Bertahun-tahun silam, ada seorang pemuda dari kota Malang Jawa Timur, berbekal pendidikan kelas 6 SD pun tidak
tamat, dia mencoba mengadu nasib ke ibukota, sesampai di Jakarta dia mendapat pekerjaan sebagai seorang salesman di sebuah perusahaan sabun.
Saat itu, film-film action kungfu
dari Hongkong dan Taiwan sedang gencar masuk ke Indonesia. Karena merasa punya
bekal ilmu kungfu, body menawan dan
wajah yang oke, pemuda itu pun punya mimpi dan mencanangkan tekadnya, ingin
menjadi seorang bintang film laga di Indonesia. Pengorbanan yang tidak
tanggung-tanggung-pun dilakukan dengan mengundurkan diri dari pekerjaannya.
Namun sayang, nasib baik belum memihak kepadanya, kenyataan tidak seindah impian,
kegagalan pun harus ikhlas diterimanya.
Waktu terus berjalan, kegagalan yang
lalu tidak menyurutkan langkahnya. Impian menjadi bintang film tambah menguat,
bahkan target lebih besar ditancapkan, yakni ingin menjadi bintang film kungfu
di Hongkong, persiapanpun dilakukan dengan lebih baik, Dari latihan fisik lebih
keras dan doa pun mengiringi surat lamaran dengan foto-foto action yang di
kirim ke perusahaan Eterna Film di Hongkong.
Tidak beberapa lama kemudian, surat balasan datang, memberitahu bahwa ia
diterima menjadi bintang film di Hongkong.
"Ya Tuhaaann... impianku jadi kenyataan!" teriaknya kegirangan. berita
gembira itu pun langsung menyebar. Segala persiapan dia lakukan.
Saat menikmati kegembiraannya, tiba-tiba sebuah surat datang kembali. Beritanya
sungguh menyedihkan. Akibat cuaca buruk yang berkepanjangan,terpaksa syuting
film harus ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan...perasaan sedih spontan
menyelimutinya..tubuhnya lemas, lunglai karena tidak ada kepastian kapan akan
berangkat. Kegembiraan pun langsung berubah menjadi kemuraman.
"Apakah ini pertanda memang aku tidak ditakdirkan jadi bintang film di Hongkong?"keluhnya
dalam hati. Batin pemuda itu terus bergejolak,
antara tetap bertahan dengan impian besarnya untuk jadi bintang film atau
menyerah
Perasaan pemuda itu tidak menentu. Pikirannya goncang. Tarikan kuat di
hatinya untuk terus bertahan bertarung sangat keras dengan godaan untuk
menyerah. Tiba-tiba, dia ingat kata-kata motivasi yang sering diajarkan oleh ayahnya,
" Selama gunung masih menghijau, jangan takut kehabisan
kayu bakar." sontak, kata pepatah motivasi itu langsung kembali
membangkitkan semangatnya. "Aku harus bertahan. Aku pasti bisa menjadi bintang
film di hongkong, Aku tidak boleh
menyerah dan tidak akan menyerah! Ketetapan hatiku tidak akan goyah!!!"
Tiga bulan kemudian.. dengan ketetapan hati yang dilandasi kebulatan tekad
untuk tetap bertahan itu, akhirnya panggilan untuk berangkat main film datang.
Pemuda itu berhasil menggapai impiannya, menjadi bintang film Hongkong yang mengambil
lokasi syuting di Taiwan.
Sungguh, kemenangan perang batin yang luar biasa, Keyakinan kuatnya untuk
menjadi bintang film terjawab sudah. Proses perjuangan yang dilandasi ketetapan
hati itu akhirnya mengkristal, menjadi sebuah kekayaan mental dan menjadi
karakter bagi pemuda tadi, sehingga berguna di kemudian hari dan menjadi bekalnya
meraih sukses di berbagai bidang yang dia tekuni.
Pembaca yang budiman,
KETETAPAN HATI

, mutlak dimiliki bagi setiap orang yang ingin meraih kesuksesan. Kualitas
dan kapasitas manusia untuk bertahan dalam badai kehidupan sangat ditentukan
oleh keuletan dan ketetapan hati yang dimiliki. Saat kita telah memilih untuk
bertahan, hati nurani pun pasti akan ikut berbicara. Dan, jika diperkuat dengan
tindakan nyata, maka kekuatan
ketetapan hati
seperti itu akan didengar oleh Tuhan. Dan Tuhanpun pasti akan membantu mewujudkan
impian kita melalui cara-Nya, yakni dengan cara yang terbaik dan sering tidak terduga-duga.
Dan, inilah sebuah kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi saya, Sebab, orang
yang mengalami dan yang paling tahu tentang kisah tersebut, yakni pemuda tadi, adalah
saya sendiri Andrie Wongso.
Kuatkan tekad, tetapkan hati.
Raih kesuksesan !! sebab Success is my
right!!!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Andrie Wongso
|
 |
Usia 80 Tahun Masih Mau Belajar!
|
 |
Murid Si Pematung
|
 |
Memilih Hidup Sekali Lagi
|
 |
Rumah yang Sunyi
|
 |
Mencari Pekerjaan
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Menghargai Orang Lain
(AW Artikel) -
Senin, 15 September 2008
|
 |
Maafkan Dia
(AW Artikel) -
Kamis, 25 September 2008
|
 |
Saya Mau Berubah
(AW Artikel) -
Kamis, 09 Oktober 2008
|
 |
Kisah Si Tikus Desa
(AW Artikel) -
Senin, 20 Oktober 2008
|
 |
Bangkitlah Pemuda!
(AW Artikel) -
Selasa, 28 Oktober 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Doa Untuk Putraku
(AW Artikel) -
Senin, 08 Juni 2009
|
 |
Tuhan PunTahu
(AW Artikel) -
Senin, 01 September 2008
|
 |
Saatnya Mengembalikan Karakter Bangsa
(AW Artikel) -
Sabtu, 16 Agustus 2008
|
 |
Everyone Is Number One
(AW Artikel) -
Senin, 11 Agustus 2008
|
 |
Kekuatan Bersyukur
(AW Artikel) -
Jumat, 08 Agustus 2008
|
|
|