Yeti, seorang karyawan yang baru diterima
bekerja di Perusahaan mencoba untuk mengerjakan segala sesuatu yang ditugaskan
kepadanya.
Dia mulai mempelajari satu demi satu prosedur
kerja. Lembar demi lembar bukti pemasukan dan pengeluaran diperhatikan untuk
dikerjakan. Demikian juga pancatatan pada buku yang telah disediakan formatnya.
Dia bersemangat dan yakin bahwa dia pasti bisa mengerjakan tugasnya sehingga dapat
melewati masa percobaan selama 3 bulan.
Setelah bekerja satu minggu, dia merasakan
bahwa dirinya belum juga dapat memahami setiap detail pekerjaan yang menjadi
tugasnya. Dia merasa bahwa atasannya tidak mau memberikan semua prosedure kerja.
Dia mencurigai bahwa atasannya tidak senang padanya dan akan mengatakan bawa
dia tidak dapat bekerja. Akibatnya tentu akan menghentikan dia selagi dalam
masa percobaan. Berdasarkan anggapan ini dia tidak menyukai pekerjaan yang
ditugaskan kepadanya. Dia tidak suka pada atasannya. Dia jemu mengerjakan
tugasnya. Ketidak mampuannya diyakini disebabkan karena atasannya tidak mau
memberi petunjuk dan tidak lama akan menjatuhkan keputusan.
Menghadapi hal ini dia menghubungi karyawan yang satu level dengan
atasannya itu. Dia berusaha meyakinkan bahwa dirinya sebenarnya mampu, namun
dibuat tidak mampu oleh atasannya. Dia mencoba meyakinkan rekan kerja pada
levelnya, juga pada level dibawahnya bahwa dirinya pintar, tetapi dijegal oleh
atasannya.
Apakah sebenarnya Yety benar pintar dan benar bisa mengerjakan tugasnya
dengan perasaan dan emosi yang demikian ? Tentu saja tidak ! Dia bertindak
secara manja.
Dalam dunia kerja, tidak ada pertolongan yang bisa
diharapkan dari pihak lain. Setiap individu harus bisa menolong dirinya
sendiri. Bukan karena orangnya, tetapi karena pekerjaan dan fungsinya yang akan
mempertahankan seseorang tetap bekerja.
Yety telah membuat kesalahan pada dirinya
sendiri.
Pertama dia punya keyakinan bahwa dirinya bisa.
Untuk itu, sebagai karyawan baru dia harus disiplin serta berusaha untuk
belajar, tentunya bersamaan dengan menyelesaikan target kerja.Dalam suasana yang serba baru, dia wajib
menebar simpati pada setiap orang agar mau menunjukkan rinci masalah yang
berhubungan dengan tugasnya. Dengan demikian setiap orang yang berkaitan dengan
tugasnya secara sukarela akan mau memberi petunjuk. Dia bisa belajar dari orang
yang lebih dahulu berada di Perusahaan itu. Dengan demikian keyakinannya akan
terbukti.
Kedua dia harus menunjukkan bahwa dirinya
cerdas. Ini merupakan ujian baginya. Kalau sampai berkali-kali dia kelihatan
bodoh, maka reputasinya dipandang sebelah mata. Haruslah berhati-hati
menunjukkan kecerdasan dirinya ini. Tampilkanlah kelebihan yang ada pada diri
untuk melakukan pekerjaan dengan baik, namun jangan mengada-ada.
Ketiga, dia harus cepat dapat menguasai metode
pekerjaan sesuai dengan prosedur yang ada pada Perusahaan. Kalau prosedur belum
tahu atau tidak jelas, segeralah bertanya pada yang mengerti. Kalau sampai dia
berani membuat prosedur yang tidak sama dengan yang sudah ada, ini merupakan
kesalahan.
Keempat, buang jauh-jauh praduga bahwa
atasannya menjegal dirinya. Praduga demikian akan menimbulkan rasa benci.
