Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Majalah LuarBiasa
 

Kreatif. Energik. Dinamis

Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.

Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM

Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.

Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.

Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.

Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.

36 Ji (strategy) For Happy Life - Strategy Ke-29

Penulis : Riduan Goh ~ Wealth is Mine
Selasa, 27 November 2007, Dibaca : 3542 kali | Dicetak : 406 kali | Cetak artikel ini

Pohon Kayu Berbunga Indah

V. Bing ~Posisi Seimbang

Si Bongkok Menendang Langit

Alkisah di jaman para pendekar, tersebutlah seorang ibu yang sedang hamil yang ditinggal mati suaminya akibat kejahatan yang dilakukan oleh seterunya yang dijuluki Tompel Merah. Demi menyelamatkan jiwa sang anak yang dikandungnya, ibu berjalan berhari-hari dan makan seadanya yang ditemuinya di jalan, hingga akhirnya sampai di sebuah desa terpencil di pinggir sebuah hutan, disanalah sang ibu menghantar putranya ke dunia. Harapan sang ibu adalah melahirkan seorang anak laki-laki yang gagah perkasa, tampan dan kuat untuk menebus dendam dengan mengembalikan nama baik sang ayah.

Lahirlah seorang bayi mungil yang sehat, sungguh kegembiraan yang tak terkira baginya. Sang ibu menghidupi bayinya dengan mencari kayu dan makanan di hutan. Hari berlalu hari, sepuluh bulan sudah usia sang bayi, sang bayi belum bisa menegakkan kepalanya. Ibu dengan yakin serta terus memanjatkan doa kepada yang maha kuasa agar sang bayi diberikan kesempurnaan.

Dua tahun sudah usia sang bayi, ternyata si kecil memang punya kelainan, yaitu tidak bisa berdiri tegak, alias bongkok. Melihat kondisi putranya, sang ibu sangat sedih, " Bagaimana mungkin putraku tumbuh menjadi pendekar yang handal, kalau secara fisik saja sudah tidak sempurna? Bagaimana nama baik ini keluarga dapat dipulihkan?" Teriaknya dalam hati sambil melelehkan air mata.Walau merasakan pukulan batin dahsyat melihat kenyataan, sang ibu tetap yakin, bahwa kelak sang anak tumbuh kekar sempurna, menjadi pendekar tangguh dan mampu memulihkan harkat dan martabat keluarga, walaupun dia sendiri tidak tahu caranya. Hari hari dilalui dengan ketabahan dan memperlakukan sang anak sebagaimana anak normal, hingga sang anak pun tidak pernah tahu kalau tubuhnya tidak sempurna.

Tepat pada ulang tahun ketiga, si kecil dibawa menuju sebuah perguruan silat untuk didaftarkan sebagai murid. Begitu sampai di depan pintu gerbang perguruan, sang ibu sudah ditolak, karena pakaian mereka yang telihat miskin dan mereka hanya punya sedikit uang saja.Tanpa kecil hati, sang ibu berjalan seharian menggendong si kecil menuju perguruan lain di balik bukit yang konon lebih baik. Sang ibu diterima dan persilahkan masuk bertemu pimpinan perguruan, namun dijelaskan, bahwa si kecil tidak dapat diterima sebagai murid, karena kondisi fisiknya yang bongkok tidak mungkin berlatih silat. Langkah berat mengiringi kesedihan hati sang ibu meninggalkan perguruan itu, namun hatinya tetap berkeyakinan, bahwa anaknya adalah karunia Tuhan yang terlahir lengkap dengan kesempurnaannya.

Dalam perjalanan panjang kembali ke gubuknya, senja mulai tiba, nampak di sebuah kuil tua di pinggiran sebuah sungai yang airnya mengalir bening. Sang ibu nampak letih setelah seharian mengendong si kecil itu bergegas ke sungai membasuh muka dan kakinya. Dari balik tas kainnya dikeluarkanlah sepotong kue kering, dibasahinya sebagian dengan air untuk si kecil.

