Ketika
lahir, kita tidak membawanya ke dunia ini; dan ketika meninggal pun, kita tidak bisa membawanya
pergi.
Arti
dan makna peribahasa ini ingin menasihati, menyadarkan kita agar tidak hanya fokus kepada uang dan kekayaan
semata, apalagi menganggapnya sebagai
segala-galanya. Dengan demikian ketika
kita kehilangan uang, harta benda, tidak
akan terkungkung dalam kesedihan dan
penderitaan. Karena ketika lahir, kita tidak membawanya ke dunia ini, maka apa pun
yang bisa kita capai dan peroleh pada waktu yang lalu, pasti
bisa didapatkan kembali pada saat ini maupun pada masa-masa yang akan
datang.
Kita
mesti menyadari masih ada kekayaan lain yang lebih berharga, lebih bernilai dan
lebih permanen yang justru bisa digunakan untuk mencari uang itu sendiri,
seperti kesehatan, keahlian, dan semangat.
Cerita:
Alkisah seorang pria setengah baya yang mengalami
stress berat dan hampir bunuh diri karena bisnisnya gagal dan semua tabungannya ludes.
Lalu, ia dibawa ke ahli phisikolog. Dengan mulut komat-kamit, ia berkata, "Saya telah habis...... saya telah
habis.... dan habislah saya........."
Seperti orang yang bengong, kehilangan akal, namun ia masih
sempat mengeluh.
"Semua yang saya rintis dari
awal, lenyap seketika. Uang bermiliar-miliar yang saya kumpulkan menguap bagaikan gas. Tidak ada artinya hidup ini lagi ..... saya benar-benar sudah
habis ...benar-benar habis.... dan habislah saya."
Setelah itu, ia tertunduk lesu.
Air matanya seakan-akan tak tertahankan dan mulai membasahi kedua pipinya. Dari raut
mukanya terlihat kesedihan yang amat mendalam.
Lalu dengan tenang, sang
phisikolog yang dari tadi sengaja memberikan kesempatan kepada pria itu untuk
mengeluarkan segala unek-uneknya, lalu bertanya, "Apakah kamu masih bisa
melihat?"
"Bisa."
"Apakah tangan dan kaki kamu
masih bisa digerakkan?"
"Bisa."
"Apakah otak kamu masih bisa
berpikir?"
"Bisa."
"Kalau begitu, kamu belum habis,
masih tersisa begitu banyak aset-aset produktif."
Dengan bahasa mandarin
yang fasih, Phisikolog tersebut berkata,
Lalu ia bertanya kepada pemuda
yang mulai menyadari kekeliruannya itu, "Ketika kamu dilahirkan, apakah sudah mempunyai uang?"
"Tidak"
"Apakah kamu akan membawa uang ini ke liang
kubur?"
"Tidak"
"Jadi tidak ada yang habis......", lanjut Phisikolog tersebut
menyakinkan.
Oleh sebab itu jangalah terlalu
bersedih bila gagal atau kehilangan
jabatan, posisi, uang atau harta benda.
Berjuang kembali dengan semangat dan keyakinan seperti
dulu!
"Kesuksesan pasti bisa diraih
kembali"
Salam sukses untuk Anda
Leman
Penulis
buku 50 Chinese Wisdoms
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Leman Yap
|
 |
Heroic Leadership II
|
 |
Jangan Sekedar Mengejar KeuntunganTanpaMenyadari Risikonya
|
 |
Kecerdikan Tiga Orang Tukang Sepatu , Sama Dengan Kecerdikan Zhuge Liang
|
 |
Kerja Keras Sama Dengan Sukses Bagian 2
|
 |
The Law Of Attraction
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Think And Act Positively
(Artikel Tetap) -
Kamis, 17 Januari 2008
|
 |
Komunikasiku Malang, Pelangganku Melayang
(Artikel Tetap) -
Senin, 21 Januari 2008
|
 |
Teman Masa Kecilku
(Artikel Tetap) -
Selasa, 22 Januari 2008
|
 |
Keteguhan Hati: Kunci Sukses Mulia
(Artikel Tetap) -
Rabu, 23 Januari 2008
|
 |
Jangan Biarkan Apapun Dan Siapapun Membatasi Anda
(Artikel Tetap) -
Jumat, 25 Januari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Nonton Konser Bee Gees
(Artikel Tetap) -
Selasa, 15 Januari 2008
|
 |
Berita Terbaik
(Artikel Tetap) -
Senin, 14 Januari 2008
|
 |
Permennya Lupa Dimakan
(Artikel Tetap) -
Kamis, 10 Januari 2008
|
 |
36 Ji (strategy) For Happy Life - Strategy Ke-30
(Artikel Tetap) -
Rabu, 09 Januari 2008
|
 |
Change Your Life
(Artikel Tetap) -
Rabu, 09 Januari 2008
|
|
|