Janganlah
merasa jago bahwa diri kita tahu segalanya. Bila kita ingin mendapatkan
informasi yang baik dan benar, simaklah baik-baik. Kalau ada berita yang kita dengar hanya sepintas, maka yang masuk melalui
telinga, pikiran dan sanubari kita juga sepintas.
Jangan merasa bahwa informasi tersebut sudah akurat. Tanpa menyimak dengan
baik, maka yang kita terima juga kurang baik mutunya.
Pada hakekatnya sebagian dari
kita hidup penuh dengan kesombongan. Kita tidak malu memberikan informasi yang
salah daripada mengakui bahwa kita tidak mengerti. Untuk menutup keraguan,
dipergunakan kata "mungkin".
Apakah kita sudah merenungkan secara mendalam, apa yang terjadi kalau informasi
salah tersebut akan menjerumuskan orang lain dalam bahaya ?
Kita
hendaknya hidup cermat. Cermat dalam segala bidang.
Karena
pada saat ini banyak orang disekitar kita yang tidak cermat dan tidak tahu,
carut marutlah masyarakat kita.
Banyak diantara kita tidak malu memberi
informasi yang tidak benar, bahkan tidak malu melakukan kesalahan. Kita sudah
tidak malu membuang sampah sembarangan, tidak malu menyangkal kebenaran yang
ada. Apakah hal ini akan dilakukan terus menerus ?
Banyak pula yang tidak tahu untuk
menegakkan disiplin di setiap tempat pada mana kita berpijak. Banyak yang belum
tahu apa sebenarnya yang harus dilakukan, sehingga tidak menyadari bahwa
dirinya tidak benar.
Jadi, malu pulalah bila kita seenaknya
menebang pohon, seenaknya mengambil daun-daun dan seenaknya datang terlambat di
sekolah atau di tempat kerja.
Demikian
juga malu pulalah bila kita seenaknya mengunyah kudapan sambil bekerja,.
Melakukan
sarapan (makan pagi) beberapa saat setelah masuk kerja juga dilakukan karena
tidak tahu. Sebaiknya kita jadi tahu, karena sarapan dilakukan sebelum masuk
kerja. Karena tidak tahu, akuilah ! Setelah itu lakukanlah yang benar.
Untuk menjaga keseimbangan, dalam kehidupan
ini kita perlu membuat keseimbangan physik dan psychis.Bagi yang terlalu kurus, usahakan menjadi
gemuk sedikit. Yang sudah terlalu gemuk, kuruskanlah tubuh ini sesuai petunjuk
untuk memelihara kesehatan. Bagi yang masih belum tahu, carilah tahu mana yang
benar, sehingga tidak melakukan kekeliruan terus menerus.
Marilah kita mulai dari sendiri untuk malu
berbuat salah dan takut akan akibat perbuatan yang tidak terpuji. Kalau sudah
mulai, peliharalah kebajikan kita agar yang tidak tahu menjadi tahu.
Semoga
kita semua bisa.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari D. Henry Basuki - Pengamat Budaya
|
 |
Kalau Tidak Tahu
|
 |
Menghukum Diri Sendiri
|
 |
Yang Kentut Belum Bayar
|
 |
Tercerahkan
|
 |
Lepaskan, Bagaikan Anak Panah
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Kecerdikan Tiga Orang Tukang Sepatu , Sama Dengan Kecerdikan Zhuge Liang
(Artikel Tetap) -
Senin, 26 November 2007
|
 |
36 Ji (strategy) For Happy Life - Strategy Ke-29
(Artikel Tetap) -
Selasa, 27 November 2007
|
 |
My Spirit : Menunggu Keajaiban
(Artikel Tetap) -
Kamis, 29 November 2007
|
 |
Ml Bagian Ke-1 Dari 3 Tulisan Ml, Md, Ms
(Artikel Tetap) -
Jumat, 30 November 2007
|
 |
Nilai Lebih
(Artikel Tetap) -
Jumat, 30 November 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Jadilah Yang Paling Baik
(Artikel Tetap) -
Kamis, 22 November 2007
|
 |
Hari Penuh Apriori
(Artikel Tetap) -
Rabu, 21 November 2007
|
 |
Bukan Apa, Tapi Bagaimana Yang Penting
(Artikel Tetap) -
Selasa, 20 November 2007
|
 |
Memaknai Kerja
(Artikel Tetap) -
Selasa, 20 November 2007
|
 |
Pelajaran Yang Tak Pernah Aku Tamatkan
(Artikel Tetap) -
Senin, 19 November 2007
|
|
|