Tiba-tiba terdengar langkah lembut dari dalam kuil mendekat, ternyata dihadapannya berdiri seorang biarawati tua yang tersenyum menyapa dengan sorot mata yang sangat ramah. "Saudaraku, engkau telah berjalan jauh rupanya." Dipersilahkanlah mereka untuk beristirahat di bilik di samping kuil. Biarawati ini menghidangkan dua mangkok sup jagung hangat, setelah dengan sangat lahap ibu dan anak ini menghabiskannya, setelah itu berceritalah dia tentang kemalangan yang menimpanya hingga mereka sampai di kuil itu. Dengan sabar biarawati tua ini mendengarkan kisah sang ibu yang bercerita sambil menangis meratapi nasibnya, serta keinginannya yang berapi-api agar anaknya menjadi pendekar ulung untuk membalas dendam sang ayah dan mengembalikan nama baik keluarganya. Setelah ceritanya berakhir, tanpa berkomentar biarawati mempersilahkan sang ibu beristirahat dan meminta untuk menemuinya pukul enam pagi besok di ruang tengah kuil.

Sang surya telah menyingsing terang, pukul delapan pagi sudah, sang ibu sudah menanti di ruang tengah kuil sejak sebelum pukul enam pagi, namun biarawati tua itu tidak kunjung hadir. Hatinya mulai gundah dan gelisah, dudukpun tidak tenang. Dalam kegundahannya ini sang ibu mencoba menenangkan diri, menyalakan dupa dan bersembahyang. Saat akan menancapkan dupa ke tempatnya, matanya tertuju pada selembar kertas diatas meja sembahyang yang bertuliskan "Untuk ibuku yang baik", diraihlah kertas itu dan dibacanya

"Balas-membalas tiada akhir apalah gunanya".

"Memulihkan kebenaran demi kebenaran tanpa mendendam adalah Kemuliaan".

Dua baris kalimat ini seolah tamparan bagi sang ibu, dia berlutut dan menangis sejadinya seolah tersadarkan dari niatan buruk yang dipendamnya untuk mendidik sang anak menjadi seorang pendekar pembalas dendam. Tiba-tiba tepukan lembut di bahu sang ibu dan berkata, " kalau kau sudah tersadarkan, biarlah kalian tinggal disini dan bekerja mengurus ladang di belakang kuil ini." Tanpa pikir panjang lagi sang ibu mengangguk tanda setuju akan tawaran biarawati itu. Sejak itu si kecil mulai belajar membaca, menulis dan mendalami hakekat kehidupan.

Setahun telah berlalu, intelektual dan moral si kecil berkembang pesat dan memang si Bongkok kecil memang anak yang cerdas. Namun sayang tubuhnya yang Bongkok tampak semakin kontras seiring dengan pertumbuhan badannya. Sang ibu kuatir cita-cita menjadikan si pendekar tangguh itu tidak kesampaian, hingga pada suatu pagi setelah menyapu halaman kuil, sang ibu memberanikan diri bertanya kepada biarawati yang sedang bergegas menuju ruang ibadah.

"Guru, terima kasih atas pendidikan yang diberikankepada putra kami, tetapi bukankah lebih baik juga membekalinya dengan ilmu silat, sehingga kelak juga dapat dipergunakan apabila diperlukan untuk menegakkan kebenaran." Sambil tersenyum biarawati itu mengambil sebongkah kayu yang tergeletak di halaman kuil dan memberikannya kepada sang ibu, "Ukirlah kayu ini menjadi sosok pendekar tegap dan gagah." Ucapnya sambil berlalu.

Walau bingung, sang ibu mengikuti petunjuk sang guru. Setiap malam setelah sang anak terlelap, kayu itu diukir dengan semangat dan perasaan, detail demi detail diukirnya dengan penuh curahan semangat dan harapan, bahwa si kecil akan berdiri tegak dan gagah sebagai sosok pendekar yang berahlak dan berbudi luhur. Sembilan bulan berlalu sudah, bagaikan waktu untuk melahirkan seorang bayi, maka sebongkah kayu itu telah menjelma menjadi sosok patung pendekar yang gagah. Biarawati kemudian menaruh patung itu di halaman depan kuil diatas sebuah batu besar. Sejak itu setiap pagi segera setelah melakukan doa pagi, si Bongkok kecil harus berdiri menghadap patung pedekar gagah, kemudian berjalan tegap seperti sang pendekar mengelilingi patung itu sebanyak seratus delapan putaran dengan mata yang terfokus pada sosok patung pendekar gagah ini, setelah itu dilanjutkan dengan latihan silat yang diberikan sang guru.

