Musuh Naik, Pindahkan
Tangga
V. Bing ~Posisi Seimbang
Pisang Goreng Kipas Pak Gembul
Di sebuah
kawasan kampus di bilangan barat sebuah kota metropolitan terdapatlah sebuah
kios pisang goreng kipas Pak Gembul yang sangat ramai dikunjungi pembeli. Walau
kiosnya terkesan seadaanya namun ditilik dari kulit pisang yang menumpuk,
dapatlah dipastikan omzet penjualan perhari pisang goreng kipas Pak Gembul ini setara
gaji bulanan manager madya perusahaan swasta nasinal.
"Woow sungguh
bisnis yang mengiurkan. Kalau begitu kenapa kita mesti sekolah susah-susah,
kalau jual pisang goreng aja bisa punya income bulanan lebih besar dari seorang
CEO besar di negeri ini". ujar dua orang pemuda yang bersahabat. Berangkat dari
pengamatan ini, dua sahabat karib memutuskan untuk berkongsi membuka usaha
dagang pisang goreng. Waktu, biaya dan kerja keras dipertaruhkan untuk
melahirkan dan membesarkan usaha yang tampaknya sangat menggiurkan ini. Modalnya
tidak besar dan kerjanyapun juga tidak susah.
Setahun telah
dilalui kedua pemuda itu, mereka memang kreatif dan pantang mundur, hasilnya
kerjanya mulai terlihat bagus, walau belum menghasilkan prestasi se-spektakuler
kios Pak Gembul, namun pisang goreng pemuda ini sudah mulai diperhitungkan.
Justru kehadiran pisang goreng kipasnya tanpa disadari makin mempopulerkan
kawasan sekitarnya menjadi kawasan Pisang Goreng Kipas.
Putri Pak Gembul
mulai tumbuh dewasa dan membantu usaha ayahnya, putri Pak Gembul menggagas dan
meluncurkan Sukun Goreng Kipas. ini sungguh menarik, karena sejak lebih 10
tahun dagangan Pak Gembul hanya berfokus pada Pisang Goreng Kipas saja.
Kios Pemuda
merespons "Kita harus lebih unggul, 14 Febuari di hari Valentine nanti kita
akan luncurkan sepasang produk sekaligus "TETA" alias Tempe Goreng Kipas dan
Tahu Goreng Kipas. Kita akan jauh lebih spektakuler dari bisnis Putri Pak Gembul."
Ujar pemilik kios Pemuda itu tidak mau kalah.
Peluncuran
pertama produk in ludes dan memang spektakuler. Semua pelanggan ingin mencoba
apa itu TETA goreng kipas. Kios Pemuda semakin berbunga, mereka menempuh segala
upaya untuk melakukan pengadaan bahan baku untuk mengejar kekurangan supply
pasar. Ambisi mereka tak terbendung, pengembangan produk baru dilakukan dari
bulan ke bulan untuk menggandakan omzet penjualan. Dalam hitungan bulan,
keseluruhan produk mereka menjadi sangat beragam, mereka menyediakan makanan
gorengan hingga keripik singkong dan onde-onde. Mereka makin kewalahan, total
range produk mereka telah lebih dari 25 macam.
Pasar Gorengan
Kipas telah berkembang di luar pisang sebagai bahan baku, para pesaingpun
bertumbuh pesat bak cendawan. Sementara kios Pak Gembul tetap menjadi yang
terbaik dan terbesar dibawah kendali sang Putri. Resepnya ternyata sangat
sederhana, disini semua pengembangan produk hanya berbasiskan bahan pisang
saja, ada pisang goreng kipas keju, coklat, bakar dan lain sebagainya. Sementara
para kios Pemuda dan para pesaing lain dengan eforianya asyik mengembangkankan
omzet dengan berinovasi di luar pisang.
Si Putri dengan
patuh melakukan nasehat Pak Gembul kembali ke bisnis intinya yaitu PisangGoreng, apapun bentuk pengembangan produknya
tetaplah pisang goreng. Sukun gorengpun telah dihapuskan. Walau tidak
dimengerti secara pasti oleh Pak Gembul, nasehatnya ini menumbuhkan effisiensi
dan daya saing kios Pak Gembul terhadap supplier dan layanan pasar. Kios Pisang
Goreng Kipas Pak Gembul semakin berkibar dengan hadirnya sang menantu yang menghadirkan
konsep franchise Pak Gembul Pisang Goreng Kipas, menjadikan Pak Gembul adalah
sebuah merk dan salah satu bisnis franchise makanan besar di negerinya.
Lain pula yang
dialami Kios Pemuda yang terlihat ramai, tetapi sebenarnya semakin rumit karena
terjebak dengan banyaknya ragam produk yang berbahan dasar berlainan. Waktu
jugalah yang membuktikan pada akhirnya, para pelanggan banyak berkurang karena
kualitas produk dan layanan semakin menyusut.Hal ini diakibatkan oleh kompleksitas
pengelolaan produk dan layanan yang juga membuat effisiensi Kiose Pemuda ini
melorot dan merugi.
