Manusia hidupnya tidak diselamatkan oleh pendidikan, tetapi
diselamatkan oleh ketrampilan, itu kata Gede Prama, dan beliau
mengatakan bahwa itu diambil dari sebuah koran sekitar dua puluh tujuh
tahun yang lalu.
Sementara penulis yang lain, Josep Landry, menyatakan bila terlahir
sebagai bebek, lebih baik tidak berfikir untuk menjadi elang. Karena
nanti bisa menjadi belang, bebek tidak elangpun bukan. Sungguh sebuah
pemikiran yang berbeda dengan kebanyakan motivator. Tetapi begitulah
penulis.
Di awal acara Kick Andy tersebut ada kisah seorang ibu yang telah lelah
melihat anaknya yang kecanduan narkoba dan si anak tiba-tiba menangis
ketika membaca sebuah novel. Novel itu juga yang membuat si anak serius
untuk meninggalkan narkoba bahkan juga menyelesaikan skripsinya.
Seorang dokter gigi yang baru selesai PTT dan sedang menunggu nasib
untuk dipanggil menjadi pegawai negeri, malu setelah membaca tokoh yang
bernama Mahar dalam novel tersebut. Mahar yang begitu mahir dalam seni
tetapi hidupnya hanya menjadi pelatih beruk (monyet) yang dipekerjakan
menjadi pengambil kelapa, akibat terlalu fokus menunggu panggilan untuk
menjadi honorer pegawai negeri.
Sang dokter gigi sekarang bahkan sudah memiliki tempat praktek sendiri
dan melupakan niat untuk menjadi pegawai negeri. Sang dokter gigi,
menyatakan bahwa bila dia menunggu nasib yang mendatangi dirinya,
sangat menyedihkan dan akan menjadi seperti Mahar. Maka dia memilih
untuk berusaha dan mendekati nasib baik yang ada.
Seorang guru SMA sang penulis novel pernah menunjukkan foto Menara
Eiffel dan menyatakan bahwa satu hari nanti kalian akan bisa bersekolah
di Perancis serta keliling di Afrika. Sang penulis kemudian benar-benar
melaksanakan apa yang dikatakan oleh sang guru.
Ini mengingatkan saya kepada ayah dari Yahya bersaudara ketika Tantowi
dan Helmi ingin sekali bersekolah di Jakarta sejak SMA. Sang ayah
menyatakan bahwa satu hari nanti Jakarta kalian (maaf) ‘kencingi’.
Andrea Hirata. Seperti tulisan saya berjudul Para Pelangi dan akan Anda
baca juga dalam buku berjudul Telur Columbus, mereka mengejar mimpi
mereka. Tantowi, Helmi dan last but not least Andrea. Begitu besar
pengaruh sebuah mimpi, begitu besar pengaruh sebuah semangat.
Muslimah, seorang guru di SD Muhammadiyah Belitong, dan pernah mengajar
selama 13 tahun. Seorang guru yang begitu rendah hati. Dipuji oleh
bukan hanya sepuluh muridnya tetapi lebih dari dua puluh ribu orang
yang telah membaca Laskar Pelangi. Beliau menyatakan bahwa ‘saya tidak
tahu bisa dipuji setinggi itu. Saya melakukan karena saya guru. Maka
saya yang harus mengajar. Saya tidak pintar. Murid-muridnya lah yang
pintar.’
Sebuah istilah “Laskar Pelangi” yang dimaksudkan oleh Muslimah untuk
mengangkat semangat para muridnya dengan kata laskar tersebut agar
terus bersemangat untuk sekolah. Istilah itu yang kemudian dijadikan
judul novel Andrea. Novel yang dia tulis sekedar sebagai memoarnya akan
semangat yang ditularkan oleh guru-gurunya dan berakibat pada
keberhasilannya mendapatkan beasiswa di Sorbonne.
Buku yang hanya dicetak dan di-fotokopi dalam jumlah terbatas sebagai
persembahan bagi ulang tahun Muslimah. Diberikan hanya kepada
teman-teman terdekatnya, dan seorang teman yang nekad mengirimkan teks
tersebut kepada Bentang Pustaka menyebabkan Andrea jadi semakin
bersemangat untuk membuat lanjutan cerita tersebut hingga lahirlah Sang
Pemimpi yang dicetak ulang hanya dalam waktu sepuluh hari setelah
cetakan pertama. Kemudian Edensor yang mengisahkan perjalanan Andrea
keliling dunia serta nanti akan ditutup dengan Maryamah Karpov, yang
walaupun bebebera orang terdekat sudah mengetahui konteks cerita
penutup tetralogi itu, tetap saja tidak etis untuk diungkapkan sebelum
sang penutup tetralogi diterbitkan.
Sebuah buku adalah sebuah buku. Ada pepatah lama yang berbunyi scripta
manent, verba valent. Tulisan akan tetap hidup sementara ucapan akan
mudah hilang. Buku adalah buku dan karena dia manent maka sedikit demi
sedikit orang akan mulai dipengaruhi.
Saya pernah ikut beberapa bincang buku yang mengupas novel-novel kawan
saya ini. Novel ini, seperti kata ... Ita, pimpinan di sebuah majalah
wanita, menjadi menarik karena ditulis dari dalam hati. Itu justru yang
membuat cerita itu begitu menginspirasi bagi banyak orang.
