Upaya untuk terus memroduksi berbagai jenis barang kebutuhan
sehari-hari, baik yang berhubungan dengan pangan dan sandang, rupanya kini
terus diarahkan agar bisa dihasilkan produk yang ramah lingkungan. Hal ini
memang harus mulai disadari oleh banyak pihak. Sebab, iklim dunia yang terus
berubah, ancaman pemanasan global, harus segera disusul dengan aksi pencegahan
secara bersama-sama. Mulai dari upaya hemat energi, memakai produk daur ulang,
kini menjadi hal kecil yang perlu terus kita lakukan, agar bumi ini terus
lestari.
Nah, salah satu yang ikut merespon program ramah lingkungan
ini juga datang dari produsen celana jeans pertama di dunia, Levi Strauss.
Mereka baru-baru ini meluncurkan produk yang diklaim sangat ramah lingkungan
bertitel Levi's Eco. Celana ini, menurut mereka dibuat dari bahan katun organik
alias dari bahan 100 persen kapas yang ditanam dengan cara organik.
Pertanian organik saat ini memang diyakini sebagai salah
satu cara untuk meminimalisasi kerusakan bumi. Dengan sistem pertanian ini,
tumbuhan dibiarkan bertumbuh dengan cara alami, tanpa diberi pestisida ataupun
pupuk buatan. Jika ada hama, biasanya pertanian jenis ini akan memanfaatkan
serangga pemakan hama untuk pembasmiannya. Sehingga, produk pertanian ini bebas
dari unsur kimia.
Menurut Donna Hutagalung, Brand Leader Levi's Indonesia,
celana Levi's Eco dibuat untuk para konsumen yang berempati kepada lingkungan.
Karena itu, ia menjamin bahwa produk ini benar-benar berasal dari bahan
yang tanpa rekayasa genetika serta bebas
dari bahan kimia atau pestisida. "Kami menggunakan kapas yang mulai dari
pembibitan, pemeliharaan, hingga hasil panennya, dilakukan secara alami, salah
satunya dengan memanfaatkan predator alami untuk mengendalikan hama," kata
Donna.
Koleksi Levi's Eco terdiri dari bawahan dan atasan (jaket
dan t-shirt). Selain desain grafis yang masih berhubungan dengan alam, seluruh
bahan pewarna yang digunakan untuk desain kaos juga menggunakan pewarna alami
yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Tentu, produk ini hanya sebagian kecil dari sebagian besar
aneka macam produk yang belum sepenuhnya ramah lingkungan. Karena itu, perlu
kesadaran kita juga untuk mulai memperhatikan produk yang kita gunakan.
Perhatian kecil kita pada lingkungan, asal dilakukan secara intensif, pastilah
akan membawa dampak positif bagi masa depan lingkungan kita. Bagaimana dengan
Anda?
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Team Andriewongso.com
|
 |
Mati Bisa Diprediksi?
|
 |
Tiger Woods
|
 |
Perempat Final Djarum Indonesia Open Super Series
|
 |
Tour D’ssi Bandung-denpasar Segera Dimulai
|
 |
Obama Menang, Harapan Menjulang
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Gerakan Mata Pengendali Pointer Mouse
(AW Corner) -
Senin, 24 Desember 2007
|
 |
Materi Pengganti Lampu?
(AW Corner) -
Selasa, 25 Desember 2007
|
 |
Handsfree Bebas Ribut
(AW Corner) -
Rabu, 26 Desember 2007
|
 |
Kamera Digital Bertenaga Tangan
(AW Corner) -
Jumat, 28 Desember 2007
|
 |
Perhatian Pemerintah Pada Atlet Nasional
(AW Corner) -
Sabtu, 29 Desember 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Spesies Tikus Raksasa Ditemukan Di Papua
(AW Corner) -
Jumat, 21 Desember 2007
|
 |
Kopi Mencegah Pikun?
(AW Corner) -
Kamis, 20 Desember 2007
|
 |
Teknologi Sarana Pemutus Hubungan?
(AW Corner) -
Rabu, 19 Desember 2007
|
 |
Email Sampah
(AW Corner) -
Selasa, 18 Desember 2007
|
 |
Superkomputer Mini
(AW Corner) -
Senin, 17 Desember 2007
|
|
|