Ketika
bumi masih sangat muda, terjadi perebutan kekuasaan antara Zeus melawan
ayahnya, Cronus yang telah menelan saudara-saudarinya.Istri
Zeus, Methys, berhasil menipu Cronus sehingga dia memuntahkan ke5
anaknya yang dengan segera bergabung dengan Zeus. Dengan bantuan
saudara-saudarinya itulah Zeus berhasil memenangkan perang maha dahsyat
itu. Cronus melarikan diri sedangkan Zeus memenjarakan para Titan yang
membantu Cronus. Pemimpin para Titan adalah Atlas, yang ditugaskan Zeus
untuk menyangga bumi dan langit sampai selama-lamanya.
Seorang lagi yang mengalami nasib
buruk dalam pekerjaannya adalah seorang hartawan bernama Sisyphus.
Sisyphus dikenal sebagai orang yang paling banyak akal di dunia.
Menjelang meninggalnya, dia meminta istrinya untuk tidak mengubur
tubuhnya. Ketika dia akhirnya meninggal dan masuk ke Hades, neraka di
legenda Yunani, dia mengadu penuh airmata pada Ratu Neraka Persephone
meminta ijin untuk memarahi istrinya dan melakukan upacara penguburan
mayatnya sendiri. Persephone yang berhati lembut mengijinkannya kembali
ke dunia.Sisyphus yang memang tidak berniat kembali ke
neraka menikmati hidupnya di dunia sampai para Dewa teringat padanya
dan menyeretnya kembali ke Hades. Sebagai hukuman atas penipuannya, dia
dihukum mendorong batu yang sangat besar ke puncak gunung. Setibanya di
puncak gunung, batu besar itu tentu saja menggelinding ke bawah dan
Sisyphus harus turun gunung untuk kembali mendorong batu itu ke atas
gunung lagi sampai batu itu menggelinding lagi ke bawah dan demikianlah
seterusnya. Sampai selamanya.
Ketika mendengar kisah Atlas dan
Sisyphus, kita bergidik membayangkan bahwa mereka harus melakukan
pekerjaan yang begitu berat, rutin dan membosankan sampai
selama-lamanya. Apakah pikiran yang ada dalam benak Atlas dan Sisyphus
setiap kali matahari bangkit dan mereka menghadapi hari baru? Apakah
mereka akan merasakan semangat yang luarbiasa karena hari baru akan
memberikan arti baru bagi pekerjaan yang begitu menjenuhkan?
Di perusahaan-perusahaan baik
swasta dan BUMN, bagaikan Sisyphus dan Atlas, banyak eksekutif yang
merasa bahwa hidup mereka tidak lagi "exciting". Mereka datang pagi ke
kantor dengan kelelahan yang sama, menuju jam-jam kerja yang tegang
yang baru berakhir ketika mereka tiba di rumah dengan letih setelah
melewati macetnya jalan raya. Bahkan direktur perusahaan juga tidak
luput dari kelelahan mental yang muncul dari pekerjaan yang sama setiap
hari, setiap minggu dan setiap bulan.
Banyak eksekutif hijrah ke
perusahaan lain untuk mendapatkan kepuasan bekerja yang hilang. Namun,
pada akhirnya mereka menemukan bahwa tibanya kerutinan dan kebosanan
itu tinggal masalah waktu. Cepat atau lambat mereka akan datang
bagaikan banjir yang melanda. Karena itu banyak eksekutif menyerah
dalam berusaha mencari sukacita dalam bekerja. "Semua pekerjaan sama
saja," banyak eksekutif yang berkata demikian. Mereka akhirnya mencari
arti kepuasan di lingkungan di luar pekerjaan seperti aktifitas sosial
atau agama.
Bagaimana perusahaan Menciptakan Kepuasan di Lingkungan Pekerjaan
Ketidak puasan merupakan masalah
motivasi yang pelik dan cenderung mendekati dimensi spiritual. Tidak
peduli seberapa makmur seseorang, ketidakpuasan adalah musuh yang
selalu membayanginya. Nelayan, pedagang, industriawan dan tokoh
keuangan, semuanya berharap untuk menjadi lebih sukses.Mereka yang hidup dari hari ke hari berusaha untuk menabung lebih banyak bagi hari-hari mendatang.Mereka
yang telah memenuhi kebutuhan sehari-harinya kini menjadi haus untuk
mencapai kekayaan, nama baik dan keberhasilan yang lebih spektakuler
dalam hidup mereka. Makin cepat seseorang menjadi sukses, makin singkat
usia kepuasan dan mereka dengan segera menceburkan diri ke dalam
perjalanan mencari sukses yang lebih besar lagi.
Jadi, bagaimana perusahaan menciptakan kepuasan bagi para eksekutif yang hebat-hebat ini?
Bagi para eksekutif yang hebat,
masalahnya adalah bahwa mereka telah melalui semua kebutuhan yang
dasar. Dalam piramida Maslow, mereka telah mendapatkan kepuasan
biologis, keamanan dan lingkungan social. Beberapa bahkan telah
berulang kali menunjukkan kehandalan mereka. Keberhasilan
(self-actualization) bukan lagi sebuah kepuasan bila mereka capai
karena telah mereka capai berulang-ulang. Namun masih ada satu lagi
kebutuhan yang akan memberikan mereka kepuasan yang konon baru
ditemukan oleh Maslow pada bulan-bulan terakhir hidupnya. Inilah
Selflessness, kebutuhan untuk tidak hanya melayani diri sendiri.
