Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Majalah LuarBiasa
 

Kreatif. Energik. Dinamis

Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.

Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM

Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.

Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.

Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.

Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.

Atur Doong Keuangan Kita...

Penulis : Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)
Selasa, 11 Maret 2008, Dibaca : 4603 kali | Dicetak : 1549 kali | Cetak artikel ini



Seorang teman pernah mengeluh kepada saya. Ia mengatakan ada atau tidak ada proyek-kebetulan dia bergerak di bidang usaha jasa-selalu saja tak punya uang banyak untuk ditabung. Bahkan, ia mengaku sering tekor karena harus bayar ini dan itu. Usaha dia adalah di bidang jasa desain grafis yang notabene persaingannya sangat ketat. Karena itu, saya sangat maklum jika ia kadang sering tidak kebagian proyek desain dalam seminggu. Akhirnya, ia hanya nganggur jika sepi order. Target dia sebenarnya tak muluk-muluk. Ia hanya butuh minimal dua proyek-senilai tertentu yang diukur berdasar kebutuhan hidup dia dan anak istri serta dua orang asisten-dalam seminggu. Tapi, entah kenapa, menurut dia, pendapatnya selalu habis sebelum ditabung. Kalaupun ada yang ditabung, hanya sedikit jumlahnya.

Hal ini barangkali pernah dialami oleh sebagian orang yang mengawali dunia usaha. Saya pun demikian. Pada awal menjalankan sebuah bisnis yang kini saya tekuni, masalah serupa saya temui. Apalagi, usaha saya memang tergolong jenis usaha keluarga dan melibatkan teman-teman dekat. Pada awal usaha, saat mendapat proyek besar, uang selalu saja habis untuk ini dan itu. Apalagi, kalau sudah mendapat "ikan besar" alias proyek yang bernilai cukup untuk menghidupi beberapa rekan dan keluarganya. Istilahnya, kalau sudah senang, lupa segalanya. Lupa harus bayar listrik, telepon, internet, transportasi, dan lain sebagainya.

Karena itu, saya sangat memahami apa yang dialami oleh rekan tersebut. Dan, saya pun mencoba men-sharing-kan pengalaman saya saat menghadapi kejadian serupa. Semoga, hal ini juga bisa berlaku dan bermanfaat bagi Anda semua.

Yang pertama, pertegas pengaturan keuangan kita. Kedua, pisahkan uang usaha dan uang pribadi. Dan yang utama, jangan mudah tergoda.

1. Atur keuangan kita

Cara paling mudah untuk mengatur keuangan usaha adalah dengan menyepakati sejak awal berapa porsi uang yang akan digunakan sesuai dengan lalu lintas uang yang dibutuhkan. Bagaimana caranya? Kalau pengalaman saya, sebelum mendirikan usaha, sepakati dulu jumlah uang yang akan digunakan untuk membayar gaji, opersional perusahaan, serta berapa keuntungan yang akan digunakan mengembangkan usaha dan untuk ditabung.

Karena masih di awal mendirikan usaha keluarga, maka yang pertama dulu saya lakukan adalah membagi porsi 30:30:30:10. Porsi 30% saya ambil buat gaji yang sudah ditentukan sejak awal. Jadi, jika misalnya ada pemasukan sebesar Rp 20 juta, yang Rp 6 juta langsung dipotong di awal untuk disisihkan sebagai gaji. Kemudian, 30% disisihkan untuk operasional perusahaan seperti sewa kantor, biaya listrik, telepon, fax, transportasi, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, yang 30 persen berikutnya digunakan untuk mengembangkan usaha. Dalam hal ini biasanya uang akan saya tabung dalam satu rekening tersendiri yang hanya untuk kepentingan usaha. Sisanya, yang sepuluh persen yakni senilai Rp 2 juta saya sisihkan untuk tabungan keluarga atau pribadi. (Bagian membagi tabungan usaha dan pribadi ini akan saya jelaskan di poin kedua nanti.)

