Menurut Joseph C. Nunes dan Xavier
Dreze dalam tulisannya
Your Loyalty Program
is Betraying You di
Harvard
Business Review, ada empat hal utama yang harus dihindari dalam
loyalty
program:
- Jangan menciptakan program yang
dengan bentuk lain yang sama dengan memberikan diskon. Hal ini malah dapat
menciptakan ketidaksetiaan karena akan menciptakan perang harga. Saat United
AirLines menawarkan double miles
untuk suatu periode pada beberapa kota tertentu di midwesten, Northwest Airlines
segera merespon dengan menawarkan hal yang sama. Persaingan ini akhirnya
menjurus pada perang harga yang akhirnya bukan membuat pelanggan menjadi setia
tapi sebalikinya malah mendorong pelanggan mencari harga termurah dan
mengacaukan standar harga di industri.
- Jangan memberikan penawaran
yang sama kepada pelanggan yang tidak setia. Karena tujuan utama loyalty program adalah menciptakan
kesetiaan pelanggan, maka perlakuan kepada pelanggan yang setia harus secara
nyata dibedakan. Saat Yamaha mengadakan konser musik eksklusif Dewa kepada
pelanggan Yamaha sebagai bentuk penghargaan kepada pelanggannya, ternyata
pelanggan Yamaha kurang antusias mengikutinya sehingga akhirnya konser tersebut
juga ditawarkan kepada non-pelanggan Yamaha. Loyalty program ini akhirnya gagal
mencapai tujuannya.
- Jangan membuat loyalty program yang merugikan perusahaan.
Hindari program yang mengurangi keuntungan perusahaan besar-besaran. Jika
pelanggan dapat dipuaskan dengan penghargaan yang tidak membutuhkan banyak
biaya, tidak ada alasan untuk mengurangi keuntungan perusahaan. Time Place
menyadari bahwa pelanggan Indonesia sangat menyukai proses menawar dan selalu
ingin mendapatkan diskon, namun Time Place tidak ingin terjebak pada hal yang
dapat mengurangi keuntungannya dan menciptakan bentuk penghargaan untuk
pelanggan setianya berupa hal-hal yang tidak dapat dibeli dengan uang seperti
tour ke pabrik jam di Swiss dan belajar mengendarai mobil F1 dengan Schumaker.
Hal ini dimungkinkan dengan bekerja sama dengan prinsipalnya sehingga Time Place
sendiri tidak perlu mengeluarkan banyak biaya.
- Jangan menjanjikan hal-hal yang
tidak dapat dipenuhi. Sebelum perusahaan memberikan janji dalam loyalty program, yang wajib diperhatikan
adalah kemampuan perusahaan dalam menepati janji tersebut. Jangan berharap
pelanggan akan setia pada perusahaan yang tidak setia pada janjinya
sendiri.
- Disamping hal-hal yang harus
dihindari di atas, secara umum, loyalty
program harus menarik bagi pelanggan untuk mendorong mereka agar
tetap bersedia membelanjakan uangnya, namun tidak terlalu sulit atau kompleks
untuk diikuti dalam mendapatkan reward
yang dijanjikan. Jika tidak, pelanggan akan malas untuk mengikutinya.
Demikian pula, program tidak boleh terlalu mudah diikuti sehingga tidak dianggap
berharga oleh pelanggan. Dengan demikian loyalty program harus mampu menciptakan
sense of momentum yang memang
menimbulkan keinginan pelanggan untuk datang kembali.
Loyalty
program harus dapat dipersepsikan berharga
oleh konsumen dan dianggap sebagai tanda terima kasih atau bonus terhadap
perilaku pelanggan. Bentuk penghargaan yang efektif adalah
luxury reward yang dalam kondisi biasa
pelanggan tidak bersedia membelanjakan uangnya atau hal-hal yang memang berguna
untuk mereka.
Walaupun terlihat sulit, namun
loyalty program yang dirancang
dan dijalankan dengan serius terbukti dapat memberikan keuntungan berupa
memperkuat basis pelanggan, meningkatkan penjualan, dan memberikan informasi
pelanggan yang berguna. Pada akhirnya kualitas hubungan perusahaan dengan
pelanggan akan meningkat dan dapat menjadi
competitive advantage yang sulit ditiru
oleh kompetitor.
Loyalty program tidak selalu
bergantung pada database dan teknologi yang canggih. Sebaliknya, dapat dimulai
dari cara-cara mudah yang dapat memberikan penawaran yang cukup signifikan bagi
pelanggan dan mempengaruhi kebiasaannya untuk menjadi lebih setia, seperti
dengan mengumpulkan poin yang berhadiah. Sederhana namun cukup efektif.
Lydia Budianto
(Consultant dan Head of Service & Loyalty of MarkPlus&Co)
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Lydia Budianto (Consultant dan Head of Service & Loyalty of MarkPlus&Co)
|
 |
Loyalty Programs That Matters (part 2)
|
 |
Loyalty Programs That Matters (Part 1)
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Instant Money
(Artikel Tetap) -
Jumat, 16 November 2007
|
 |
The Secret,Law Of Attraction
(Artikel Tetap) -
Senin, 19 November 2007
|
 |
Dicari: Pemalas
(Artikel Tetap) -
Senin, 19 November 2007
|
 |
Pelajaran Yang Tak Pernah Aku Tamatkan
(Artikel Tetap) -
Senin, 19 November 2007
|
 |
Memaknai Kerja
(Artikel Tetap) -
Selasa, 20 November 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Pujian
(Artikel Tetap) -
Rabu, 14 November 2007
|
 |
Mengapa Semua Orang Takut Hujan?
(Artikel Tetap) -
Rabu, 14 November 2007
|
 |
Sandal Buruk Rupa (2)
(Artikel Tetap) -
Senin, 12 November 2007
|
 |
Kulkas
(Artikel Tetap) -
Senin, 12 November 2007
|
 |
Makan Enak Tapi Murah
(Artikel Tetap) -
Jumat, 09 November 2007
|
|
|