Selama ini, banyak kejadian bencana alam atau kecelakaan
yang merenggut nyawa banyak orang. Kemudian, yang jadi masalah adalah biasanya
upaya identifikasi korban menjadi sulit. Sebab, tak selamanya orang selalu
membawa identitas diri. Seperti kejadian tsunami di Aceh tempo hari, banyak
sekali korban yang sampai saat ini masih menjadi misteri. Banyak juga keluarga
yang kehilangan sanak saudara, tanpa tahu di mana keberadaannya.
Karena itu, berbagai teknologi dikembangkan untuk
mengidentifikasi korban. Yang paling sederhana adalah dengan upaya mengenali
sidik jari. Namun, belakangan, yang lebih canggih adalah mengenali gigi, karena
biasanya gigi adalah bagian tubuh yang paling utuh jika terkena bencana.
Hanya saja, yang menjadi kendala, identitas pemilik gigi
sampai saat ini masih sulit (jarang) didokumentasikan. Akibatnya, untuk
mencocokkan pun agak sulit dilakukan. Meski begitu, pengembangan identifikasi
melalui metode ini terus dilakukan. Salah satunya yang dikembangkan oleh para
ilmuwan Jepang dari Kanagawa Dental
College. Mereka berhasil
mengembangkan perangkat yang mampu mempercepat proses identifikasi korban
melalui gigi.
Eiko Kosuge, dokter gigi dan ahli radiologi dari universitas
tersebut mengatakan bahwa perangkat komputerisasi yang dikembangkan, mampu
memindai gambar gigi korban bencana alam dan mencocokkannya dengan rekaman
gambar gigi korban lain yang tidak teridentifikasi. Sistem ini secara otomatis
mampu membandingkan gambar gigi korban dengan beberapa rekaman gambar gigi, dan
kemudian mencocokannya hanya dalam beberapa detik saja.
Sistem ini menggunakan teknologi pencocokan gambar dengan
tingkat akurasi dan ketelitian yang cukup tinggi. Dengan metode yang disebut
Phase-Only Correlation, maka identifikasi segera menyambungkan sebuah gambar
dan mengukur tingkat kesamaan yang ada. Kecanggihan sistem ini diklaim mampu
mengurangi beban kerja ahli forensik hingga 95 persen.
Penemuan ini diharapkan akan mempermudah identifikasi
berbagai korban bencana. Dengan begitu, setiap mayat korban akan jelas
identitas dan siapa keluarganya. Tujuannya jelas, agar keluarganya pun bisa
memakamkan korban dengan cara yang layak.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Team Andriewongso.com
|
 |
Hari Ini, 101 Tahun yang Lalu
|
 |
Kumpulan Bintang Berbentuk Tanda Tanya
|
 |
Peringatan Hari Pahlawan Nasional
|
 |
Selotip
|
 |
SH 91 - Cita-cita Sukses
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Rekor Perubahan Iklim 2007
(AW Corner) -
Senin, 10 Desember 2007
|
 |
Komputer Untuk Senam Otak
(AW Corner) -
Selasa, 11 Desember 2007
|
 |
Serangga Pengendali Robot
(AW Corner) -
Kamis, 13 Desember 2007
|
 |
Orang-orang Terkaya Indonesia
(AW Corner) -
Jumat, 14 Desember 2007
|
 |
Memory Kapasitas Besar
(AW Corner) -
Sabtu, 15 Desember 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Bau Badan Akibat Stres?
(AW Corner) -
Sabtu, 08 Desember 2007
|
 |
Kelinci Percobaan Paling Penurut
(AW Corner) -
Jumat, 07 Desember 2007
|
 |
Bebas Baca Di Perpustakaan Online
(AW Corner) -
Kamis, 06 Desember 2007
|
 |
Cara Praktis Isi Ulang Baterai
(AW Corner) -
Rabu, 05 Desember 2007
|
 |
Kuliah Lewat Ponsel
(AW Corner) -
Selasa, 04 Desember 2007
|
|
|