Jadikan Tamu Sebagai Tuan Rumah
V. Bing ~ Posisi Seimbang
Santai Dulu
Ahh...
Ini adalah
kisah kelanjutan fakta tentang kemenangan telak Kura atas Kelinci si pelari
cepat dalam pertandingan spektakuler lari cepat yang telah mendunia. Kemenangan
Kura atas Kelinci merupakan pukulan tragis pada kehidupan Kelinci, gelar
kehormatan sebagai Bangsawan Pelari Cepat yang diberikan oleh Sang Raja Rimba
dicabut.
Isu,
desas-desus dan gosip semakin santer mengomentari kekalahan Kelinci atas Kura
pada pertandingan lari tersebut. Ada yang mengatakan Kura pakai sepatu roda,
Kura belajar ilmu menghilang, Kelinci kena hipnotis, Kelinci disogok dengan
sejumlah uang dan sebagainya.
Semakin hari
telinga Kelinci semakin panas mendengar hal ini dan akhirnya dia tidak tahan.
Pada suatu sore yang cerah Kelinci datang berkunjung ke rumah Kura untuk cari
tahu apa sebenarnya resep kemenangannya. Kura dengan sangat ramah menyambut
kedatangan Kelinci, Kura mengajak Kelinci untuk berjalan-jalan di taman di
pinggir sebuah sungai yang indah.
"Sahabatku
Kura" Sapa Kelinci, "Apa resep
kemenanganmu ? Sungguh sebenarnya sangat tidak mungkin kecepatanku dapat kamu
kalahkan dengan langkahmu."
Kura terlihat
tersenyum, " Fǎn kè wéi zhǔ " kata
Kura.
Kelinci memang
nyata-nyata secara fisik sangat tertunjang sebagai pelari cepat, saat itu
dengan cara apapun pertandingan lari itu, Kelinci 100% yakin dirinya pasti
menang. Di sisi lain Kura mengetahui dengan jelas kelemahannya secara fisik.
Walau secara fisik Kura nyata-nyata kurang mungkin memenangkan pertandingan,
namun dengan sikap hati-hatinya dia meminta waktu 7 hari untuk mempersiapkan
dan mengasah kemampuannya diri menghadapi pertandingan lari itu. Bagi Kura
walau kecil kemungkinan, namun tetap masih ada KEMUNGKINAN menang.
Semasa 7 hari
Kura berlatih sebelum bertanding, ternyata Kelinci sering menengok perkembagan
fisik Kura. Hari 1 dan 2 tampak Kura masih bersusah payah melatih streaching
untuk membuat kakinya lebih cekatan dalam berlari.
Hari 3 dan 4
tampak Kura baru berlatih berjalan lebih cepat, yang sebenarnya nampak di mata
Kelinci hanyalah jalan santai biasa saja.
Hari ke 5 dan 6
tampak Kura masih bersusah payah berlatin jalan lebih cepat, walau dengan
semangat tinggi, namun juga belum terlihat perubahan signifikan apapun dalam
kecepatan.
Hari ke 7 Masih
tampak raut muka lelah Kura akibat latihan fisik, Kelinci semakin yakin dirinya Menang. Saat ini juga
Kelinci memutuskan untuk bertanding di lokasi Kura berlatih saja agar Kura
tidak perlu kehilangan banyak tenaga untuk mencapai tempat bertanding disebrang
sungai yang telah ditentukan sebelumnya.
Kura menerima
segala usulan Kelinci itu, dan Kelinci pun merasa sangat diuntungkan dengan
keputusan ini, karena dengan medan pertandingan di tempat Kura berlatih telah
dipelajarinya selama 7 hari berturut-turut pada setiap kunjungan dia melihat
perkembangan persiapan fisik Kura. Para pengamat pertandingan memuji kebesaran
hati Kelinci dalam hal ini. Kelinci makin merasa Pe De banget.
Dari 7 hari
pengamatan atas Kura dan keputusan mengubah tempat bertanding, membuat Kelinci
menyimpulkan bahwa ada 2 alasan kuat buat dirinya memenangkan pertandingan
1.
Kura secara fisik tidak akan menang
darinya, 7 hari latihan juga tidak membua Kura bisa berlari atau minimal bisa
berjalan lebih cepat.
2.
Lokasi pertandingan baru di tempat Kura
berlatih sudah dipelajarinya selama 7 hari berturut-turut. Dengan setengah
tidurpun dia Kelinci akan menang mencapai finish.
Dua point di
atas Kelinci merasa sangat aman dan 100% pasti menang, maka pada semalam
sebelum pertandingan dia mengundang teman-temannya pesta makan-makan untuk merayakan
kemenangan yang akan segera diraihnya. Mereka bergembira ria hingga pagi
menjelang.
Setelah
tertidur sejenak akibat kekenyangan dan kecapaian, kala pagi menjelang
pertandingan Kelinci terbangun dan bergegas menuju tempat pertandingan.
Sesampai ditempat pertandingan, Kelinci menyapa dan tersenyum geli saat melihat
Kura sedang melakukan peregangan untuk memastikan kakinya menjadi lebih
panjang.
