#13.Gebuk Rumput Kagetkan Ular (Tang Dynasty )
Tim Pencari Fakta yang Gagal
Di tepi sebuah pantai yang jernih berpasir putih terdapatlah sebuah desa nelayan yang menghasilkan ikan yang melimpah. Namun aneh, penduduk desa ini hidup serba terbatas dan kekurangan walaupun telah bekerja keras. Uang hasil jual ikan tangkapan selalu tidak memadai dibanding dengan biaya hidup harian mereka. Bantuan Bupati untuk pembentukan koperasi dan upaya-upaya lain hanya dapat menolong sementara dan tidak mampu membuat para nelayan keluar dari lingkar kemiskinan.
Tim Pencari Fakta dikirim Bupati untuk menyelidiki apakah bantuan tersebut sampai ke tangan para nelayan atau dikorupsi. Hal ini pun tidak menyelesaikan masalah, karena memang pada dasarnya bantuan-bantuan tersebut memang tersampaikan kepada pada nelayan dan penduduk desa dan tidak ada yang dikorupsi. Bupati sangatlah heran menerima kenyataan tersebut, gundah hatinya memikirkan nasib warga desa yang sudah bekerja keras namun tidak dapat keluar dari lingkar kemiskinan. Saat itu sang Bupati duduk menyediri di tepi pantai, datanglah seorang kakek tua pendagang ikan bakar yang memberanikan diri menyapanya. ”Pak Bupati, maaf, apakah gerangan yang menggangu pikiran Bapak, sehingga harus duduk termenung di tepi pantai sendiri”?
”Hatiku sedih memikirkan rakyatku yang terus hidup kekurangan, walaupun mereka sudah bekerja keras sepanjang hidupnya”, sahut Bupati. ” Segala macam bantuan sudah dicoba dan tidak ada yang dikorupsi, namun hanya sementara dan tidak membuat mereka hidup layak”.
”Itu hal mudah, memang benar tidak ada yang korupsi, tetapi coba apakah mereka memperoleh hasil jual yang layak ? Coba cari tau apa yang belum terlihat di sini, ” kata sang kakek lalu menghilang dari hadapannya dalam sekejap. Sang Bupati kemudian terkejut dan terbangun. Sepulangnya ke kota langsung mengirim utusan untuk menyelidiki apakah ada permainan harga beli ikan oleh koperasi. Ternyata hasilnya juga nihil. Harga jual beli koperasi juga normal tidak ada permainan.Melihat kegundahan hati ayahnya, diam-diam Bima putra terkecil Bupati yang cerdas berkunjung ke desa tersebut dan menyamar menjadi buruh nelayan.
Hari-hari awal Bima terasa berat, mulai mempersiapkan jala, melaut hingga membawa hasil tangkapan ikannya ke pelelangan ikan atau koperasi. Setelah lewat beberapa minggu Bima menyamar mulailah nampak kerja sama jahat antara beberapa nelayan, pengurus koperasi ataupun pelelangan ikan. Setiap hari selalu saja ada nelayan yang mau menjual ikannya pada harga rendah di saat nelayan lain berusaha mempertahankan harga, dan orang-orangnya hanya itu itu saja.
Selanjutnya Bima mengikuti kelompok nelayan tadi, ternyata mereka mendapatkan sejumlah uang dari orang-orang dekat kepala desa, ini membuatnya makin curiga. Bimapun menyamar menjadi tukang becak untuk mengikuti kegiatan harian kepala desa. Ternyata, si kepala desa yang terlihat miskin dalam kesehariannya itu mempunyai rumah yang megah di desa balik bukit lengkap dengan perabotnya yang mewah. www.pamrich.com
Bergegaslah Bima menghadap Bupati dan mengungkapkan temuannya. Segera dikirimlah aparat kabupaten yang langsung datang menahan kepala desa dan jaringannya. Dalam waktu yang serempak aparat juga langsung menyita barang bukti dan mengusutnya hingga tuntas. Sebagai pejabat sementara kepada desa ditempatkanlah orang kepercayaan Bupati.
Harga jual hasil lautpun mulai membaik mengikuti harga pasar yang wajar dan lambat laun para nelayanpun menikmati peningkatan pendapatan yang layak.
Pembaca yang budiman
Pesan moral strategi ini.
Da Jao Jing Se mengajarkan agar kita tidak gegabah bertindak, sehingga sebelum kita sampai pada misi kita, pihak lain sudah melakukan antisipasi untuk menyelamatkan diri.
Keberhasilan suatu aktifitas harus ditunjang dengan perencanaan yang cermat dan diikuti tindakan cepat yang tegas.
Kisah asli terjadi pada jaman Dynasti Tang yang mashyur dan makmur. Wang Lu adalah pejabat yang cerdik dan korup. Rakyat mulai antipati dan curiga dengan menyerang Wang Lu tidak langsung melalui petugas pembukuannya.
Wang Lu dengan tenang menga takan Da Jao Jing Se, karena dia sudah mempersiapkannya dengan sangat rapi.
Riduan Goh ~ Wealth is Mine
www.pamrich.com
Nantikan Strategy #14
Hanya untuk :
www.andriewongso.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Riduan Goh ~ Wealth is Mine
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-12
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-17
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-13
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-15
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-16
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Komunikasi Berdasarkan Golongan Darah
(Artikel Tetap) -
Senin, 18 Desember 2006
|
 |
Hujan
(Artikel Tetap) -
Minggu, 21 Januari 2007
|
 |
Hukum Newton Ketiga
(Artikel Tetap) -
Kamis, 08 Februari 2007
|
 |
Komunikasi Berdasarkan Pola Laku - Doer(Pelaku)
(Artikel Tetap) -
Kamis, 10 Mei 2007
|
 |
Branding... Siapa Butuh? - Bagian 1
(Artikel Tetap) -
Jumat, 11 Mei 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Manusia Pribadi Yang Unik
(Artikel Tetap) -
Jumat, 18 Mei 2007
|
 |
Self-reflection
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 Mei 2007
|
 |
Thanks God, It's Friday
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 Mei 2007
|
 |
Ketika Sopir Sakit
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 Mei 2007
|
 |
Berpikir Lateral (2)
(Artikel Tetap) -
Senin, 07 Mei 2007
|
|
|