Banyak soal membuat haru
hatiku saat lebaran tiba. Misalnya penjaga masjid di kampungku yang selalu menunda
pulang mudiknya karena harus menyelengarakan bermacam-macam kegiatan. Mulai
dari memimpin anak-anak takbir keliling kampung di malam hari sampai menyiapkan
perlengkapan shalat Idul Fitri di esok hari. Maka ketika kampung telah sepi, ia
masih harus mengepel lantai, menggulung karpet dan memunguti koran-koran bekas
untuk alas shalat. Wahai koran bekas itu betapa banyaknya. Padahal jika setiap
pembawa itu membawakembali korannya,
gunungan kotoran itu tak akan ada.
Tapi beginilah tabiatkita ini, sambil beribadah pun bisa sekaligus
berbuat dosa. Jelas sekali, kenapa ada jenis peribadatan yang rendah saja pengaruhnya
bagi perbaikan kelakuan. Kita tetap di sini, seperti ini, tak ada yang berubah
juga. Kita adalah pribadi yang sama dengan yang kemarin, yang berani menebar
kekotoran tanpa berani membersihkan. Itulah kenapa WC umumselalu buruk mutunya. Masih saja ada orang
yang berani kencing tapi tak berani mengguyur. Makanya di WC-WC umum itu,
hingga di hari ini, masih saja anjuran yangsebetulnya menghina martabat kita:
habis kencing harap diguyur!
Jelas anjuran itu pasti akibat dari banyaknya pengencing
yang lupa mengguyur bahkan kencingnya sendiri. Itulah kecurigaan saya kenapa Indonesia ini lambat sekali menjadi negara yang sehat. Karena
kesehatan itu cuma baru bisa terjadi, jika setiap dari kita sudah sama-samamenjadi pembela kepentingan bersama. Padahal
sedang kita lihat, penghancuran kebersamaan itu tengah berlangsung di
mana-mana. Soal-soal yang menyangkut tentang keadilan umum kesejahteraan umum,
dan ketenteraman bersama sedang ada di titik rendahnya. Sementara yang menyangkut
tentang keadilan pribadi, kesejahteraan pribadi dan keadilan pribadi sedang berada
di titik tertinggi.
Padahal ini tidak mungkin. Karena jika orang membangun
ketinggian sambil merendahkan yang lain, ia sesungguhnya sedang berada dalam
bahaya. Jika seseorang membangun keluasan sambil menyempitkan pihak lain,
sesungguhnya ia tengah bersiap untuk celaka. Jika keseimbangan alam ini
terganggu, ia akan meminta keseimbangan itu kembali. Dan jika ini sudahterjadi, tak akan ada kekuatan yang bisa
menghalangi. Siapa saja, akan dilumatnya.
Tetapi baiklah. Di tengah pameran ego-ego pribadi itu,
marilah kita pungut sisa-sisa yang masih ada, soal-soal yang mengharukan hati
kita, setidaknya hatiku ini. Biar ia menjadi sedikit penentram dan menerbitkan
lagi kerindukan kita atas pentingnya kebersamaan. Di antara sederet soalyang bikin haru itu adalah HP tuaku. Ia tampak
terengah-engah menerima berondongan SMS yang terlalu deras untuk ukuran usianya.
Sebentar-sebenatar HP ini sudah berteriak bahwa ia tak kuat lagi.
Satu-satu
ia saya buangi agar bisa menerima SMS lagi. Bukan pekerjaan yang mudah, karena
sambil membuang, aku sempatkan untuk membalasnya, dengan sentuhan pribadi.
Bukan SMS generik, yangsekali bikin bisa
dikirim untuk seluruh umat di jagat raya. Aku tahu pentingnya menyebut
nama-nama, menempatakn mereka sebagai pribadi istimewa di hatiku. Aku mengerti
hebohnya perasaan pihak yang dihargai.
Jika cuma berpikir tentang mode, tentang ketuaan dan
tentang gaya, rasanya HP ini sudahlayak aku campakkan, karena bahkan anak saya
pun enggan menerimanya. ‘'Itu HP abad Flindstone,'' katanya. Tetapi setiap
hendak benda ini, entah kenapa saya selalu teringat logika poligami. Banyak
orang menyakiti istri pertama yang begitu besar jasanya cuma karena ia telah
peot dan tua. Maka selama ia masih bisa bersuara dan masih terlihat hurufnya,
biarlah ia menjadi teman hidup saya.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Prie GS - Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
|
 |
Haru Lebaran
|
 |
Budaya Mentang - Mentang
|
 |
Pelajaran Yang Tak Pernah Aku Tamatkan
|
 |
Ada Doni Tata Di Moto GP
|
 |
Ayam Jagoku
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Sekolah Cinta Pertama
(Artikel Tetap) -
Selasa, 23 Oktober 2007
|
 |
Biarkan Mata Bicara
(Artikel Tetap) -
Selasa, 23 Oktober 2007
|
 |
Orang Sukses Tidak Santai, Orang Santai TIdak Sukses
(Artikel Tetap) -
Kamis, 25 Oktober 2007
|
 |
Jenderal & Bebek
(Artikel Tetap) -
Jumat, 26 Oktober 2007
|
 |
Ada Doni Tata Di Moto GP
(Artikel Tetap) -
Senin, 29 Oktober 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Harta Karun Untuk Semua
(Artikel Tetap) -
Jumat, 19 Oktober 2007
|
 |
Menciptakan Kepuasan Bagi Eksekutif
(Artikel Tetap) -
Kamis, 18 Oktober 2007
|
 |
Dunia Ini Rata
(Artikel Tetap) -
Kamis, 18 Oktober 2007
|
 |
Ide Brilian Perlu Teknik Komunikasi Untuk Menyampaikannya
(Artikel Tetap) -
Rabu, 10 Oktober 2007
|
 |
Lampor Kerinduan
(Artikel Tetap) -
Rabu, 10 Oktober 2007
|
|
|