Pada akhirnya
mereka memutuskan untuk meniru Pak Gembul untuk kembali fokus ke pisang goreng,
namun sudah sangat terlambat, karena Kios Pak Gembul sudah menjadi sebuah
trademark dan jaminan penyedia Pisang Goreng Kipas yang professional. Apa mau
dikata akhirnya Kios Pemuda inipun juga berganti nama dengan menjadi franchisee
Pisang Goreng Kipas Pak Gembul untuk mempertahankan exsistensi bisnisnya.
Pembaca yang budiman,
Pisang Goreng adalah makanan
kecil rakyat yang mudah dibuat, tidak ada artinya, hanya ketlatenan, ketekunan
dan konsentrasilah yang akan membuahkan hasil yang spektakuler yang melebihi
penghasilan seorang direktur atau CEO perushaan multinasional.
Meniru jalan sukses yang
dilakukan sang pemuda adalah tepat, namun kreativitas untuk menambah omzet yang
diilhami oleh Sukun Goreng Kipas Pak Gembul telah membuat mereka membabi buta
dalam berinovasi di luar produk intinya yaitu pisang. Walau kios mereka laku,
namun terjebak dalam ketidak effisiensian dalam mengelola produk dan jasa,
sehingga daya saing hingga pelanggannya menyusut dan akhirnya merugi.
Pak Gembul kembali kepada inti
bisnis dan mengembangkannya sebagai dasar adalah keputusan yang sangat tepat.
Ini membuatnya semakin effisien dan bersaing baik dimata pemasok, konsumen
hingga pesaing. Pantaslah keluar sebagai penguasa pasar.
Pesan moral
strategi ini,
Fokuslah pada kekuatan yang ada
pada kita, pengembangan harus dilakukan selasras pula dengan kekuatan inti
kita. Kondisi luar mungkin tampak mengiurkan bagi kita, namun ambisi yang
diikuti kehati-hatian dalam bertindak serta dilandasi keselarasan pada kekuatan
inti kita akan membawa kita keluar sebagai pemenang yang sesungguhnya.
Kisah asli terjadi pada Dinasty
Han, saat jendal Han Xin dan Zhang Er memimpin 20.000 pasukan menyerang Zhao
untuk mengkonsolidasi Dinasty Han. Zhao merasa di atas angin dengan 200.000
pasukan.
2,000 tentara Han Xin menyebar
di sekitar kamp Zhao dan diperintahan menancapkan bendera sebanyak mungkin saat
pasukan mereka berangkat bertempur, sisanya dibagi dua. Satu bagian besar
ditempatkan tepat di pinggir sungai besar dan sebagian kecil dengan beringas
menyerang Zhao.
Pasukan penyerang Zhao
dikalahkan dan diperintahkan mundur , Zhao mengejar dengan ambisi. Han Xin
& Zhang Er mengatakan kepada pasukan di pinggirsungai, bahwa hanya ada 2 pilihan, yaitu
BERTEMPUR dan MENANG atau TENGGELAM di sungai. Walau jumlahnya lebih kecil,
spirit tempur mereka lebih pesar.Zhao
mundur, setiba di kamp mereka semakin kehilangan moral dan dapat dikalahkan
mudah oleh pasukan Han Xin yang sudah bersiap dan seolah berlipatganda kekuatan
mereka dengan bendera merah Han Xin yang ditempatkan di mana-mana.
Riduan Goh ~
Wealth is Mine
Mau Extra 30JT/bl di luar gaji
0815 878 3886 -
www.pamrich.com
Nantikan Strategy #29
樹上開花 Shù
shàng kāi huā -
Pohon Kayu Berbunga Indah
Hanya untuk : www.andriewongso.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Riduan Goh ~ Wealth is Mine
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-17
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-18
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-16
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-12
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-9
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Perjanjian Orang Tiong Hoa
(Artikel Tetap) -
Rabu, 07 November 2007
|
 |
Penonton "ahli" Yang Belum "ahli"
(Artikel Tetap) -
Rabu, 07 November 2007
|
 |
Loyalty Programs That Matters (Part 1)
(Artikel Tetap) -
Kamis, 08 November 2007
|
 |
Makan Enak Tapi Murah
(Artikel Tetap) -
Jumat, 09 November 2007
|
 |
Kulkas
(Artikel Tetap) -
Senin, 12 November 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Simplify Your Words
(Artikel Tetap) -
Selasa, 06 November 2007
|
 |
The Power Of Hope
(Artikel Tetap) -
Senin, 05 November 2007
|
 |
Pribadi Yang Kaya
(Artikel Tetap) -
Jumat, 02 November 2007
|
 |
Informasi Negatif
(Artikel Tetap) -
Jumat, 02 November 2007
|
 |
Apa Yang Anda Lupakan Hari Ini ?
(Artikel Tetap) -
Selasa, 30 Oktober 2007
|
|
|