"Kenapa nggak ada yang
menjual buku tentang kegagalan ya?Kebanyakan
toko buku menjual buku tentang kisah sukses orang atau perusahaan."Nyeletuk pak Tirto sambil mencomot makanan
kecil di atas meja.
Saya balik bertanya, "Apa
bagusnya buku tentang kegagalan? Orang kan lebih suka melihat dan mendengar tentang hal-hal yang
bagus saja." Malam itu kebetulan kami sedang mengobrol ringan ngalor ngidul
setelah makan seafood.
Kemudian pak Tirto
menjelaskan lebih jauh kenapa buku tentang kegagalan bisa bermanfaat, misalnya
tentang:
‘Rahasia Bangkrutnya Usaha Restoran‘. Di dalam buku tersebut
orang lain akan mengetahui mengapa restoran tersebut bisa bangkrut, apakah
salah lokasi, salah management, mutu makanannya atau SDMnya. Kalau tidak salah
memang belum ada buku spesifik tentang pengalaman gagalnya seseorang. Setahu
saya dulu pernah ada buku tentang ‘
Berani-Gagal', bukan tentang
penyebab kegagalan.
Menurutnya belajar tentang
bagaimana menjadi sukses sudah lumrah dan dapat ditemukan dengan mudah. Tapi
belajar tentang pengalaman gagal juga sama pentingnya. Orang yang membaca
tentang ‘
buku-gagal' tadi dapat terhindar
dari halangan atau jebakan yang telah dilalui penulisnya. Setiap kegagalan
menyebabkan timbulnya pengorbanan biaya yang tidak terduga.Jika seseorang dapat menghindar dari penyebab
kegagalan otomatis ia dapat menghemat biaya dan energy yang tidak perlu.
Umpamanya seorang petualang
yang akan memulai perjalanan menyeberangi hutan memiliki petunjuk dari peta,
kompasdan GPS (Global Positioning
System). Di dalam peta terdapat informasi tentang jalur setapak menyusuri
sungai yang sering dilewati orang lain, Kompas dan GPS untuk menentukan arah
dan posisi supaya tidak tersesat. Jika petualang tersebut menguasai
perlengkapannya tadi, kemungkinan besar ia dapat sampai ke tujuannya. Kecuali,....
ada hal-hal tak terduga yang tidak tercantum dalam peta. Misalnya pernah ada
petualang lain yang tewas tersengat kalajengking beracun, atau kadang-kadang
muncul banjir bandang dari arah hulu, bahkan pernah ada yang dirampok di tengah
hutan tersebut. Jika petualang tersebut sempat mengetahui berita seperti itu dari
masyarakat sekitarnya, ia akan mempersiapkan antisipasi yang lebih baik. Intinya,
semakin banyak informasi yang didapat akan semakin sempurna persiapannya.
Untuk memulai suatu usaha,
biasanya kita mencari informasi sebanyak-banyaknya. Selain info positif, akan
bermanfaat jika kita dapat memperoleh info negatif dari sumber yang tepat.
Karena info positif bisa membuat kita terlena sedangkan info negatif akan
membuat kita waspada.
Barangkali ada yang berminat
membuat buku tentang kegagalan?
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Herman Kwok - Director of SemutApi Colony
|
 |
Belajar Dari Tukul
|
 |
Hijaunya Rumput Tetangga
|
 |
Salah Tempat
|
 |
Informasi Negatif
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Pribadi Yang Kaya
(Artikel Tetap) -
Jumat, 02 November 2007
|
 |
The Power Of Hope
(Artikel Tetap) -
Senin, 05 November 2007
|
 |
Simplify Your Words
(Artikel Tetap) -
Selasa, 06 November 2007
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-28
(Artikel Tetap) -
Selasa, 06 November 2007
|
 |
Perjanjian Orang Tiong Hoa
(Artikel Tetap) -
Rabu, 07 November 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Apa Yang Anda Lupakan Hari Ini ?
(Artikel Tetap) -
Selasa, 30 Oktober 2007
|
 |
Lepaskan, Bagaikan Anak Panah
(Artikel Tetap) -
Selasa, 30 Oktober 2007
|
 |
Ada Doni Tata Di Moto GP
(Artikel Tetap) -
Senin, 29 Oktober 2007
|
 |
Jenderal & Bebek
(Artikel Tetap) -
Jumat, 26 Oktober 2007
|
 |
Orang Sukses Tidak Santai, Orang Santai TIdak Sukses
(Artikel Tetap) -
Kamis, 25 Oktober 2007
|
|
|