Tulisan itu memang hanya sebuah memoar. Tetapi sebuah memoar yang
menunjukkan bagaimana pengaruh kobaran semangat menjadi mimpi. Mimpi
yang disertai dendam untuk mencapainya, serta usaha keras berpanduan
‘peta mimpi’ itulah yang membuat si Ikal benar-benar berhasil sekolah
di Perancis bahkan jalan-jalan hingga ke Afrika. Memoar untuk para
elang yang belum tahu kemana harus terbang.
Memoar, bahkan hal yang paling pahit sekalipun seperti kisah si Mahar
yang menjadi pelatih beruk pun bisa menginspirasi. Memoar bagaimana
bukan hanya Ikal, tetapi yang lebih parah lagi dari segi ekonomi maupun
psikologis, Arai, juga menginspirasi banyak orang yang terperosok ke
kehidupan rutin mereka saat ini untuk bangkit kembali.
Bangkit kembali, menata ulang mimpi mereka, menjadikannya peta arah,
berjalan dengan kerja keras mencapai mimpi tersebut. Tidak peduli siapa
Anda sebenarnya, apakah Anda bebek atau elang, kalau mengutip Joseph,
ini saat Anda menata ulang mimpi Anda dan berjalan menggunakan peta
tersebut. Jadilah elang yang mampu terbang tinggi, jadilah bebek yang
mahir berenang.
Seperti cara si Ikal menata bab di tetralogi ini, dia menyatakan
sebagai mozaik. Maka tetralogi itu adalah mozaik. Sebuah mozaik yang
terdiri dari berbagai potongan yang bahkan mungkin berbeda dalam
bentuk, ukuran maupun warna. Tetapi semua potongan tersebut tersusun
menjadi sebuah bentuk yang indah dan sedap dipandang.
Ikal dan lebih dari sepuluh kawannya (ya, memang dia punya sembilan
teman di Laskar Pelangi, tetapi ada Arai dan banyak lagi, kan?)
berbekal peta yang dibuatkan oleh bu Muslimah yang menjalankan
amanatnya yang membentuk mozaik yang indah dan sedap dipandang tersebut.
Bicara tentang amanat, ada pesan dari Pak Quraisy Shihab yang
menyatakan jangan menerima amanah kalau khawatir tidak menunaikannya.
Bu Muslimah tahu dia mampu, walaupun hanya tamatan Sekolah Kepandaian
Putri yang setingkat SLTP. Beliau menjalankannya karena beliau suka
dengan anak-anak dan suka melihat semangat yang berkobar-kobar dan
menyala-nyala sehingga dia bahkan berani menempuh hujan dan hanya
berpayung daun untuk datang ke sekolah dan mengajar anak-anak itu.
Pernahkah Anda sangat bersemangat seperti Muslimah demi amanah yang
Anda terima? Mari kita renungkan saja, tidak perlu saling menyalahkan.
Guru, karyawan, pengusaha, suami, istri, orangtua, anak, siapa saja,
peran apa saja, memiliki amanah masing-masing. Silakan renungkan dan
tidak perlu saling menyalahkan.
Mozaik yang dirangkai dengan manis sekali, menggunakan ketrampilan
(mengutip Gede Prama) sastranya bujang dari Belitong. Memanfaatkan
metafora yang unik tetapi indah atau menurut Prof. Sapardi Djoko
Damono, sang guru besar sastra, sebagai metafora yang berani, tidak
biasa, tak terdua, kadang kala ngawur, namun amat memikat. Bukan hanya
membuat orang menangis dan tertawa secara bergantian terus-menerus,
tetapi juga menginspirasi banyak orang.
Mau apalagi, karena itulah pengaruh buku. Scripta manent, verba valent.
ardian.syam@gmail.com - Medan – Oktober 2007
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Ardian Syam ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Pleonoxia Atau Motivasi
|
 |
Evaluasi
|
 |
Mari Mencari Kambing Hitam
|
 |
Diputar, Dijilat ....
|
 |
Lha Formulanya Cuma Itu
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Lampor Kerinduan
(Artikel Tetap) -
Rabu, 10 Oktober 2007
|
 |
Ide Brilian Perlu Teknik Komunikasi Untuk Menyampaikannya
(Artikel Tetap) -
Rabu, 10 Oktober 2007
|
 |
Dunia Ini Rata
(Artikel Tetap) -
Kamis, 18 Oktober 2007
|
 |
Menciptakan Kepuasan Bagi Eksekutif
(Artikel Tetap) -
Kamis, 18 Oktober 2007
|
 |
Harta Karun Untuk Semua
(Artikel Tetap) -
Jumat, 19 Oktober 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
12,5 Dollar
(Artikel Tetap) -
Senin, 08 Oktober 2007
|
 |
Hijaunya Rumput Tetangga
(Artikel Tetap) -
Rabu, 03 Oktober 2007
|
 |
Ibu Rumah Tangga: Lokomotif Perubahan Dunia
(Artikel Tetap) -
Senin, 01 Oktober 2007
|
 |
Komunikasi Berdasarkan Gerak - Pemikir (thinker)
(Artikel Tetap) -
Senin, 01 Oktober 2007
|
 |
Anakku Kena Jotos
(Artikel Tetap) -
Senin, 01 Oktober 2007
|
|
|