Dalam kehidupan selalu saja ada teman, saudara,
kerabat kita yang sekarang bermusuhan dengan kita. Padahal dulunya mereka
berhubungan baik dengan kita. Karena di suatu saat, entah sebuah kejadian kecil
atau sebuah pertengkaran, tiba-tiba mereka menjadi tidak berhubungan lagi.
Menjauh dari kita. Menelpon tidak, berkirim sms tidak. Bahkan kalau ketemu di
jalan, seolah-olah tidak kenal. Padahal dulunya kita berhubungan baik sekali.
Berikut ada tips dari saya yang bias dipraktekkan.
Sebuah usaha yang mungkin berguna bagi anda, kebahagiaan dan kesuksesan anda di
masa mendatang.
Bila anda memiliki saudara, teman, kerabat yang
dulunya baik, tapi karena sesuatu hal atau kejadian yang membuat kesalahan, bias
karena dia atau anda, lalu menjadi renggang hubungan. Bisa jadi hal itu karena kesalahpahaman,
ketidakmengertian, kurangnya komunikasi sehingga dia tiba-tiba tidak mau bicara
dengan kita.
Kalau memang kejadiannya seperti ini,
cobalah diam sejenak dan bayangkanlah orang itu. Kenanglah kebaikan dia dulu.
Saat-saat manis yang anda lakukan bersama. Ingatlah saat dia menolong anda
dalam kesulitan. Atau hal-hal yang baik yang terjadi di antara anda. Lalu anda
pikirkan bagaimana sampai terjadi putus hubungan. Saat anda tidak lagi
bersahabat. Coba dipertimbangkan besarnya kesalahan, mungkin cuma kecil yang
bisa dilupakan.
Telponlah dia. Telpon saja. Tidak usah
susah-susah ketemu. Ketika telpon anda bilang, "Halo saya ini bla..bla..
Lama kita tidak ketemu ya. Maaf, saya cuma telpon sebentar saja. Dulu kita
pernah bersahabat baik ya.. Ingat kita dulu sering jalan-jalan bersama. Mungkin
karena satu dan lain hal di tahun1978 atau apalah, kita menjadi tidak enakkan."
Lalu kita lanjutkan, "Dan saat ini
saya merasa tidak enak. Karena dulu kita bersahabat dengan baik, sekarang kita
jadi tidak pernah bicara atau berhubungan lagi. Alangah baiknya suatu saat kita
bisa bertemu, berbicara bahkan berjalan-jalan lagi. Segini saja ya. Dag..
dag.." Telpon kita tutup.
Saya percaya anda punya musuh di dalam hati
anda. Anda juga punya ketidak-enakkan di dalam hati anda. Bila ini ada, cobalah
cari, hubungi dia dan telpon saja. 10 atau bahkan 5 menit saja. Katakan kalau
dia masih marah, tidak apa-apa. Yang penting kita sudah mengatakan apa yang ada
dalam hati kita. Mungkin sekarang belum waktunya. Mungkin suatu saat nanti,
kita bisa bersahabat lagi. Selesai, tutup teleponnya.
Kita lakukan itu. Tidak apa-apa. Tidak ada ruginya.
Tetapi ini semua akan memperkaya khasanah kejiwaan kita untuk menjadi manusia yang
lebih besar.
Ini semua adalah sebuah cara kita untuk memaafkan
diri kita sendiri untuk memaafkan orang lain. Cara mendamaikan di dalam hati kita.
Kalau kita bisa melakukan hal ini, siapapun yang salah dulu entah kita,
saudara, teman, kerabat, apa yang akan terjadi ?
Kita menjadi manusia yang lebih besar, jiwa
yang lebih besar dengan ketenangan yang lebih besar lagi. Lebih besar lagi
bahagianya. Mengasah diri lebih peka mengenal orang lain. Dengan kebesaran dan
ketenangan jiwa ini maka kita akan bisa berbisnis dengan lebih baik lagi.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tanadi Santoso
|
 |
Tips Memperbaiki Hubungan
|
 |
Pilih Lingkungan Anda Untuk Sukses
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Indonesia 2010
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 21 Oktober 2008
|
 |
Pengalaman Adalah Guru Terbaik Untuk Perjalanan Hidup Dan Bisnis Anda
(Entrepreneur Corner) -
Senin, 03 November 2008
|
 |
Pilih Lingkungan Anda Untuk Sukses
(Entrepreneur Corner) -
Senin, 03 November 2008
|
 |
Facing The Failure
(Entrepreneur Corner) -
Senin, 01 Desember 2008
|
 |
Tips For Sales Development
(Entrepreneur Corner) -
Senin, 19 Januari 2009
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Bagaimana Menerjuni Dunia Entrepreneur
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 07 Oktober 2008
|
 |
Customer Satisfaction
(Entrepreneur Corner) -
Rabu, 24 September 2008
|
 |
Bagaimana Meraih Target Kita
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 09 September 2008
|
 |
Memulihkan Bisnis Yang Hampir Bangkrut
(Entrepreneur Corner) -
Jumat, 29 Agustus 2008
|
 |
Formula Sukses Berbisnis, Be Do Have
(Entrepreneur Corner) -
Rabu, 20 Agustus 2008
|
|
|