Persiapan lari
dimulai, Monyet melemparkan kulit pisang sebagai tanda dimulainya start
pertandingan. Kura terlihat dengan penuh semangat berusaha berlari sekuat
tenaga. Kelinci sengaja diam tidak bergerak selain mulutnya yang sedang asyik
mengunyah wortel. Selang beberapa saat, tiba-tiba satu - dua - tiga, dalam
hitungan tiga langkah lompatan Kelinci sudah menyamakan posisi yang harus
ditempuh Kura dengan 30 langkah.
Kelinci kembali
duduk lagi, otaknya berhitung kalau tiga langkah sama dengan sepuluh langkah.
Jarak tempuh start sampai finish yang hanya 300 langkahnya harus ditempuh Kura
dengan 3.000 langkah. "Wah kalau begitu aku punya banyak waktu untuks santai"
katanya dalam hati.
Setiap melompat
10 langkah, sang Kelinci duduk santai, demikian seterusnya dilakukannya. Karena
jenuh, banyak duduk menunggu dan kecapaian akibat begadang semalaman, akhirnya
Kelincipun tertidur pulas dan baru terbangun saat tiga langkah terakhir Kura
menjelang finish. Kura pun memenangkan pertandingan ini.
Pada akhirnya
pertemuan sore itu yang cerah itu membuat Kelinci menyadari bahwa kekalahnya
ini sebenarnya bukan atas kepiawaiany Kura berlari, namun akibat kelalaian dan
kecerobohan dan kesombongannya sendiri. Merekapun berpisah pulang ke rumah
masing-masing sambil memetik hikmah atas percakapan sore itu.
Pembaca yang budiman,
Kemenangan Kura memang bukan suatu kebetulan,
tetapi ini akibat usaha keras dan strategy " Fǎn kè wéi zhǔ " yang menempatkan
Kelinci dari posisi tamu pada posisi tuan rumah yang nyaman yang pada akhirnya
membuat dirinya lalai dan ceroboh.
Walau Ke-PeDe-an, kekalahan tidak perlu dialami
Kelinci apabila dia mau merampungkan 300 langkah sekaligus dan kemudian tidur
dengan pulas.
Pesan moral
strategi ini,
Keras terhadap Hidup, maka Hidup
akan Lunak terhadap Kita. Atau sebaliknya. Kata Andrie Wongso.
Kesederhanaan diluar namun keras
dan disiplin terhadap kehidupan yang dilakukan Kura, jelas telah merubah
kodratnya sebagai seekor Kura yang lambat yang telah memenangkan pertandingan
lari cepat atas Kelinci.
Kisah asli terjadi pada saat Jendral Cao
Wei dari Dinasti Song Utara mempimpin pasukan melawan pasukan Daxiang Tibet. Daxiang dan pasukannya tercerai
berai. Pasukan Song tidak
berusaha mengejar, malah kembali ke kampnya dengan santai sambil menggiring
ternak yang ditinggalkan Daxiang. Merasa
belum kalah dan berpikir mungkin moral pasukan Song telah runtuh karena
berhasil membawa ratusan ternak yang ditinggalkan, Daxiang dan pasukan Tibet
memacu kencang kudanya dan berbalik mengejar pasukan Song dengan garangnya.
Pasukan Tibet
tercengang begitu mengetahui dirinya berhadapan dengan pasukan lengkap Song
dibalik bukit yang telah siap menunggunya. Belum habis kekagetannya, Cao Wei
menawarkan Daxiang untuk beristirahat dulu sehari semalam sebelum bertempur
agar kondisinya fair. Daxiang setuju dan berpikir betapa
bodohnya Cao Wei menawarkan kesempatan itu, merekapun beristirahat.
Saat tengah malam tiba, kala baru
beberapa jam beristirahat, pasukan Song melibas habis seluruh pasukan Tibet tanpa ampun.
Riduan Goh ~
Wealth is Mine
Mau 30 JT Side Income ?
Klik
www.pamrich.com
Nantikan Strategy #31
美人計 Měi Rén Jì
Jebakan
Bunga
Hanya untuk :
www.andriewongso.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Riduan Goh ~ Wealth is Mine
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-9
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life Strategy Ke-23
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-19
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-26
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-16
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Permennya Lupa Dimakan
(Artikel Tetap) -
Kamis, 10 Januari 2008
|
 |
Berita Terbaik
(Artikel Tetap) -
Senin, 14 Januari 2008
|
 |
Nonton Konser Bee Gees
(Artikel Tetap) -
Selasa, 15 Januari 2008
|
 |
Benda Yang Tidak Kita Bawa Ke Dunia Ini
(Artikel Tetap) -
Rabu, 16 Januari 2008
|
 |
Think And Act Positively
(Artikel Tetap) -
Kamis, 17 Januari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Change Your Life
(Artikel Tetap) -
Rabu, 09 Januari 2008
|
 |
Kekuatan Hati Melebihi Kekuatan Pikiran
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 Januari 2008
|
 |
Year 2008 : The Time To Success !
(Artikel Tetap) -
Senin, 07 Januari 2008
|
 |
Memindahkan Gunung
(Artikel Tetap) -
Kamis, 03 Januari 2008
|
 |
Tahun Baru, Impian Baru
(Artikel Tetap) -
Jumat, 28 Desember 2007
|
|
|