Apa yang akan saya pikirkan hari ini?
Hmmm .... aneh rasanya pertanyaan itu. Apa yang akan saya pikirkan hari
ini?
Mungkin kita pernah bertanya tentang hal yang sama, mungkin juga tidak.
Sekilas pertanyaan di atas seperti 'daily plan', tapi mengapa 'berpikir' yang
ditanya? Bukan pelaksanaan (action)-nya?
Apa yang kita pikirkan dan rasakan mempengaruhi ucapan dan perilaku
sehari-hari. Perilaku tidak pernah terjadi spontan begitu saja, demikian juga ucapan.
Keduanya adalah hasil proses interaksi antara pikiran dan perasaan, se-spontan
apapun munculnya. Otak ibarat 'big boss' yang mengatur semuanya, mulai dari
panca indera menerima informasi hingga proses berpikir yang hanya sepersekian ribu
detik kecepatannya dan langsung terlihat dari perilaku atau ucapan yang muncul
kemudian.
Bila demikian, bukankah kita perlu berhati-hati dengan apa yang kita
pikirkan?
Coba saja sekarang anda pikirkan satu kejadian yang tidak menyenangkan ...
misal bagaimana anda dimarahi atasan ... bagaimana anda tidak berdaya untuk
protes padahal anda tahu atasan anda salah ... ah, tentu tidak menyenangkan,
bukan? Bahkan perasaan ikut merasakan
protes? Ya, ingatlah bahwa itu hanya dalam bayangan saja - bukan kenyataan.
Mari sekarang kita pikirkan saja hal yang menyenangkan. Pikirkan makanan
kesukaan anda, misalnya. ingat betapa sedapnya anda makan itu ... hmm .... apa
yang terjadi? Ikut menelan ludah? Atau bahkan merasa lapar?
Tanpa sadar, kita sudah memprogram diri sendiri dengan apa yang kita
pikirkan atau kita bayangkan dalam pikiran kita. Sekilas tampak sederhana dan
tidak berpengaruh apapun. Sayangnya, otak kita tidak bisa membedakan mana yang
nyata mana yang ilusi. Apapun yang kita pikirkan/bayangkan langsung diberi
respon. Dua contoh di atas buktinya. Bila demikian, siapa yang mengendalikan?
Otak mengendalikan kita? Atau kita yang mengendalikan otak?
Saya pernah diminta untuk memodel beberapa top-sales, tujuannya adalah
untuk mempelajari 'resep' kesuksesan mereka dalam menjual. Resep ini kemudian
dijadikan pola pelatihan untuk membina team penjual yang lebih solid, kaderisasi.
Dari beberapa orang yang saya wawancarai, saya menemukan satu hal yang sama
dari mereka, perencanaan melalui pikiran yang positif. Pikiran positif ini otomatis
memicu perasaan gembira dan bahagia, otomatis pula mengembangkan semangat untuk
terus mencapai tujuan mereka.
Lucunya, tujuan mereka tidak hanya tercatat pada kertas-kertas bertuliskan
action plan. Mereka lebih sering merencanakan aktivitas harian dengan
membayangkan, imajinasi. Walaupun hanya sekilas, proses membayangkan (atau
visualisasi) ini telah memicu semangat untuk segera merealisasikannya. Secara
tidak sadar, otak telah merekam itu sebagai hal yang telah terjadi (ingat otak
tidak bisa membedakan mana yang nyata mana yang hanya sekedar visualisasi). Akibatnya respon positif yang diperoleh
dari hasil visualisasi tadi ikut terekam. Bila kemudian orang itu bertemu
secara nyata dengan keadaan yang sekilas divisualisasikan tadi, otomatis respon
positif yang terekam tadi akan muncul, padahal belum terjadi apapun. Respon
positif inilah yang kemudian mengembangkan semangat antusias untuk berhasil.
Nah, kembali pada pertanyaan semula, 'Apa yang akan anda pikirkan hari
ini?'.
Mulailah dengan sederhana, 'hari ini saya ketemu A', 'meeting dengan tim
dari perusahaan B', 'makan siang dengan C', dan 'MOU dengan D'. Iringi setiap
perencanaan dengan visualisasi, kalau perlu sedikit detail sesuai dengan yang
anda harapkan. Anda boleh bilang bahwa itu masih prediksi,
belum pasti. Namun paling tidak, dengan mengatur pikiran diri sendiri, otak
anda telah mendahului pelaksanaannya. Anda telah membentuk masa depan diri anda
sendiri.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Mariani Ng ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Cinta, Harta Dan Sehat
|
 |
Visualisasi Atau Melamun
|
 |
Wisata Di Akhir Tahun
|
 |
Krisis Global Vs Krisis Pribadi
|
 |
Have You Ever Ordered Chaos?
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Melompati Rintangan-rintangan Anda
(Artikel Tetap) -
Jumat, 12 Desember 2008
|
 |
Perahu Dalam Botol
(Artikel Tetap) -
Senin, 15 Desember 2008
|
 |
Buanglah Sampah Pada Tempatnya
(Artikel Tetap) -
Rabu, 17 Desember 2008
|
 |
Do More To Achieve More
(Artikel Tetap) -
Senin, 22 Desember 2008
|
 |
Teman Istriku Cantik Sekali
(Artikel Tetap) -
Rabu, 24 Desember 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Brrrrrr...
(Artikel Tetap) -
Selasa, 09 Desember 2008
|
 |
Kampung Suka Vs Kampung Duka
(Artikel Tetap) -
Senin, 08 Desember 2008
|
 |
Stress Management
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 06 Desember 2008
|
 |
Kritik
(Artikel Tetap) -
Jumat, 05 Desember 2008
|
 |
Cermin Perilaku Di Jalan, Cermin Perilaku Diri Kita
(Artikel Tetap) -
Kamis, 04 Desember 2008
|
|
|