"
Gimana...? Sudah
diterima kerja?" tanya Bapak sepulang kerja, 19 tahun lalu. Biarpun waktu sudah
lewat hampir 2 dekade tapi saya masih ingat pertanyaan tsb., karena itulah awal
pelajaran pertama saat saya akan memasuki dunia kerja.
"
Belom nih. Kenapa
ya? Sudah kirim lamaran ke lebih dari 30 perusahaan, baru satu yang dipanggil
interview. Tapi habis itu sudah nggak
ada kabar lagi." Saya berkeluh, "Kayanya semua usaha maksimal udah dicoba, surat
lamaran kerja juga udah bagus (nyontek dari senior). Lagian nilai saya juga
nggak jelek koq."
Sambil tersenyum Bapak meneruskan bahwa yang melamar kerja
itu puluhan orang, mungkin bisa ratusan orang untuk satu lowongan. Persaingan sangat
ketat dan tentu saja banyak yang mempunyai kualifikasi di atas saya. Jika surat
lamaran yang masuk banyak sekali maka penyortiran surat
lamaran akan dilakukan mulai dari penampilan lebih dulu seperti amplop, tulisan
(zaman dulu tulisan tangan lebih disukai), foto, struktur dan kerapihan
kalimat. Setelah itu baru isi lamarannya yang mencakup pendidikan, pengalaman
dan ketrampilan.
Nah, masalahnya waktu itu saya belum punya pengalaman, ketrampilan
juga baru kulitnya saja. Yang menonjol ya...., cuma semangat khas anak muda.
Selanjutnya bapak menjelaskan bahwa supaya bisa menang dalam kompetisi, saya
harus punya nilai lebih. Kalau standar-standar aja jangan harap bisa menarik
perhatian dan dipanggil untuk wawancara apalagi sampai bisa diterima kerja.
Pointnya adalah perusahaan punya banyak pilihan, sehingga posisi tawarnya lebih
kuat dari pelamar. Akhirnya bapak menganjurkan
kalau ada kesempatan dipanggil untuk wawancara, supaya saya mengajukan usul
untuk kerja tanpa dibayar selama 3 bulan di awal. Cuma itu yang bisa saya
tawarkan, kalau gagal minimal saya sudah punya pengalaman kerja..... ya, 3 bulan
itu.
Selama beberapa minggu berikutnya saya mengirim banyak lagi surat
lamaran dengan inovasi dalam beberapa hal. Sekitar 3 minggu lewat, ternyata saya
dipanggil untuk interview di satu perusahaan konsultan. Setelah sesi wawancara
hampir berakhir, saya mengatakan bahwa jika diterima, saya bersedia kerja tanpa
digaji selama 3 bulan. Alasannya... karena saya belum punya pengalaman, dalam 3
bulan itu pihak perusahaan bisa mempelajari apakah saya mampu bekerja atau
tidak. Jika tidak mampu, tokh perusahaan tidak akan rugi karena perusahaan bisa
menambah 1 orang lagi sebagai perbandingan. Artinya bayar gaji 1 orang, dapat 2
pekerja sekaligus. Tentu saja saya berjanji akan melakukan hal terbaik yang
saya mampu.
Apa hasilnya?..........., Saya diterima dan gaji tetap
diberikan! Terima kasih.
Berbekal anjuran Bapak saya tadi, saya berkesimpulan bahwa:
- Setiap orang pasti punya nilai lebih, hanya
perlu berusaha lebih kreatif.
- Nilai lebih bisa dalam bentuk apapun dari mulai
membuat sedikit riset, melampirkan souvenir yang unik hingga membuat karya
sendiri yang harus cukup menarik.
- Tanpa nilai lebih, setiap orang akan menjadi
standar dan sulit berkompetisi.
Herman K
Director of SemutApi Colony
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Herman K- Director of SemutApi Colony
|
 |
Nilai Lebih
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Mendongkrak Kekuatan Jiwa
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 01 Desember 2007
|
 |
Bunga-bunga Di Rumahku
(Artikel Tetap) -
Senin, 03 Desember 2007
|
 |
Becoming Hero Or Loser
(Artikel Tetap) -
Senin, 03 Desember 2007
|
 |
Stop Debating Over Principles
(Artikel Tetap) -
Selasa, 04 Desember 2007
|
 |
Jadilah Orang Yang Keras Kepala!
(Artikel Tetap) -
Rabu, 05 Desember 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Ml Bagian Ke-1 Dari 3 Tulisan Ml, Md, Ms
(Artikel Tetap) -
Jumat, 30 November 2007
|
 |
My Spirit : Menunggu Keajaiban
(Artikel Tetap) -
Kamis, 29 November 2007
|
 |
36 Ji (strategy) For Happy Life - Strategy Ke-29
(Artikel Tetap) -
Selasa, 27 November 2007
|
 |
Kecerdikan Tiga Orang Tukang Sepatu , Sama Dengan Kecerdikan Zhuge Liang
(Artikel Tetap) -
Senin, 26 November 2007
|
 |
Kalau Tidak Tahu
(Artikel Tetap) -
Jumat, 23 November 2007
|
|
|