasar skala prioritas.
Hitung skor 0 sampai 10 pada masing-masing jenis usaha itu berdasar tiga hal,
yaitu: Tingkat ketertarikan, kemampuan diri (menyangkut modal, relasi,
manajemen bisnis, dan lain-lain), serta peluang pasar.
Contoh:
|
Ketertarikan
|
Kemampuan
|
Peluang
|
Total
|
1. Cepat Saji
|
8
|
6
|
8
|
22
|
2. Warteg
|
5
|
8
|
7
|
20
|
3. Makanan Ringan
|
5
|
5
|
9
|
19
|
Dari contoh, terlihat bahwa yang paling tinggi hitungan berdasarkan urutan
skala prioritas adalah usaha makanan cepat saji. Dengan hitungan sederhana ini,
kita setidaknya telah mengetahui mana pilihan terbaik yang seharusnya dipilih.
Dengan memilih pilihan dengan nilai paling besar, kemungkinan keberhasilan
pilihan usaha yang kita terjuni akan lebih besar dibanding yang lainnya. Tentu,
hal ini bukan jaminan pasti. Sebab, sekali lagi, ada beberapa syarat utama lain
yang tetap harus kita penuhi, yakni ketekunan, keuletan, kerja keras, dan
kemauan kuat untuk sukses. Dan, yang paling utama dan pertama kali yang harus kita
lakukan adalah eksekusi terhadap semua rencana. Ingat, kegagalan sebenarnya
adalah ketika kita tidak pernah mencoba, jadi segeralah
take action dan selamat datang di dunia wirausaha!
Agoeng Widyatmoko; adalah penulis best seller buku 100 Peluang Usaha. Saat ini ia juga menjadi
konsultan independen usaha kecil (UKM) dan konsultan untuk Dinas UKM Jakarta.
Untuk menghubunginya dapat mengirim email ke agoeng.w@gmail.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)
|
 |
Maling Di Rumahku
|
 |
Carilah Masalah
|
 |
Cari Peluang Dalam Peluang
|
 |
Butuh Modal Usaha? Gampaaang....
|
 |
Atur Doong Keuangan Kita...
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Belajar Dari Sekitar Kita
(Entrepreneur Corner) -
Rabu, 05 Desember 2007
|
 |
Tambahkan Satu Kata Ajaib Dalam Bisnis Anda
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 11 Desember 2007
|
 |
Kkn - Kekoncoan Itu Wajib
(Entrepreneur Corner) -
Rabu, 12 Desember 2007
|
 |
Jangan Kebanyakan Mimpi
(Entrepreneur Corner) -
Kamis, 03 Januari 2008
|
 |
Kepada Siapa Anda Curhat Tentang Bisnis Anda?
(Entrepreneur Corner) -
Senin, 07 Januari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Mencari Harga Yang Paling Murah
(Entrepreneur Corner) -
Kamis, 15 November 2007
|
 |
Group Focus Discussion
(Entrepreneur Corner) -
Senin, 12 November 2007
|
 |
Jangan Pernah Berhenti Dan Bersyukur
(Entrepreneur Corner) -
Jumat, 02 November 2007
|
 |
Jangan Remehkan Peluang Sekecil Apapun
(Entrepreneur Corner) -
Senin, 29 Oktober 2007
|
 |
Berjumpalitanlah, Peluang Itu Semakin Dekat
(Entrepreneur Corner) -
Senin, 24 September 2007
|
|
|