Baru sekitar 10 menit saya menyusuri kawasan Malioboro pada Rabu pagi yang santai, tiba-tiba Rrrt...rrrt..., terasa getar handphone dari saku celana, ternyata ada sms yang masuk.
”Jangan lupa beliin batik tulis pesanan saya ya! thks” demikian pesan singkat SMS tersebut.
Dan pagi itu adalah hari kedua saya di Yogya, setelah sehari sebelumnya menyelesaikan sales program meeting dengan salah satu dealer di Yogya.
Awalnya saya tidak terlalu serius menanggapi pesanan salah seorang teman kantor di Jakarta. Apa sih istimewanya Batik tulis dari Yogya? Mungkin di Tanah Abang juga banyak yang jual. Tapi ya sudahlah... mumpung masih punya waktu beberapa jam sebelum jadwal balik ke Jakarta.
Setelah melewati trotoar lebar di ujung Malioboro, saya mendekati kawasan Keraton Yogya, dan dengan mengikuti arah keramaian pedestrian saya menuju sebelah kanan Keraton sebelum gerbang. Ternyata di sana terdapat banyak batik tulis serta lukisan yang dibuat oleh para abdi dalem Keraton. Tempat ini memang tidak banyak yang tahu dan harganya lebih murah dari toko. Sambil memilih beberapa motif, saya mengobrol dengan para abdi dalem tersebut. Beberapa hal ringan yang diceritakan, dari motif batik, proses membuat lukisan, lingkungan Keraton hingga Sultan. Di mata sebagian besar masyarakat Yogya, Sri Sultan HB X memiliki kharisma yang kuat sekali.
Dalam pesawat kembali ke Jakarta, saya membayangkan bahwa sebenarnya kharisma semacam Sri Sultan dapat dibentuk oleh orang-orang biasa. Hal ini dikenal dengan Pencitraan Diri atau Personal Branding.
Personal Branding termasuk salah satu kategori Branding seperti Product Branding, Corporate Branding, Internal Branding dan City Branding. Branding bukan hanya untuk produk dan perusahaan saja, sekarang ini semua hal adalah Brand. Paris adalah kota fashion, Bali adalah Pulau Dewata, Andrie Wongso adalah motivator no1, Tukul Arwanana adalah ikon presenter, semuanya Branded.
Personal Branding sendiri telah populer di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terutama setelah era reformasi. Untuk memenangkan pemilu, para calon presiden yang potensial membentuk team sukses
yang salah satu tugas utamanya membentuk citra calon presiden yang didukungnya.
Peter Montoya, pengarang buku “The Brand Called You”, mengatakan bahwa kunci Personal Branding adalah mengetahui – Bagaimana anda dipersepsikan oleh orang lain. "Personal Branding membuat anda mengatur persepsi orang terhadap anda... Anda dapat menceritakan pada mereka siapa anda secara organik dan kebetulan sehingga mereka pikir persepsi itu dibangun oleh mereka sendiri…” (Personal Branding Press, 2002).
Seberapa efektifkah Personal Branding? Jangan lewatkan bagian ke-2
Herman Kwok
Director, SemutApi Colony
Brand Marketing Communication
http://www.semutapi.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Herman Kwok - Director, Semut Api Colony
|
 |
Branding... Siapa Butuh? - Bagian 1
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Komunikasi Berdasarkan Golongan Darah
(Artikel Tetap) -
Senin, 18 Desember 2006
|
 |
Hujan
(Artikel Tetap) -
Minggu, 21 Januari 2007
|
 |
Hukum Newton Ketiga
(Artikel Tetap) -
Kamis, 08 Februari 2007
|
 |
Dewi Themis
(Artikel Tetap) -
Minggu, 13 Mei 2007
|
 |
Keramik Yang Cantik
(Artikel Tetap) -
Senin, 14 Mei 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Manusia Pribadi Yang Unik
(Artikel Tetap) -
Jumat, 18 Mei 2007
|
 |
Komunikasi Berdasarkan Pola Laku - Doer(Pelaku)
(Artikel Tetap) -
Kamis, 10 Mei 2007
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-13
(Artikel Tetap) -
Kamis, 10 Mei 2007
|
 |
Self-reflection
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 Mei 2007
|
 |
Thanks God, It's Friday
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 Mei 2007
|
|
|