Begitu juga hilangkan praduga bahwa ada beberapa rekan yang berusaha
menjegalnya.
Kelima, konsentrasikan diri pada pekerjaan
sehingga tidak ada peluang bagi pihak lain untuk mencari kelengahan dirinya.
Keenam, waspadailah pihak yang tidak menyukai
dirinya, tanpa perasaan emosi suka atau tidak suka. Pakailah kebijaksanaan untuk
mengatasi hal ini. Bila langkah pertama berjalan mulus, mungkin tidak ada orang
yang tidak menyukai anda.
Bilamana enam langkah ini dapat dijalankan, maka pastilah Yety sukses
sebagai karyawan baru. Dia tidak menyesali ketidak mampuannya serta tidak
menyesali bahwa orang lain tidak menghendaki kehadirannya.Dia akan bekerja dengan senang dan dapat
menyepakati aturan Perusahaaan, dapat melakukan kewajiban dan memperoleh haknya
dengan baik.
Banyak karyawan yang tidak menyadari dirinya. Dia ingin bekerja
seenaknya, tidak mentaati disiplin Prusahaan. Orang demikian ingin mendapat
gaji yang besar serta merasa dirinya berharga bagi Perusahaan. Dalam era
Perdagangan Bebas masa kini, persaingan tenaga kerja juga mengimbangi
persaingan setiap komoditi yang ada. Persaingan mutu tenaga kerja timbul karena
adanya persaingan antar perusahaaan. Setiap segi kehidupan mengalami pembaruan,
tidak dapat sama seperti yang ada pada masa lalu maupunsaat ini. Hal ini disebabkan karena setiap
yang berkondisi dalam alam semesta pasti berubah.Dengan demikian, kita wajib meningkatkan
kemampuan diri dengan belajar segala sesuatu yang baru.
Tidak ada alasan bahwa umur sudah tua maka
tidak perlu belajar. Kita wajib terus belajar dan membuat diri kita sehat.
Kemajuan teknologi telah menyediakan fasilitas untuk meningkatkan apa yang
kurang menjadi cukup dan apa yang cukup menjadi lebih.
Itulah sebabnya kita wajib menguasai detail
kerja dengan membuat diri kita prima. Prima dalam menjaga kesehatan jasmani, prima
dalam menambah ilmu pengetahuan serta prima memelihara keluruhan nurani,
Jangan manjakan diri dengan terus menikmati kemudahan, namun capailah
kemudahan sebagai hasil kerja keras kita. Dengan demikian sukses menjadi milik
anda.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari D Henry Basuki
|
 |
Pusing
|
 |
Cermin
|
 |
Sudah Saatnya
|
 |
Kemampuan Diri
|
 |
Multikultural
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Ms Bagian 3 Dari 3 Tulisan Ml Md Ms
(Artikel Tetap) -
Rabu, 19 Desember 2007
|
 |
Penderitaan Orang Pelit
(Artikel Tetap) -
Jumat, 21 Desember 2007
|
 |
3 Kunci Kehidupan
(Artikel Tetap) -
Minggu, 23 Desember 2007
|
 |
Kenapa Kita Tidak Bisa Merealisasikan Impian Kita ?
(Artikel Tetap) -
Kamis, 27 Desember 2007
|
 |
2008 Its Your Time To Move On
(Artikel Tetap) -
Jumat, 28 Desember 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Jangan Sekedar Mengejar KeuntunganTanpaMenyadari Risikonya
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Desember 2007
|
 |
Satu Hal Terpenting
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 15 Desember 2007
|
 |
Wisata Di Akhir Tahun
(Artikel Tetap) -
Jumat, 14 Desember 2007
|
 |
Mari Mencari Kambing Hitam
(Artikel Tetap) -
Jumat, 14 Desember 2007
|
 |
Sepatu
(Artikel Tetap) -
Kamis, 13 Desember 2007
|
|
|