Jangan langsung berfantasi
macam-macam begitu membaca judul artikel ini. Jangan juga mengharapkan tulisan
yang 'membakar' disini. ML merupakan kependekan dari
Masa Lalu.
Walaupun disebut
ML, artinya waktu yang sudah lewat, tetapi ML ternyata bisa menjadi masa
sekarang maupun masa depan bagi sebagian orang. Maksudnya, hal atau peristiwa
yang sudah terjadi, ternyata masih mengisi pikiran orang-orang tersebut di
waktu sekarang maupun di waktu mendatang.
ML bisa berupa
memori yang baik maupun kurang baik, keberhasilan atau kegagalan, kebanggaan, kesalahan,
penyesalan, kemarahan, dendam, dan lain-lain. Seseorang yang 'terjebak' dalam
ML akan menjadi orang yang kurang perhatian terhadap saat sekarang. Kalau bisa
waktu akan diputar kembali olehnya ke ML.
Banyak orang
berkubang dalam kegagalan atau keberhasilan ML. Mereka seakan terlupa dengan kenyataan
bahwa ML telah berlalu. Tak ada yang telah lewat yang bisa kita ubah. "Nasi
sudah menjadi bubur" kata peribahasa.
Bukan berarti
kita dilarang untuk mengingat ML. Boleh-boleh saja kita mengingat ML. Yang
diperlukan adalah kemampuan untuk memperlakukan ML secara tepat. Jangan biarkan
ML mendominasi waktu, pikiran, dan perhatian kita sehingga tidak bisa
berkonsentrasi kepada apa-apa yang sedang dihadapi di saat sekarang. Hubungan
kita dengan ML bukan harus diputus. ML seyogyanya dijadikan landasan untuk
membantu membentuk masa sekarang dan masa depan kita seperti yang diinginkan.
Andai kita
membiarkan diri terbelenggu oleh ML, kita seumpama kendaraan bermotor yang rodanya
copot dan tertinggal di belakang. Apakah kendaraan tersebut bisa berjalan
dengan baik dan mengantar kita ke tempat tujuan ? Tentu jawabannya 'tidak'. ML
jangan menjadi gendongan yang memberatkan kita, tetapi seharusnya menjadi
kereta yang membawa kita melewati tahap demi tahap di saat sekarang menuju masa
depan yang lebih baik.
Gunakan ML
sebagai pengalaman dan pelajaran, untuk melangkah dan bertindak dengan lebih
baik. Totalitas kita haruslah diberikan kepada saat sekarang, saat demi saat,
sehingga kualitas yang kita hasilkan setiap waktu adalah yang terbaik dari diri
kita.
Satu rangkaian
kata-kata bijaksana yang patut direnungkan, "
Orang-orang seharusnya tidak
terkungkung pada ML, juga tidak berharap secara berlebihan yang belum datang,
saat sekarang adalah yang paling berharga. Menyesali ML, merindukan masa depan,
orang yang melakukannya ibarat si dungu yang akan merana dalam kehidupan ini seperti
ilalang dibabat, menjadi kering, hancur, dan musnah".
Penulis : Toni Yoyo (toni_yoyo@yahoo.com)
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Toni Yoyo
|
 |
Ml bagian Ke-1 Dari 3 Tulisan Ml, Md, Ms
|
 |
Penakluk Diri
|
 |
Tiga Pengemudi Bus
|
 |
Berpikir Lateral (1)
|
 |
Tak Bisa Kembali
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Nilai Lebih
(Artikel Tetap) -
Jumat, 30 November 2007
|
 |
Mendongkrak Kekuatan Jiwa
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 01 Desember 2007
|
 |
Bunga-bunga Di Rumahku
(Artikel Tetap) -
Senin, 03 Desember 2007
|
 |
Becoming Hero Or Loser
(Artikel Tetap) -
Senin, 03 Desember 2007
|
 |
Stop Debating Over Principles
(Artikel Tetap) -
Selasa, 04 Desember 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
My Spirit : Menunggu Keajaiban
(Artikel Tetap) -
Kamis, 29 November 2007
|
 |
36 Ji (strategy) For Happy Life - Strategy Ke-29
(Artikel Tetap) -
Selasa, 27 November 2007
|
 |
Kecerdikan Tiga Orang Tukang Sepatu , Sama Dengan Kecerdikan Zhuge Liang
(Artikel Tetap) -
Senin, 26 November 2007
|
 |
Kalau Tidak Tahu
(Artikel Tetap) -
Jumat, 23 November 2007
|
 |
Jadilah Yang Paling Baik
(Artikel Tetap) -
Kamis, 22 November 2007
|
|
|