Pola pembagian dengan struktur jumlah prosentase tersebut tidak mutlak. Namun, yang diperlukan adalah kedisplinan membagi berdasar nilai yang sudah disepakati tersebut. Dengan cara itu, ketika kita membagi nilai kontrak dengan rekanan atau relasi dan karyawan, kita akan lebih mudah mengaturnya. Yaitu, diambil dari porsi gaji yang 30% tadi.

Nah, tapi... ada tapinya... Kadang, uang gaji itu tidak cukup untuk memberi bagian pekerja kita. Biasanya, kemudian saya akan mengambil dari uang operasional. Sehingga, sisa yang 30 persen dan 10 persen sudah pasti aman. Kalau masih belum cukup juga? Ya, harus kita pikirkan ulang berapa nilai yang pantas untuk menggaji pekerja kita. Yang penting, kita tetap disiplin mengaturnya. Namun, kalau dari pengalaman saya, angka 60% biasanya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kepentingan yang berbau "bayar membayar" alias "kewajiban" sebagai seorang pengusaha. (Catatan: kalau masih ada sisa dari porsi yang 60%, maka uang tersebut langsung dimasukkan di jatah yang ditabung untuk kepentingan pengembangan saha.)

2. Pisahkan uang pribadi dan uang usaha

Biasanya, kalau usaha masih kecil, kita memang cenderung sering menyamakan antara uang yang kita terima dalam usaha dan uang untuk kepentingan pribadi. Sebab, kita biasanya menyimpan uang itu dalam satu nomor rekening. "Masih kecil, nggak usah maca-macam laah." Begitu biasanya anggapan saya waktu awal memulai usaha. Hal ini juga saya dapati dari beberapa pengusaha kecil yang mengawali merintis usaha dari bawah.

Padahal, jika kita mau berdisiplin, sejak awal harusnya kedua dana-usaha dan keluarga/pribadi-harus segera dipisah. Mengapa? Karena dengan begitu manajemen keuangan kita jauh lebih terarah. Nantinya, jika pemisahan ini jelas, kita akan tahu betul berapa dana pengembangan usaha yang bisa kita maksimalkan. Dan, kita pun bisa sadar kalau kebutuhan keuangan pribadi kita sedang berlebih ataupun kurang. Jika kita tahu persis kondisi keuangan, maka ini akan bisa mengerem kita saat banyak mendapat orderan. Sehingga, diharapkan kita cenderung tidak boros karena sudah tahu betul alokasi keuangan kita.

3. Jangan mudah tergoda

Poin ini bagi saya adalah yang utama. Dan, kalau boleh saya singkat, poin ini bisa saya sebut sebagai sebuah bentuk usaha mendisiplinkan diri. Sebab, kunci utama mengatur keuangan usaha keluarga adalah pada disiplin kita untuk mematuhi porsi prosentase yang kita atur untuk keuangan usaha dan keluarga.

Waktu saya tanya kepada rekan saya yang mengaku sulit menabung, ia memang menyebut bahwa godaan utama justru sering datang jika sedang banyak order. Barang-barang tadinya belum terlalu penting, jadi seperti "minta dibeli". Ada kalanya, saat uang masuk dalam jumlah besar, tiba-tiba kita merasa butuh ini dan itu. Pasang internet, TV kabel, entertain klien, sewa gedung yang lebih berkelas, beli baju dengan alasan agar bisa lebih pantas bertemu klien kelas atas, dan lain sebagainya.

Apakah semua keinginan tadi salah jika dipenuhi? Tidak juga. Tapi, ada satu kunci yang ingin saya sampaikan di sini. Kunci ini adalah cara "menahan godaan" yang sering diungkap oleh para perencana keuangan. Caranya yaitu dengan membedakan kebutuhan dan keinginan. Sebelum membeli barang atau ingin memenuhi hasrat tertentu dengan dalih membesarkan usaha, tanyakan dulu, apakah itu merupakan kebutuhan mendesak atau keinginan yang bisa ditunda. Jawaban ini yang akan menentukan ke mana uang Anda akan digunakan.

