Belalang sembah menangkap
tonggeret.
Mengejar
keuntungan yang ada di depan, tanpa menyadari bahaya yang ada di belakang.
Peribahasa ini dikutip dari kisah yang terjadi pada Periode Musim Gugur
dan Semi (770-476 SM). Pada suatu hari, saat pertemuan raja Wu dengan para
jenderalnya, raja merencanakan untuk
menyerang negara Chu. Para penasihat dan
para jenderal yang ikut dalam pertemuan tersebut meragukan rencana tersebut
karena khawatir akan adanya bahaya yang akan menyertainya, khususnya dari negara Yue. Karena keinginan raja sudah bulat, tidak ada
yang berani membatah.
Untuk mengatasi hambatan komunikasi tersebut, salah seorang pejabat
kerajaan itu melakukan suatu hal dengan caranya tersendiri. Ia setiap pagi
berjalan berkeliling di taman yang sering dikunjungi oleh raja sambil memegang sebuah ketapel dan sesekali melihat
ke atas pohon. Sudah beberapa hari ini ia lakukan hal yang sama. Pada
pagi hari ketiga ia bertemu raja. Dengan
perasaan heran raja bertanya,
"Kenapa Anda di
sini, apa yang kamu lakukan?"
"Maaf baginda, saya
sedang mengamati seekor tonggeret yang sedang beristirahat dengan santai di atas
pohon, ia tidak memerhatikan adanya bahaya di
belakangnya."
"Lalu kenapa?" raja
bertanya dengan heran.
"
Nah, di belakangnya ada seekor belalang
yang melihatnya sebagai kesempatan, sedang mengulurkan lengannya ingin menangkap
dan memangsanya."
Lalu si pejabat
kerajaan tersebut dengan semangat melanjutkan,
"Sayangnya, belalang itu juga tidak melihat di
belakangnya, berdiri seekor burung kepodang yang sedang menjulurkan lehernya dan
siap-siap untuk memakannya."
"Lalu?" tanya raja
lagi. Tampaknya raja semakin tertarik dengan ceritanya.
"Si burung
kepondang tidak tahu bahwa di bawah sini, ada saya yang menggunakan ketapel ini
dan siap membidiknya."
Ketiga binatang tersebut hanya melihat keuntungan, manfaat yang ada di
depan, tanpa memerhatikan risiko yang menyertainya. Dalam hidup ini,
kadang-kadang kita juga seperti ketiga binatang tersebut, kurang memerhatikan
risiko dari setiap tindakan yang akan
kita lakukan. Akibatnya, risiko yang akan dihadapi bisa lebih besar daripada
manfaat yang akan dipetik."
Setelah mendengar
cerita pejabat tersebut, raja sadar apa yang akan disampaikan oleh bawahannya
ini. Akhirnya, raja menunda rencananya
menyerang negara Chu.
Akhir-akhir ini, buku atau konsep yang menawarkan pola pikir positif
mendapat kritikan dari beberapa ahli. Mengapa? Karena hal itu dapat diumpamakan
seperti binatang-binatang di atas. Memang orang yang berpandangan positif lebih
bergairah dan lebih bersemangat dalam menjalani hidup ini, terutama ketika
menghadapi tantangan. Tetapi hanya berpandangan positif cenderung membuat orang
lengah, kurang antisipasif, kurang tanggap, dan kurang peka dengan
situasi disekelilingnya.
Seperti yang
pernah saya tekankan, bahwa dalam perencanaan dan dalam menjalani hidup,
seseorang seharusnya mempunyai pandangan positif, yakni melihat peluang dan
tantangan di depan. Tetapi pada saat yang sama, ia juga harus berpandangan
negatif terhadap apa yang direncanakan atau yang akan dikerjakan agar ia
mempunyai strategi, atau jurus-jurus simpanan ketika harus menghadapi
tantangan-tantangan tersebut.
Namun bila
seseorang sedang mengalami masalah, ia seharusnya lebih mengaktifkan pola pikir
positifnya. Ia harus bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut sehingga ia
tidak terkungkung dalam kesedihan dan penderitaan dan bisa segera bangkit lalu
berjuang lagi.
Dan sesuai dengan
konsep Yin
Yang,
tentang keseimbangan, seseorang
hendaknya mempunyai pandangan positif
dan negatif dalam melihat
sesuatu.
Salam Sukses
Untuk Anda.
Leman
Penulis Buku 50 Chinese Wisdoms
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Leman Yap
|
 |
Hoki Intelligence
|
 |
Sukses = Kerja Keras
|
 |
Tuan Ye Menyukai Naga
|
 |
The Law Of Attraction
|
 |
Benda Yang Tidak Kita Bawa Ke Dunia Ini
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Jadilah Prima
(Artikel Tetap) -
Selasa, 18 Desember 2007
|
 |
Ms Bagian 3 Dari 3 Tulisan Ml Md Ms
(Artikel Tetap) -
Rabu, 19 Desember 2007
|
 |
Penderitaan Orang Pelit
(Artikel Tetap) -
Jumat, 21 Desember 2007
|
 |
3 Kunci Kehidupan
(Artikel Tetap) -
Minggu, 23 Desember 2007
|
 |
Kenapa Kita Tidak Bisa Merealisasikan Impian Kita ?
(Artikel Tetap) -
Kamis, 27 Desember 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Satu Hal Terpenting
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 15 Desember 2007
|
 |
Wisata Di Akhir Tahun
(Artikel Tetap) -
Jumat, 14 Desember 2007
|
 |
Mari Mencari Kambing Hitam
(Artikel Tetap) -
Jumat, 14 Desember 2007
|
 |
Sepatu
(Artikel Tetap) -
Kamis, 13 Desember 2007
|
 |
Md (bagian Ke-2 Dari 3 Tulisan Ml, Md, Ms)
(Artikel Tetap) -
Rabu, 12 Desember 2007
|
|
|