Suatu hari si kecil Bongkok ini bertanya kepada ibunya," Ibu siapakah patung itu?"

"Itu adalah kamu saat dewasa, seorang pendekar yang tangguh, berakhlak, gagah dan tegap. Ibu sendiri yang membuat dan melahirkan sosok itu Nak". Jawab sang ibu.

Jawaban sang ibu ini memberikan dorongan spiritual dari dalam hati sang anak, si kecil Bongkok telah melihat visi dirinya di masa mendatang dengan jelas. Semangat ini selalu diulang dan diingatkan setiap pagi sepanjang hari, sepanjang bulan dan sepanjang tahun. Dua puluh tahun sudah genap usia sang anak, si kecil Bongkok telah menjelma menjadi sosok pemuda tampan, gagah, berahklak, tangguh dan berbadan tegap. Sungguh suatu keajaiban, ternyata dengan visi dan usaha keras yang persisten, kodratpun dapat berubah.

Tibalah waktunya sang anak kembali ke kota ayahnya untuk mengungkap kebenaran, kebetulan di kota itu sendang berlangsung pemilihan ketua pendekar yang dilangsungkan terbuka di hadapan umum. 7 orang penantang telah terkapar melawan ketua pendekar Tompel Merah, tidak seorangpun sanggup menghadapinya. Menyeruak dari balik kerumunan masa seorang pemuda Bongkok memberikan hormat Tompel Merah untuk menantangnya bertanding.

Tompel Merah berkata, " Hai pemuda Bongkok, aku sangat menghargai keberanian kamu untuk menantangku, namun aku tidak bertanggung jawab akan resiko buruk yang akan menimpamu, apa kamu bersungguh mau bertanding ?"Pemuda Bongkok itupun mengangguk tanda mengerti. "Baiklah kalau itu maumu, aku akan menggunakan tangan kiriku saja untuk menghadapimu." Seru Tompel Merah seraya menyuruh anak buahnya mengikat erat tangan kanannya.

Pertanding dimulai, walau Bongkok, ternyata pemuda ini sungguh lincah, tak satupun dari ratusan dan tendangan yang dilancarkan Tompel Merah kena sasaran, Tompel Merah tampak sangat murka dan staminanya semakin menurun. Pada satu kesempatan yang tepat si Bongkok melancarkan satu tendangan tegak sambil meloncat dan menimpa telak dagu Tompel Merah hingga tidak bisa bangkit lagi, inilah jurus tendangan langit. Semua orang terperangah dibuatnya, si Bongkong menang berhak menduduki kursi pimpinan pendekar mengantikan Tompel Merah.

Pembaca yang budiman,

Keteguhan hati sang ibu yang diungkapkan dalam guratan patung kayu merupakan visi yang sangat nyata yang ditanamkan kepada si anak. Visi ini nampak jauh dari kenyataan bahwa si anak bertubuh bongkok. Namun dengan latihan, disiplin yang presisten akhirnya sang anak pun bertumbuh normal searah dengan visi yang semula tampak tidak mungkin.

Kehadiran pemuda bongkok didalam perebutan kursi pempinan pendekar telah membuat Tompel Merah menjadi sombong dan memandang rendah yang akhirnya harus dibayar dengan kekalahan tanding telak.



Pesan moral strategi ini,



Visualisasi yang semakin jelas seringkali menjadi kenyataan. Visualisasi atas apa yang kita lihat tanpa evaluasi yang bijaksana akan membuat kesalah yang harus dibayar mahal.



Kisah asli terjadi pada Dinasty Zhou era Zan Guo, Tian Dan dari kota Jimo mengumpulkan emas dan dikirimkan kepada seteru bebuyutannya Qi Jie jendral dari kota Yan. Pasukan sungguh kegirangan dan lengah melihat tanda-tanda Jimo akan menyerah kepada Yan.



