Pada
tulisan sebelumnya, saya mengungkapkan soal dana SOS alias dana penyelamat.
Nah, inilah pembahasannya...
Susun Budget Setiap
Kebutuhan
Dari
awal memulai usaha, ada baiknya kita langsung memisahkan secara tegas kebutuhan
yang kita perlukan untuk usaha dengan kebutuhan keluarga. Dan, tegaslah pada
keputusan memisahkan dana tersebut. Jangan sampai, saat kebutuhan keluarga
sedang mendesak, uang untuk usaha langsung dipakai. Begitu juga sebaliknya,
saat usaha butuh dana lebih, jangan pula sembarangan mengambil jatah uang
keluarga.
Hal
ini penting untuk terus diingatkan. Sebab, saat di awal membuka usaha, biasanya
tanpa sadar, saking semangatnya, kita sering mengambil jatah uang keluarga agar
bisnis berjalan lancar. Akibatnya, saat uang keluarga hendak dipakai, begitu
mengetahui rekening, banyak yang sudah berkurang. Hal ini tentu sangat
mengganggu keuangan secara keseluruhan.
Karena
itu, susun dengan pasti
budget yang
kita butuhkan. Kalau perlu, buatlah secara detail apapun kebutuhan itu.
Misalnya, jatah keluarga disusun berdasar kriteria untuk uang makan, uang
belanja, uang pendidikan, uang rekreasi, dan lain yang direncanakan sebelumnya.
Kemudian misalnya untuk jatah usaha, disusun berdasar kebutuhan sewa tempat, bayar
karyawan, belanja barang modal, bayar iklan, dana cadangan, dan dana lain yang
juga sudah direncanakan berdasar kebutuhan.
Olah Dana Receh
Biasanya,
kita sering mengacuhkan uang-uang kecil di sekitar kita. Baik itu dalam pecahan
ratusan maupun seribuan. Apalagi, kalau digunakan membayar kebutuhan seperti
bayar uang parkir, memberi pengamen, membeli kebutuhan kecil seperti klip,
pulpen, tinta, serta aneka barang berharga relatif murah lainnya. Padahal, uang
receh ini kalau kita mau menyimpannya, kadang bisa jadi dana cadangan yang
cukup membantu.
Saya
punya kebiasaan menyimpan uang receh logam sisa ke dalam kotak atau celengan.
Tanpa sadar, saat saya membuka untuk mengetahui isinya, jumlahnya sudah
mencapai angka yang cukup lumayan. Dan, inilah yang sering saya jadikan dana
cadangan untuk uang kebutuhan keluarga. Dengan begitu, saat ada kebutuhan
mendesak untuk kepentingan keluarga, uang receh ini bisa dimanfaatkan.
Selain
hal tersebut, ada lagi hal yang perlu ditegaskan dalam soal "uang receh" ini.
Sebab kadang, saat memulai usaha, uang-uang kecil yang kita pakai untuk membeli
barang tertentu, sering tidak kita catat. Akibatnya, tanpa sadar, kita lupa ke
mana membelanjakan uang tersebut. Misalnya, saat mendadak membeli barang
tertentu, kita asal ambil saja karena harganya yang relatif murah. Yang seperti
ini, biasanya yang justru akan menggerogoti keuangan kita tanpa disadari.
Karena itulah, kita perlu mengelola "uang receh" agar bisa memaksimalkan
keuangan keluarga dan usaha.
Siapkan Rencana Cadangan
Kadang,
berbagai hal dan kemungkinan terjadi di luar kendali. Karena itu, sudah
sepantasnya kita menyiapkan
exit plan.
Sehingga, kala usaha goyang tak karuan, kita masih bisa mencari alternatif
jalan keluar yang paling memudahkan. Misalnya, kalaupun terpaksa meminjam uang,
cari pinjaman yang realistis bunganya. Atau, misalnya kehabisan dana cair, mana
saja aset yang bisa diuangkan segera, harus ditentukan sejak awal. Sehingga,
kita tidak asal jual aset yang nantinya justru berujung pada penyesalan.
Begitulah,
menyiapkan dana SOS perlu ditentukan sejak awal. Jadi, kalau terjadi apa-apa
yang kurang mengenakkan, semua sudah bisa diantisipasi dengan kepala dingin dan
hati gembira. Bagaimana, sudah adakah cadangan SOS Anda?
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Agoeng Widyatmoko
|
 |
Butuh Modal Usaha? Gampaaang....
|
 |
Belajar Dari Bayi Dan Tomat Busuk
|
 |
Jangan Kebanyakan Mimpi
|
 |
Berani Saja Tidak Cukup
|
 |
Carilah Peluang Di Tengah Kemalasan
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Positive Thinking Attitude
(Entrepreneur Corner) -
Kamis, 22 Mei 2008
|
 |
Menarilah Dan Menyanyilah Sesuka Hatimu..
(Entrepreneur Corner) -
Rabu, 28 Mei 2008
|
 |
How To Run A New Business
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 03 Juni 2008
|
 |
Straight Way To Win
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 10 Juni 2008
|
 |
Memilih Bisnis Perlu Ketekunan
(Entrepreneur Corner) -
Kamis, 12 Juni 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Bayi-bayi Bisnis
(Entrepreneur Corner) -
Rabu, 23 April 2008
|
 |
Berani Saja Tidak Cukup
(Entrepreneur Corner) -
Rabu, 09 April 2008
|
 |
Good Investment
(Entrepreneur Corner) -
Senin, 24 Maret 2008
|
 |
BuatAction Plan Buat Diri Anda Sendiri
(Entrepreneur Corner) -
Sabtu, 15 Maret 2008
|
 |
Atur Doong Keuangan Kita...
(Entrepreneur Corner) -
Selasa, 11 Maret 2008
|
|
|