The story goes that some time ago, a man punished his 4-year-old daughter for wasting a roll of gold wrapping paper. Money was tight and he became infuriated when the child tried to decorate a box. Nevertheless, the little girl brought the box as a gift to her father the next morning and said, "This is for you, Daddy."
The man was embarrassed by his earlier overreaction, but his anger flared again when he found out the box was empty. He yelled at her, stating, "Don't you know, when you give someone a present, there is supposed to be something inside?" The little girl looked up at him with tears in her eyes and cried, "Oh, Daddy, it's not empty at all. I blew kisses into the box. They're all for you, Daddy."
The father was crushed. He put his arms around his little girl, and he begged for her forgiveness.
Only a short time later, an accident took the life of the child. It is also told that her father kept that gold box by his bed for many years and, whenever he was discouraged, he would take out an imaginary kiss and remember the love of the child who had put it there.
***
Alkisah, seorang ayah menghukum putrinya yang berusia 4 tahun karena menghabiskan segulung kertas pembungkus warna emas. Kala itu kondisi ekonomi keluarga itu sedang sulit, sehingga sang ayah menjadi marah ketika si anak mencoba menghiasi sebuah kotak. Meski begitu, keesokan harinya si putri cilik itu tetap membawakan kotak itu sebagai hadiah untuk ayahnya sembari berkata, "Ini untukmu, Yah."
Sang ayah merasa malu atas tindakannya yang berlebihan sebelumnya, tapi ia kembali merasa marah ketika ditemukannya kotak itu kosong. Sang ayah memarahi putrinya, "Kamu tidak tahu ya, kalau memberi hadiah itu harusnya ada sesuatu di dalamnya?"
Putri kecilnya itu menatapnya dengan mata berkaca-kaca dan berkata, "Oh Ayah, itu tidak kosong. Aku meniupkan ciuman ke dalam boks itu. Semuanya buatmu, Yah."
Sang ayah merasa malu. Ia segera memeluk putri kecilnya, dan meminta maaf.
Tak berapa lama kemudian, terjadi sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa gadis kecil itu. Konon, sang ayah masih menyimpan kotak emas itu di samping tempat tidurnya selama bertahun-tahun. Ketika ia sedang bersedih, ia akan mengambil ciuman imajiner dan mengenang kembali cinta putrinya yang tersimpan di kotak itu.
***
Sesungguhnya sebagai manusia, setiap kita telah menerima sebuah kotak warna emas yang dipenuhi dengan ciuman dan cinta yang tulus dari anak-anak kita, anggota keluarga kita, sahabat kita, dan Sang Maha Pencipta. Tidak ada harta benda lain yang lebih berharga dibandingkan sekotak cinta dan ciuman dari orang-orang terkasih.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tim AndrieWongso
|
 |
FIFA Bagi-Bagi Uang
|
 |
Sekali Lagi Video Justin Bieber Pecahkan Rekor
|
 |
Evita Peron
|
 |
27 Mei 1964, Mangkatnya Nehru
|
 |
Ini Sebagai Peringatan Betapa Mengerikannya Perang
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
I Promise Myself...
(English Corner) -
Senin, 13 Februari 2012
|
 |
The Peacock And The Crane
(English Corner) -
Jumat, 17 Februari 2012
|
 |
Your Thoughts Become Your Destiny
(English Corner) -
Selasa, 21Februari 2012
|
 |
What Money Can Not Do?
(English Corner) -
Kamis, 23 Februari 2012
|
 |
Strong Or Weak
(English Corner) -
Senin, 27 Februari 2012
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
The Power Of Failure
(English Corner) -
Senin, 06 Februari 2012
|
 |
The Young Crab And His Mother
(English Corner) -
Kamis, 02 Februari 2012
|
 |
Confusius Says...
(English Corner) -
Senin, 30 Januari 2012
|
 |
The True Secret Of Happiness
(English Corner) -
Kamis, 26 Januari 2012
|
 |
I Am The Tiger
(English Corner) -
Minggu, 13 November 2011
|
|
|