Tan Dian mengumpulkan ribuan sapi di kotanya, tanduknya dipersenjatai dengan pedang tajam,tubuhnya di tutup dengan sutra ungu yang di cat dengan berbagai warna, ekornya diikat dengan merang yang telah dicelup minyak. Tepat tengah malam sapi-sapi itu di arahkan masuk ke kota Yan melalui lubang-lubang tembok yang telah dibuat di benteng kota Yan dan ekornya disulut api. Carut-marut dan kebakaran menimpa kota Yan, Tian Dan diikuti 5.000 pasukan mengempur dan menguasai kota Yan setelah sapi-sapi memporakporandakan kota Yan dan pasukannya.



Riduan Goh ~ Wealth is Mine



Rp 30JT SIDE INCOME, MAU?

0815 878 3886 ~ www.pamrich.com

Nantikan Strategy #30

反客為主 Fǎn kè wéi zhǔ - Tamu Jadi Tuan Rumah

Hanya untuk :

www.andriewongso.com


Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!


Baca juga artikel lainnya dari Riduan Goh ~ Wealth is Mine

36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-17
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-25
36 Ji (stratetgy) For Happy Life Strategy Ke-27
36 Ji (stratetgy) For Happy Life Strategy Ke-23
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-9
Artikel Selanjutnya :
My Spirit : Menunggu Keajaiban (Artikel Tetap) - Kamis, 29 November 2007
Ml Bagian Ke-1 Dari 3 Tulisan Ml, Md, Ms (Artikel Tetap) - Jumat, 30 November 2007
Nilai Lebih (Artikel Tetap) - Jumat, 30 November 2007
Mendongkrak Kekuatan Jiwa (Artikel Tetap) - Sabtu, 01 Desember 2007
Bunga-bunga Di Rumahku (Artikel Tetap) - Senin, 03 Desember 2007
Baca juga artikel sebelumnya :
Kecerdikan Tiga Orang Tukang Sepatu , Sama Dengan Kecerdikan Zhuge Liang (Artikel Tetap) - Senin, 26 November 2007
Kalau Tidak Tahu (Artikel Tetap) - Jumat, 23 November 2007
Jadilah Yang Paling Baik (Artikel Tetap) - Kamis, 22 November 2007
Hari Penuh Apriori (Artikel Tetap) - Rabu, 21 November 2007
Bukan Apa, Tapi Bagaimana Yang Penting (Artikel Tetap) - Selasa, 20 November 2007

Bagaimana menurut kalian?


SHARE & BE HAPPY

FREE!!
Teman-teman yang LUAR BIASA, melalui program ini kami akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi secara rutin langsung ke E-mail Anda!

Ajak teman-teman dan keluarga ya :)

TAMAN MOTIVASI

Hidup ini untuk mempersembahkan yang terbaik

Pengirim: Rizki Amalia Hasan

TESTIMONIAL

Assalamualaikum Pak..
Terima kasih Pak Andrie, 'coz sering mndengar motivasi dari Bapak, saya jd bisa semangat hidup lg.
Terima kasih banyak, Pak!
Jangan pernah bosan membwt saya semangat menjalani hidup.

Pengirim: Syams

RADIO SONORA - Live Streaming

ANDRIE WONGSO SUCCESS WISDOM & MOTIVATION Dengarkan siaran bapak Andrie Wongso setiap hari Senin, Pk. 07.00 - 08.00 WIB, Live di 18 station & 15 kota.
Get the Flash Player to see this player.

HUBUNGI KAMI

OUR PARTNER


Profil Motivator nomor 1 Indonesia, Artikel, T.Motivasi, Testimoni, dan Share & Be Happy. Serta kunjungi AW Shop dan Galeri Foto
Copyright © 2006-2012 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved



Motivation Motivator Motivational Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Motivate Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Semangat
Teman-teman yang LUAR BIASA,

Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!

Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
  1. Audio
  2. Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
  3. Widget
  4. Greeting Card
  5. Wallpaper
  6. Bookmark
  7. Poster
  8. Photo Frame
  9. Kalender
  10. Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.

Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?