It's important to talk to
people in their own language. If you do it well, they'll say, "God, he
said exactly what I was thinking." And when they begin to respect you,
they'll follow you to the death.
Lee Iacocca
Banyak orang yang lupa (atau pura-pura lupa) menyederhanakan
kosa kata yang digunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain. Tidak
menyadari latar belakang gaya bahasa,
istilah dan kebiasaan berbahasa orang yang diajak berkomunikasi. Bahasa kantor
yang sangat teknis dan njlimet menghiasi percakapan mereka. Sekali pun orang
yang diajak bicara telah mengernyitkan dahi ketika mendengarkan mereka, malah
ada yang merasa bangga bahwa mereka telah menggunakan bahasa formal nan tinggi
sehingga orang-orang mungkin saja menganggap mereka sebagai kaum intelektual.
Dalam kaitan ini, dulu pernah ada sebuah karikatur yang
menyindir rencana penyediaan tenaga pendidik bergelar Doktor (S-3) untuk
mengajar di Sekolah Dasar (SD). Karikatur
itu jika dinarasikan kira-kira seperti ini:
Doktor : Selamat Pagi
Anak-anak.
Murid SD : Selamat Pagi Pak Guru (dengan nada khas anak-anak)
Doktor: Anak-anak, pagi ini Bapak akan mengajar tentang Konflik Sosial. Seperti
kita ketahui bahwa konflik sosial, baik yang horizontal mau pun vertikal
akhir-akhir ini menunjukkan eskalasi pertumbuhan yang semakin mengkhawatirkan.
(murid-murid mulai pusing dengan istilah-istilah sang doktor).
Sekarang, agar konflik sosial tersebut tidak mengkristal menjadi permanen
sehingga sulit diatasi, harus ada solusi integratif dan komprehensif untuk
mengatasinya. Sedapat mungkin menggunakan pendekatan win-win solution.
Tentu dapat dibayangkan
bagaimana kondisi struktur kognitif anak-anak SD saat menerima ‘kuliah' sang
Doktor. Bingung !
TIPS
Supaya komunikasi kita
lancar, bahasa dan segala istilah teknis harus dapat disederhanakan sedemikian
rupa agar pendengar atau siapa saja yang sedang melakukan konversasi dengan
kita dapat menangkap esensi kalimat kita. So, tidak perlu
show off melalui penggunaan kata-kata keren namun membingungkan.
---------------------------------------
Untuk referensi
lebih lanjut, silahkan baca 2 buku penulis lainnya tentang komunikasi:
1. The Art of
Communication that Works - Komunikasi yang Berhasil
2. Understanding Your
Communication Styles - Memahami Gaya Komunikasi Anda
Untuk informasi
& pelatihan, hubungi penulis di: ponijan@central.net.id
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Ponijan Liaw ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Komunikasi Berdasarkan Ekspresi - Pendorong (driver)
|
 |
Pikat Pelanggan Dengan Reflective Listening
|
 |
Jangan Pernah Berkata Aku Tidak Bisa
|
 |
Bicaralah Sesuai Golongan Darahnya
|
 |
Begini Seharusnya Pelayanan Call Center
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-28
(Artikel Tetap) -
Selasa, 06 November 2007
|
 |
Perjanjian Orang Tiong Hoa
(Artikel Tetap) -
Rabu, 07 November 2007
|
 |
Penonton "ahli" Yang Belum "ahli"
(Artikel Tetap) -
Rabu, 07 November 2007
|
 |
Loyalty Programs That Matters (Part 1)
(Artikel Tetap) -
Kamis, 08 November 2007
|
 |
Makan Enak Tapi Murah
(Artikel Tetap) -
Jumat, 09 November 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
The Power Of Hope
(Artikel Tetap) -
Senin, 05 November 2007
|
 |
Pribadi Yang Kaya
(Artikel Tetap) -
Jumat, 02 November 2007
|
 |
Informasi Negatif
(Artikel Tetap) -
Jumat, 02 November 2007
|
 |
Apa Yang Anda Lupakan Hari Ini ?
(Artikel Tetap) -
Selasa, 30 Oktober 2007
|
 |
Lepaskan, Bagaikan Anak Panah
(Artikel Tetap) -
Selasa, 30 Oktober 2007
|
|
|