Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.
Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM
Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.
Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.
Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.
Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.
Jumat, 26 Oktober 2007, Dibaca : 12594 kali | Dicetak : 426 kali | Cetak artikel ini
Alkisah, sebuah keluarga
sederhana memiliki seorang putri yang menginjak remaja. Sang ayah bekerja sebagai tukang
batu di sebuah perusahaan kontraktor besar di kota itu. Sayang, sang putri
merasa malu dengan ayahnya. Jika ada yang bertanya tentang pekerjaan ayahnya,
dia selalu menghindar dengan memberi jawaban yang tidak jujur. "Oh, ayahku
bekerja sebagai petinggi di perusahaan kontraktor," katanya, tanpa pernah
menjawab bekerja sebagai apa.
Putri lebih senang menyembunyikan keadaan yang sebenarnya. Ia sering
berpura-pura menjadi anak dari seorang ayah yang bukan bekerja sebagai tukang
batu. Melihat dan mendengar ulah anak semata wayangnya, sang ayahnya bersedih.
Perkataan dan perbuatan anaknya yang tidak jujur dan mengingkari keadaan yang
sebenarnya membuatnya telah melukai hatinya.
Hubungan di antara mereka jadi tidak harmonis. Putri lebih banyak
menghindar jika bertemu dengan ayahnya. Ia lebih memilih mengurung diri di
kamarnya yang kecil dan sibuk menyesali keadaan. "Sungguh Tuhan tidak adil
kepadaku, memberiku ayah seorang tukang batu," keluhnya dalam hati.
Melihat kelakuan putrinya, sang ayah memutuskan untuk melakukan sesuatu.
Maka, suatu hari, si ayah mengajak putrinya berjalan berdua ke sebuah taman,
tak jauh dari rumah mereka. Dengan setengah terpaksa, si putri mengikuti
kehendak ayahnya.
Setelah sampai di taman, dengan raut penuh senyuman, si ayah berkata,
"Anakku, ayah selama ini menghidupi dan membiayai sekolahmu dengan bekerja
sebagai tukang batu. Walaupun hanya sebagai tukang batu, tetapi ayah adalah
tukang batu yang baik, jujur, disiplin dan jarang melakukan kesalahan. Ayah
ingin menunjukkan sesuatu kepadamu, lihatlah gedung bersejarah yang ada di sana.
Gedung itu bisa berdiri dengan megah dan indah karena ayah salah satu orang
yang ikut membangun. Memang, nama ayah tidak tercatat di sana, tetapi keringat ayah
ada di sana. Juga, berbagai bangunan indah lain di kota ini dimana ayah menjadi
bagian tak terpisahkan dari gedung-gedung tersebut. Ayah bangga dan bersyukur
bisa bekerja dengan baik hingga hari ini."
Mendengar penuturan sang ayah, si putri terpana. Ia terdiam tak bisa
berkata apa-apa. Sang ayah pun melanjutkan penuturannya, "Anakku, ayah juga
ingin engkau merasakan kebanggaan yang sama dengan ayahmu. Sebab, tak peduli
apa pun pekerjaan yang kita kerjakan, bila disertai dengan kejujuran, perasaan
cinta dan tahu untuk apa itu semua, maka sepantasnya kita mensyukuri nikmat itu."
Setelah mendengar semua penuturan sang ayah, si putri segera memeluk
ayahnya. Sambil terisak, ia berkata, "Maafkan putri Yah. Putri salah selama
ini. Walaupun tukang batu, tetapi ternyata Ayah adalah seorang pekerja yang
hebat. Putri bangga pada Ayah." Mereka pun berpelukan dalam suasana penuh keharuan.
Pembaca yang budiman,
Begitu banyak orang yang tidak bisa menerima keadaan dirinya sendiri apa
adanya. Entah itu masalah pekerjaaan, gelar, materi, kedudukan, dan lain
sebagainya. Mereka merasa malu dan rendah diri atas apa yang ada, sehingga selalu
berusaha menutupi dengan identitas dan keadaan yang dipalsukan.
Tetapi, justru karena itulah, bukan kebahagiaan yang dinikmati. Namun,
setiap hari mereka hidup dalam keadaan was was, demi menutupi semua kepalsuan.
Tentu, pola hidup seperti itu sangat melelahkan.
Maka, daripada hidup dalam kebahagiaaan yang semu, jauh lebih baik seperti
tukang batu dalam kisah di atas. Walaupun hidup pas-pasan, ia memiliki
kehormatan dan integritas sebagai manusia.
Sungguh, bisa menerima apa adanya kita hari ini adalah kebijaksanaan. Dan, mau
berusaha memulai dari apa adanya kita hari ini dengan kejujuran dan kerja keras
adalah keberanian!
Kegagalan & keberhasilan bukan hasil akhir dari suatu usaha akan tetapi upaya yang sungguh-sungguh dan ikhlas merupakan proses pelepasan dari keterikatan akan hasil.
Sungguh memotivasi saya sebagai pelajar SMA untuk berjuang meraih cita cita dan berjuang untuk sukses lulus Ujian Nasional (UN) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN) ternyata itu hanya di butuhkan sebuah kebiasaan baik seperti belajar. terima kasih Pak Andrie Wongso Salam Sukses luar biasa
Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!
Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
Audio
Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
Widget
Greeting Card
Wallpaper
Bookmark
Poster
Photo Frame
Kalender
Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.
Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?