Home
Profile AW
Interaksi AW
Artikel AW
AW 4U
FREE Corner
AW Shop
Majalah LuarBiasa
 

Kreatif. Energik. Dinamis

Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.

Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM

Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.

Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.

Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.

Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.

Maafkan Saya

Penulis : Pitoyo Amrih ( Profil Penulis )
Kamis, 15 Januari 2009, Dibaca : 2744 kali | Dicetak : 211 kali | Cetak artikel ini



“Tadi uang papa limapuluh ribu kan,.. mana kembaliannya..” sebuah kalimat, malam itu menarik perhatian saya. Di sebuah sudut sebuah supermal, saya berdiri sambil menunggu anak saya bermain di sebuah pusat permainan anak di situ. Seperti biasa, memang dalam keramaian seperti itu, sebenarnya saya sedang menikmati kesendirian mengamati segala hal di sekeliling saya. Lalu lalang orang di pusat pertokoan itu, tawa canda anak dan orang tua di situ, kelucuan-kelucuan orang tua yang lebih menikmati suasana tinimbang anak-anaknya yang dibiarkan berjalan bersama pengasuhnya. Atau silang pendapat yang biasa terjadi dalam hubungan keluarga juga sering terlihat di sana, seperti juga yang tertangkap oleh telinga dan mata saya malam itu. 

“..lah, kan sudah aku kasih ke papa..” tukas sang anak, dengan nada agak tinggi. Si anak adalah seorang bocah laki-laki kira-kira umur belasan tahun, sementara si ayah, mungkin beberapa tahun lebih tua dari saya. 

“..kamu jangan bohong, yaa..” sergah sang ayah, sambil tampak sang ayah menunjuk ke muka sang anak. Sepertinya kesabarannya sudah mulai habis. 

“..sudah aku kasih ke papa…!!” teriak si anak sambil pergi menjauh dari ayahnya. Tampak sang ayah kemudian merogoh-rogohkan tangan ke saku, kemudian buka-buka dompet, sampai kemudian tangan kanannya tampak meraih beberapa lembar uang kertas di saku atas bajunya, dahi berkernyit pada raut mukanya, beberapa saat menghitung lembaran uang itu. Tampak seperti ragu, kemudian memasukkan uang itu ke dompet. 

Saya tidak tahu persis kejadiannya bagaimana dan akhirnya bagaimana, karena kemudian yang terlihat, sang ayah itu berlalu begitu saja. Hanya saja anehnya, dia berjalan berlawanan arah dengan langkah si anak, tidak berusaha menyusul anaknya. Apa yang ada di kepala saya kemudian hanyalah sebuah asumsi. Asumsi dan dugaan bahwa ternyata si ayah sepertinya telah keliru, sadar akan kekeliruannya, bahwa uang yang mereka ributkan sebenarnya telah diterimanya, hanya dia lupa menaruhnya di saku yang sebelumnya luput dari periksanya. 

Saya hanya berharap bahwa bilasaja apa yang terjadi sesuai asumsi saya, maka semoga si ayah segera mencari anaknya untuk meminta maaf telah lupa, bahkan sampai menuduh sang anak berkata bohong. 

Suatu saat kita sebagai manusia, pastilah pernah melakukan kesalahan-kesalahan, kekhilafan-kekhilafan. Karena memang itulah hakekat manusia. Dan bisa dipastikan, suatu saat kita juga melakukan kesalahan terhadap anak kita sendiri. Tapi sepanjang pengetahuan saya, rupanya kata maaf dari seorang orang tua kepada anaknya adalah sesuatu yang tidak begitu dianggap serius di peri kehidupan kita.  

Sesekali cobalah kita merenung, dari sekian kali kita melakukan suatu kesalahan kepada anak kita, kemudian kita menyadari kesalahan itu, tanpa menunggu lebih lama lagi, berapa kali, kemudian kita datang kepada si anak, menatap matanya, dan dengan kepala tegak berkata maaf kepada sang anak? 

Dan kalau hal ini bisa diperluas lagi, kasusnya bisa jadi tidak hanya antara seorang orang tua dengan anaknya, mungkin bisa terjadi seorang karyawan senior kepada karyawan yunior, seorang yang lebih tua kepada yang lebih muda. Seseorang yang berpangkat lebih tinggi kepada anak buahnya. Adakah kita bisa dengan dada lapang berkata maaf kepada anak, si yunior, yang lebih muda, bawahan, suatu saat bila kita melakukan kesalahan? Mungkinkah kata maaf kepada mereka menurunkan wibawa kita..? Kenapa selalu kita harus menunggu momen lebaran untuk meminta maaf..? 

