Di malam hari umumnya saya menyiapkan pakaian kerja untuk esok hari. Oleh 'crew' di rumah, kadang saya disiapkan bekal makan siang. Tentu saya juga harus menyiapkan uang yang cukup untuk ongkos transportasi dan antisipasi kebutuhan di perjalanan dan di kantor. Tidak ketinggalan berkas kerja maupun hal lain yang barangkali dibutuhkan, saya siapkan.
Bukan hanya untuk pergi, selama, dan pulang kantor, saya membuat persiapan. Lain keperluanpun pasti saya membuat persiapan. Dari mengecek uang, kartu ATM, kartu kredit di dompet, membawa bekal makanan, pakaian, obat atau keperluan lain yang mungkin dibutuhkan sesuai dengan tujuan kepergian. Jangankan mau pergi, mau tidurpun saya membuat persiapan dengan gosok gigi dulu, memastikan anak-anak sudah tidur, dan pintu serta jendela sudah terkunci.
Anehkah hal-hal di atas ? Tentu sudah jamak walau di antara kita mungkin beda bekal dan persiapan yang dilakukan. Pokoknya kita tidak akan ngalor ngidul atau keluyuran tanpa tujuan dan tanpa persiapan sama sekali.
Belum lama ini saya pindah kerja. Ada paket kompensasi baru yang saya dapatkan komplit dengan lingkungan, suasana, teman-teman kerja dan rute perjalanan baru. Irama dan detak kehidupan saya berubah.
Jika berkendara sendiri, tempat kerja baru memerlukan waktu tempuh yang lebih lama dibanding tempat kerja lama. Alhasil, bersibukrialah saya mencari informasi dan mencoba berbagai alternatif angkutan guna menemukan moda yang nyaman, aman, dan cepat (tentu juga kalau bisa lebih murah). Semuanya disopirin, tidak usah nyetir sendiri, lebih menjanjikan ketimbang bercapek dan bermahal ria kemudikan kendaraan sendiri. Lihat punya lihat, amati demi amati terhadap sesama penumpang, terlihat ada kesamaannya. Semuanya berjuang keras masuk duluan guna mendapatkan tempat yang paling oke sepanjang perjalanan, yang bisa memakan waktu 1, 2 sampai 3 jam. Saling dorong, saling sikut, dan saling ganjal adalah pemandangan nyata yang terlihat kasat mata.
Demi sedikit kenyamanan dalam perjalanan yang tidak lebih dari 3 jam, semua orang (tanpa terkecuali diri saya) berupaya keras, bahkan kadang sangat keras. Mengapa untuk menyiapkan 'bekal' dan mendapatkan 'kenyamanan' yang lebih kekal nantinya di akhirat, kita tidak berupaya keras melakukan banyak perbuatan baik dalam setiap kesempatan selagi kita masih hidup ? Banyak dari kita menghabiskan percuma waktu dan potensi diri, kemudian menyadari bahwa usia makin bertambah, selanjutnya menyesali diri kenapa tidak dari dulu menyiapkan 'bekal' diri.
Karena kita tidak tahu persis berapa banyak 'bekal' yang dibutuhkan, maka lebih baik cari aman dengan menyiapkan dan 'menabung bekal' sebanyak-banyaknya.
Beragam perbuatan baik, mulai dari yang kecil, sedang, sampai besar yang dapat kita lakukan setiap harinya. Seringkali kesempatan berbuat baik tidak disodorkan ke depan kita tetapi kitalah yang harus secara aktif mencari atau membuatnya.
Marilah kita berjuang dengan sungguh-sungguh untuk memupuk diri dengan berbagai kebiasaan berbuat baik. Jangan sampai berlaku pepatah "sesal kemudian tiada guna".
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Toni Yoyo, STP, MM, MT
|
 |
Penipu Yang Tertipu
|
 |
Penonton "ahli" Yang Belum "ahli"
|
 |
Di-Mentor-I Dan Me-Mentor-I
|
 |
Memberi Dan Berbuat Untuk Orang Lain
|
 |
Refleksi Keseharian
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-26
(Artikel Tetap) -
Kamis, 13 September 2007
|
 |
Manajemen Diri
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 September 2007
|
 |
Ada Rossi Di Televisi
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 September 2007
|
 |
Waktu Ibarat Pedang
(Artikel Tetap) -
Selasa, 18 September 2007
|
 |
Tercerahkan
(Artikel Tetap) -
Kamis, 20 September 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
The Power Of Change
(Artikel Tetap) -
Kamis, 27 September 2007
|
 |
Karakter
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 September 2007
|
 |
Cinta, Harta Dan Sehat
(Artikel Tetap) -
Selasa, 11 September 2007
|
 |
Dua Jam Sebelum Keberangkatan
(Artikel Tetap) -
Selasa, 11 September 2007
|
 |
Komunikasi Berdasarkan Gerak - Pengarah (director)
(Artikel Tetap) -
Selasa, 11 September 2007
|
|
|