Dalam pekerjaan, Selflessness adalah kepuasan karena melakukan hal yang mempunyai tujuan yang agung, yang berarti.Bagi
mereka, tujuan yang agung memberikan tantangan yang tidak membuang
waktu dan tenaga mereka secara sia-sia. Kepuasan batin mereka timbul
dari memecahkan tantangan-tantangan ini menuju tercapainya tujuan besar
itu.
Seorang tokoh masyarakat
sangat berhasil mempertahankan para eksekutifnya karena visinya merubah
Jakarta menjadi permata Asia Tenggara. Walau eksekutif2nya mendapatkan
banyak tawaran untuk pindah tetapi banyak dari mereka yang bertahan
karena mereka melihat bahwa tokoh ini benar-benar berusaha merubah
Jakarta bukan saja menjadi kota metropolitan Indonesia tetapi menjadi
kota bisnis regional.
Sebuah misi yang besar dan agung
merupakan magnet bukan hanya untuk eksekutif tetapi untuk setiap orang.
Seorang general manager yang bekerja di sebuah perusahaan makanan di
pulau Jawa awalnya ditugaskan di bagian mie instan. Tetapi setelah dia
diangkat menjadi asisten direktur dia melihat bahwa perusahaannya mampu
memproduksi makanan lezat berharga murah untuk rakyat jelata. Setelah
misinya didukung oleh pemilik perusahaan, dia menyerukan pada
karyawannya tentang tugas mulia mereka: makanan sehat bermutu bagi
rakyat biasa. Semangatnya yang menggelora dan seruannya yang
inspirational menciptakan hasil yang sangat mengesankan: dalam beberapa
minggu setelah misi yang baru itu disebarkan, produktifitas karyawannya
meningkat drastis.
Seorang eksekutif bagian produksi
sebuah perusahan otomotif di Jakarta hampir kehilangan motivasi karena
terlalu banyak menggeluti masalah karyawan yang terus mempertanyakan
uang makan, uang transport dan uang jasa. Kemudian pesaingnya
meluncurkan mobil model baru. Sang eksekutif yang melihat kehebatan
produk baru itu mengumpulkan belasan foremannya dan menyerukan bahwa
misi mereka mulai saat itu adalah "membuat pembeli begitu puas sehingga
mereka tidak mungkin memikirkan pilihan lain".Produktifitas
dan kualitas hampir seketika meningkat dan karyawan tidak lagi
mempermasalahkan segala macam uang harian. Ketika perusahaan pada
akhirnya mendapatkan laba yang besar karena penjualan yang tinggi,
karyawan juga mendapatkan bagian sehingga keluhan tentang keuangan itu
benar-benar tuntas.
Penutup
Apakah sebuah visi, misi dan
tujuan yang dahsyat akan memotivasi semua eksekutif? Tentu saja tidak,
tidak ada hadiah yang manjur untuk semua orang.Tetapi misi yang besar menciptakan arti hidup dan inilah yang membuat orang berbeda dengan Sisyphus dan Atlas.
Baik Sisyphus maupun Atlas mau
tidak mau harus melakukan pekerjaannya. Mereka akan dihukum lebih berat
lagi bila mereka tidak melakukan tugas mereka. Walau mereka merasa
pekerjaan mereka sia-sia, mereka tidak punya pilihan. Tapi di dunia
nyata, pilihan bagi para eksekutif makin lama makin banyak. Pergulatan
untuk memperebutkan eksekutif yang mampu memberikan hasil yang nyata
makin lama makin tegang.Perusahaan memiliki tugas berat di depan mata yaitumenemukan cara membuat eksekutif mereka merasa mendapatkan arti hidup pada saat mereka bertugas dalam perusahaan itu.Saat ini, jalan keluar terbaik adalah sebuah tujuan yang agung.
Steve Sudjatmiko
Red Piramid Change Specialist
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Steve Sudjatmiko - Red Piramid Change Specialist
|
 |
Menciptakan Kepuasan Bagi Eksekutif
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Harta Karun Untuk Semua
(Artikel Tetap) -
Jumat, 19 Oktober 2007
|
 |
Haru Lebaran
(Artikel Tetap) -
Senin, 22 Oktober 2007
|
 |
Sekolah Cinta Pertama
(Artikel Tetap) -
Selasa, 23 Oktober 2007
|
 |
Biarkan Mata Bicara
(Artikel Tetap) -
Selasa, 23 Oktober 2007
|
 |
Orang Sukses Tidak Santai, Orang Santai TIdak Sukses
(Artikel Tetap) -
Kamis, 25 Oktober 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Dunia Ini Rata
(Artikel Tetap) -
Kamis, 18 Oktober 2007
|
 |
Ide Brilian Perlu Teknik Komunikasi Untuk Menyampaikannya
(Artikel Tetap) -
Rabu, 10 Oktober 2007
|
 |
Lampor Kerinduan
(Artikel Tetap) -
Rabu, 10 Oktober 2007
|
 |
Pengaruh Buku
(Artikel Tetap) -
Selasa, 09 Oktober 2007
|
 |
12,5 Dollar
(Artikel Tetap) -
Senin, 08 Oktober 2007
|
|
|