Kata Covey, seorang proaktif adalah orang yang mampu berkehendak bebas. Tentunya bisa dijabarkan –juga- mampu untuk berkehendak bebas terhadap ke-tinggi hati-an orang itu sendiri bila saja diminta untuk proaktif berkata maaf saat melakukan kesalahan terhadap anak, sang bawahan, atau orang yang lebih muda.  

Atau.. bila asumsi saya benar atas kejadian sang orangtua-anak di atas, .. anda memilih pergi ke ‘arah yang berbeda’,.. dan berharap itu berlalu sendirinya. Silahkan anda menilai mana yang lebih baik.

  11 Januari 2009
Pitoyo Amrih
www.pitoyo.com
Bersama Memberdayakan Diri dan Keluarga

Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!


Baca juga artikel lainnya dari Pitoyo Amrih ( Daftar Artikel Selengkapnya )

Menjadi Pemenang (bag II)
Menembus Batas
Antara Anugrah Dan Bencana
Semangat Menghargai Apa Yang Kita Punya
Berbagi Alam Dengan Anak Cucu bagian II
Artikel Selanjutnya :
Nasi Kucing (2) (Artikel Tetap) - Jumat, 16 Januari 2009
Ramalan Yang Selalu Berhasil (Artikel Tetap) - Sabtu, 17 Januari 2009
Gagasan (Artikel Tetap) - Senin, 19 Januari 2009
Akibat Komunikasi Koruptif (Artikel Tetap) - Selasa, 20 Januari 2009
Heroic Leadership I (Artikel Tetap) - Kamis, 22 Januari 2009
Baca juga artikel sebelumnya :
Fenomena Alam Bawah Sadar Membengkak (Artikel Tetap) - Rabu, 14 Januari 2009
How To Start A Business (Artikel Tetap) - Selasa, 13 Januari 2009
2009 : The Year Of Opportunity (Artikel Tetap) - Senin, 12 Januari 2009
AGAR MIMPI MENJADI NYATA (Artikel Tetap) - Jumat, 09 Januari 2009
Live With Hope And It Is Your Time To Shine In 2009 (Artikel Tetap) - Kamis, 08 Januari 2009

Bagaimana menurut kalian?




SHARE & BE HAPPY

FREE!!
Teman-teman yang LUAR BIASA, melalui program ini kami akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi secara rutin langsung ke E-mail Anda!

Ajak teman-teman dan keluarga ya :)

AW MOTIVATION QUOTES

TAMAN MOTIVASI

Never underestimate something small when you are starting to run a business.

Faiz

Pengirim: Faiz

TESTIMONIAL

saya berterima kasih atas apa yang telah disampaikan pak andrie wongso ketika seminar di UBAYA beberapa saat yang lalu, saya menjadi sadar semuanya membutuhkan kerja keras yang tidak lah mudah namun harus kita hadapi untuk menjadi maju dan sukses. Luar Biasa!!!

Pengirim: Candra

RADIO SONORA - Live Streaming

ANDRIE WONGSO SUCCESS WISDOM & MOTIVATION Dengarkan siaran bapak Andrie Wongso setiap hari Senin, Pk. 07.00 - 08.00 WIB, Live di 18 station & 15 kota.
Get the Flash Player to see this player.

HUBUNGI KAMI

OUR PARTNER


Profil Motivator nomor 1 Indonesia, Artikel, T.Motivasi, Testimoni, dan Share & Be Happy. Serta kunjungi AW Shop dan Galeri Foto
Copyright © 2006-2012 Andriewongso.com Action & Wisdom Motivation Training. All Rights Reserved



Motivation Motivator Motivational Bijaksana Kata Motivasi Motivasi Motivate Kata-kata Motivasi Kata Mutiara Kata Bijak Persahabatan Semangat
Teman-teman yang LUAR BIASA,

Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!

Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
  1. Audio
  2. Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
  3. Widget
  4. Greeting Card
  5. Wallpaper
  6. Bookmark
  7. Poster
  8. Photo Frame
  9. Kalender
  10. Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.

Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?