Semoga bermanfaat dan selamat mengatur keuangan usaha Anda....

Agoeng Widyatmoko adalah seorang konsultan independen UKM dan perencana usaha keluarga. Bukunya 100 Peluang Usaha telah jadi buku best seller dan menginspirasi banyak orang untuk membuka usaha. Ia dapat dihubungi di agoeng.w@gmail.com atau SMS ke 0812 895 0818


Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!


Baca juga artikel lainnya dari Agoeng Widyatmoko - Konsultan independen usaha kecil (UKM)

Berjumpalitanlah, Peluang Itu Semakin Dekat
Jangan Takut Untung
Carilah Masalah
Kesempatan Itu Datangnya Berkali - Kali
Kkn - kekoncoan Itu Wajib
Artikel Selanjutnya :
BuatAction Plan Buat Diri Anda Sendiri (Entrepreneur Corner) - Sabtu, 15 Maret 2008
Good Investment (Entrepreneur Corner) - Senin, 24 Maret 2008
Berani Saja Tidak Cukup (Entrepreneur Corner) - Rabu, 09 April 2008
Bayi-bayi Bisnis (Entrepreneur Corner) - Rabu, 23 April 2008
Dana Sos, Uang Penyelamat II (Entrepreneur Corner) - Selasa, 13 Mei 2008
Baca juga artikel sebelumnya :
Untung Besar Atau Untung Berlipat? (Entrepreneur Corner) - Selasa, 04 Maret 2008
15 Hari Lagi Menuju Full Tda (Entrepreneur Corner) - Jumat, 22 Februari 2008
Belajar Dari Bayi Dan Tomat Busuk (Entrepreneur Corner) - Selasa, 19Februari 2008
Butuh Modal Usaha? Gampaaang.... (Entrepreneur Corner) - Selasa, 29 Januari 2008
Tetaplah Bertahan Dan Tetaplah Bergerak (Entrepreneur Corner) - Jumat, 11 Januari 2008

Bagaimana menurut kalian?




SHARE & BE HAPPY

FREE!!
Teman-teman yang LUAR BIASA, melalui program ini kami akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi secara rutin langsung ke E-mail Anda!

Ajak teman-teman dan keluarga ya :)

AW MOTIVATION QUOTES

TAMAN MOTIVASI

Kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Lebih baik berani mencoba tetapi gagal daripada tidak mencoba sama sekali. You can do what do you want IF you think you can do it!! Give a big SPIRIT to your life!!!


Pengirim: Fenny Wongso

TESTIMONIAL

Salam Luaaaaarrrrrr Biasaaaa Pak Andrie...!
Saya yang tadi di Talkshow Pesta Buku Jakarta bertanya tentang alasan kuat Bapak menerbitkan buku yang baru. Terima kasih Pak, atas posternya. Kata-kata yang terdapat di poster tersebut sungguh dahsyat dan super!

 



Pengirim: Agung Hartanto

RADIO SONORA - Live Streaming

ANDRIE WONGSO SUCCESS WISDOM & MOTIVATION Dengarkan siaran bapak Andrie Wongso setiap hari Senin, Pk. 07.00 - 08.00 WIB, Live di 18 station & 15 kota.
Get the Flash Player to see this player.

HUBUNGI KAMI

OUR PARTNER


Profil Motivator nomor 1 Indonesia, Artikel, T.Motivasi, Testimoni, dan Share & Be Happy. Serta kunjungi AW Shop dan Galeri Foto
Copyright © 2006-2012 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved



Motivation Motivator Motivational Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Motivate Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Semangat
Teman-teman yang LUAR BIASA,

Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!

Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
  1. Audio
  2. Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
  3. Widget
  4. Greeting Card
  5. Wallpaper
  6. Bookmark
  7. Poster
  8. Photo Frame
  9. Kalender
  10. Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.

Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?