Masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak
akan hilang.
- King
Solomon -
"Ah,
yang benar? Jangan main-main?
Trus,
dioperasi atau bagaimana?" Pertanyaan beruntun bak kereta api itu meluncur dari
seorang sahabat ketika saya mengatakan bahwa sedang sakit karena ada kista di
hidung kanan saya. Tampak ia kaget dan mungkin sedikit panik. Maklum, hubungan
kami sudah sangat dekat seperti saudara.
Ya,
saat ini atau persisnya saat saya sedang menulis artikel ini saya memang sedang
tidak fit seratus persen. Sejak beberapa bulan lalu, dokter mendiagnosa ada
kista di hidung kanan saya. Penyakit ini membuat saya beberapa bulan ini sering
sekali sesak napas dan susah tidur. Jika udara dingin, entah di pagi hari atau
di malam hari (karena rumah kami berada di atas bukit), saya berjuang ekstra
keras untuk menghirup maupun menghembuskan napas. Hal inilah yang membuat saya
sudah beberapa bulan ini tidak pernah piket ronda malam padahal kegiatan itu
merupakan sebuah bentuk
silahturahmi dengan
tetangga. Biasanya di pos ronda yang tidak jauh dari rumah, kami bisa
berbincang-bincang,
curhat satu sama
lain bahkan terkadang
nge-liwet nasi
ala kadarnya untuk dimakan bersama. Sungguh nikmat!
Syukur
puji Tuhan, berkat pengobatan intensif, penyakit itu sudah mulai berkurang
secara perlahan-lahan namun belum sembuh total. Saya sempat dan masih akan
menjalani berbagai terapi. Operasi? "Itu jalan terakhir saja sebab jika
dioperasi dan diangkat, biasanya akan timbul lagi," kata Bogi Suseno, dokter
spesialis THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) yang merawat saya.
Tanpa
bermaksud untuk sombong dalam penderitaan, sejak beberapa tahun terakhir ini
saya cenderung lebih bisa menerima apa pun yang terjadi. Saya lebih bisa pasrah
kepada Tuhan, terlebih-lebih ketika keluarga kami, berkat kemurahan hati Tuhan,
bisa lulus dalam ujian soal anak pertama kami (Priscilla) yang lahir prematur
dan harus menjalani operasi jantung pada saat usianya baru 41 hari. Alhasil,
setelah peristiwa tersebut, kami semakin bisa menyadari kalau semua adalah
titipan dan milik Tuhan, termasuk hidup kami ini. Berkat peristiwa yang
tampaknya tragis itu, kami belajar banyak hal, terutama agar tidak terikat pada
materi atau harta dunia yang tidak akan pernah kami bawa ketika kami meninggal
nanti.
Saya
tertawa sekaligus terhenyuh ketika pelawak Pepeng yang sekarang sedang sakit
dalam sebuah wawancara di televisi mengatakan, "Ketika Anda menderita, jangan
suka berkata kepada Tuhan,
why me? Why
me? Why me? Ntar kalau Tuhan bilang,
Why
not, bagaimana?" Sungguh ini sebuah pernyataan iman. Jarang saya menemukan
orang yang setabah dia.
Selain
kista di hidung kanan, keluarga kami juga sedang menghadapi ujian-ujian berat
lainnya. Salah satunya adalah ayah kandung saya yang baru saja terkena stroke
ringan untuk kedua kalinya. Lagi-lagi kami tahu, kalau Tuhan sungguh mengasihi
kami, juga ayah saya yang sudah memasuki usia 59 tahun. Berkat pengobatan
intensif, ia kini sudah bisa berjalan kembali. Ketika diuji, kami tidak marah.
Memang agak sedikit sedih namun tetap bersukacita sebab kami selalu percaya
-berdasarkan pengalaman-pengalaman kami di masa lalu- kalau Tuhan memang selalu
ikut bekerja dalam segala sesuatu (dalam hal yang baik maupun hal yang buruk)
untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.
Kami
selalu yakin bahwa apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan
tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati
manusia: semua yang disediakan Tuhan untuk mereka yang mengasihi Dia.
Baru-baru
ini seorang sahabat mengirimkan saya sebuah puisi indah yang sungguh membuat
saya meneteskan air mata ketika membacanya. Perkenankanlah saya meneruskan
puisinya kepada Anda.
Jika engkau merasa lelah, tak berdaya dan
sepertinya semua usahamu sia-sia...
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Jika hatimu terasa pedih dan sudah sekian lama engkau terus-menerus menangis...
Tuhan telah menghitung air matamu.
Jika engkau berpikir bahwa dalam hidupmu engkau sedang menunggu sesuatu dan
waktu terasa berlalu begitu saja...
Tuhan sedang menunggu bersamamu.
Jika engkau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk hanya untuk
sekedar menelponmu...
Tuhan selalu berada disampingmu.
Jika engkau berpikir bahwa engkau telah mencoba segalanya dan tidak tahu harus
bebuat apa lagi...
Tuhan punya jawabannya.
Jika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan engkau merasa sangat tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba engkau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu.
Jika segala sesuatu berjalan lancar dan engkau ingin mengucap syukur...
Tuhan telah memberkatimu.
Jika sesuatu yang indah terjadi dan engkau begitu takjub...
Tuhan sedang tersenyum kepadamu.
Jika engkau memiliki tujuan untuk masa depanmu dan impian untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat selalu bahwa di manapun engkau berada dan ke manapun kau pergi...
TUHAN TAHU! Bahkan TUHAN tahu kalau engkau terkadang tidak mau tahu.
* Paulus
Winarto adalah pemegang 2 Rekor Indonesia dari Museum Rekor Indonesia (MURI)
yakni sebagai pembicara seminar yang pertama kali berbicara dalam seminar di
angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya diluncurkan di angkasa.
Sejumlah bukunya masuk dalam kategori best seller (al: First Step to be An
Entrepreneur, Reach Your Maximum Potential, Be Strong dan HOPE).
Ia banyak menimba ilmu
kepemimpinan dari guru kepemimpinan internasional, Dr. John C Maxwell. Guru
marketing Hermawan Kartajaya menjuluki Paulus sebagai "manusia kompleks".
Paulus dapat
dihubungi melalui e-mail: pwinarto@cbn.net.id
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Paulus Winarto
|
 |
Antara Ya Dan Tidak
|
 |
Antara Iman, Harapan Dan Pemaksaan Kehendak
|
 |
You are Born to Win
|
 |
Kritik
|
 |
Change for Growth (bagian 2)
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Simplify Your Words
(Artikel Tetap) -
Selasa, 06 November 2007
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-28
(Artikel Tetap) -
Selasa, 06 November 2007
|
 |
Perjanjian Orang Tiong Hoa
(Artikel Tetap) -
Rabu, 07 November 2007
|
 |
Penonton "ahli" Yang Belum "ahli"
(Artikel Tetap) -
Rabu, 07 November 2007
|
 |
Loyalty Programs That Matters (Part 1)
(Artikel Tetap) -
Kamis, 08 November 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Pribadi Yang Kaya
(Artikel Tetap) -
Jumat, 02 November 2007
|
 |
Informasi Negatif
(Artikel Tetap) -
Jumat, 02 November 2007
|
 |
Apa Yang Anda Lupakan Hari Ini ?
(Artikel Tetap) -
Selasa, 30 Oktober 2007
|
 |
Lepaskan, Bagaikan Anak Panah
(Artikel Tetap) -
Selasa, 30 Oktober 2007
|
 |
Ada Doni Tata Di Moto GP
(Artikel Tetap) -
Senin, 29 Oktober 2007
|
|
|