Outside-in dalam ilmu pemasaran berarti 'dari luar ke dalam', maksudnya adalah mendapatkan gambaran produk yang diinginkan oleh konsumen dengan menanyakannya langsung ke mereka, kemudian merealisasikan produk tersebut.
Inside-out berarti 'dari dalam ke luar', maksudnya adalah produk dibuat berdasarkan pemikiran di internal perusahaan mengenai apa yang mungkin diinginkan oleh konsumen, tanpa menanyakannya langsung ke konsumen.
Kedua prinsip ini, yang mensyaratkan adanya 'saringan' terhadap yang masuk (dalam outside-in) dan yang keluar (dalam inside-out), sangat relevan diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Outside-in umumnya lebih dominan dalam diri seseorang dibandingkan dengan inside-out. Dari sejak bayi sampai remaja atau bahkan dewasa dan menjadi tua, seseorang belajar banyak hal dari luar dirinya. Pelajaran yang diterima dari luar ini bisa yang baik bisa juga yang buruk. Jika dia lebih dominan berinteraksi dengan lingkungan atau orang-orang yang tidak baik maka apa-apa yang masuk ke dalam dirinya kemungkinan adalah yang negatif. Akan tetapi jika pergaulannya dengan yang baik, maka apa yang masuk ke dalam dirinya hampir dapat dipastikan adalah yang positif.
Tentu saja tergantung 'saringan' setiap orang apakah membolehkan hal-hal buruk masuk ke dalam dirinya atau hanya yang baik saja yang boleh lewat. Kehidupan moderen saat ini 'memaksa' kita untuk terpapar tidak hanya dengan orang-orang dan lingkungan yang baik, tetapi sekaligus dengan yang tidak baik. Oleh karena itu periksalah 'saringan' masing-masing secara rutin apakah sudah terpasang dengan tepat dan dalam ukuran yang cocok.
Memastikan saringan yang sesuai ini dilakukan dengan cara memastikan bahwa pikiran dan pemahaman kita mampu membedakan dengan benar mana yang baik dan tidak baik.
Inside-out terjadi ketika seseorang memberikan pengaruh kepada lingkungan atau orang-orang di sekitarnya dengan apa-apa yang ada pada dirinya. Tentu saja jika orang tersebut dipenuhi dengan ketidakbaikan maka yang akan keluar dari dirinya, baik melalui pikiran, ucapan maupun perbuatan badan jasmani adalah hal-hal yang tidak baik, demikian pula sebaliknya.
Terhadap prinsip inside-out inipun, harus ada 'saringan' yang tepat dalam diri setiap orang sehingga mampu menyadari apa-apa yang boleh dikeluarkan dari dalam dirinya supaya dapat membawa kebaikan dan bukan keburukan bagi orang lain maupun lingkungannya.
'Saringan' yang dipakai dalam outside-in bisa pula dipakai dalam inside-out dimana 'saringan' hanya membolehkan hal-hal baik yang boleh lewat keluar diri dan menahan hal-hal buruk untuk tidak dilepas sehingga tidak memberi pengaruh buruk bagi orang lain dan lingkungan.
Oleh karena itu sekali lagi periksalah 'saringan' kita masing-masing secara rutin supaya terpasang dengan tepat dan dalam ukuran yang cocok, sehingga sewaktu outside-in maupun inside-out terjadi, hanya yang baik-baik saja yang boleh masuk ke dalam dan lewat keluar diri kita
Toni Yoyo, STP, MM, MT (toni_yoyo@yahoo.com)
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Toni Yoyo, STP, MM, MT
|
 |
Tiga Pengemudi Bus
|
 |
Bodoh Teriak Bodoh
|
 |
Penonton "ahli" Yang Belum "ahli"
|
 |
Manajemen 360 Derajat
|
 |
Memberi Dan Berbuat Untuk Orang Lain
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Jejak
(Artikel Tetap) -
Minggu, 12 November 2006
|
 |
Gila Gelar, Gelar Gila
(Artikel Tetap) -
Senin, 13 November 2006
|
 |
Ayam Jagoku
(Artikel Tetap) -
Selasa, 14 November 2006
|
 |
The Art Of Communication That Works (4) Komunikasi Berdasarkan Gender
(Artikel Tetap) -
Selasa, 14 November 2006
|
 |
Sukses Dimulai Dari Hati Dan Pikiran
(Artikel Tetap) -
Jumat, 17 November 2006
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Manusia Pribadi Yang Unik
(Artikel Tetap) -
Jumat, 18 Mei 2007
|
 |
Self-reflection
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 Mei 2007
|
 |
The Power Within You
(Artikel Tetap) -
Kamis, 22 Maret 2007
|
 |
Optimisme Dan Sukacita Dalam Hidup
(Artikel Tetap) -
Rabu, 24 Januari 2007
|
 |
The Choice Is In Your Hand
(Artikel Tetap) -
Selasa, 09 Januari 2007
|
|
|