Rekor dunia lari 1 mil
(1600 m) mulai tercatat di tahun 26 Juli 1852 ketika Charles Westhall mengukir
prestasi 4 menit 28 detik. Rekor 1 mil
di bawah 4 menit terus bertahan hingga 4 September 1942 oleh
Gunder Hägg
dalam waktu 4 menit 1,3 detik. Artinya
hingga tahun 1942 belum ada manusia di planet bumi yang bisa lari 1 mil di
bawah 4 menit!
Adalah Roger Bannister
pelari Inggris, yang mempunyai kepercayaan diri yang kuat bahwa dia akan mampu
memecahkan rekor dunia tersebut. Pada
tanggal 6 Mei 1954, Roger Bannister yang saat itu berusia 25 tahun dan berstatus
mahasiswa kedokteran mengukir sejarah menjadi manusia pertama yang mampu
berlari 1 mil di bawah 4 menit. Saat itu
rekornya adalah 3 menit 59.4 detik, tercatat di lintasan Iffley Road di Oxford
dengan disaksikan tak kurang dari 3.000 penonton. Kemudian 46 hari setelahnya pada 21 Juni
1954, John Landy seorang pelari Australia mampu memecahkan rekor Roger
Bannister dalam catatan waktu 3 menit 57.9 detik. Namun sekali lagi dengan keyakinan yang kuat
dalam British Empire games di Vancouver, Bannister mampu mengalahkan Landy. Keduanya mampu berlari di bawah 4 menit ,
dengan Bannister mencapai 3:58.8
sedangkan Landy 3:59.6.
Roger Bannister pernah mengatakan bahwa "I
couldn't disappoint people. I did not want to fail and exhaust myself, because
I was the kind of runner who trained so little that I couldn't race again
within another 10 days." (Saya tidak bisa mengecewakan orang. Saya tidak
mau gagal dan melelahkan diri saya sendiri. karena saya seorang pelari yang
terlatih sehingga kecil kemungkinan saya tidak bisa lari lagi dalam waktu 10
hari). Ucapannya ini menunjukkan rasa
pecaya dirinya yang sangat tinggi. Tanpa
percaya diri tinggi tentu akan sukar bagi Bannister untuk menembus rekor di
atas.
Di
dunia komputer, siapa yang tidak mengenal Michael Dell? Michael Dell adalah pemilik merek komputer
"Dell" yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia. Pada usia 15 tahun, Dell mencoba
membongkar komputer Applenya yang baru dan berusaha untuk merakit ulang kembali
untuk melihat apakah dia mampu melakukannya.
Ketika mahasiswa, Dell memulai usaha perakitan komputer dengan merek "
PC's
Limited ". Usaha ini sukses sehingga akhirnya Dell keluar dari sekolahnya
di usia 19 tahun untuk mengembangkan lebih lanjut PC's Limited. Perusahaan ini yang kemudian menjadi cikal
bakal Dell Computer Corporation, dan akhirnya di tahun 2003 menjadi Dell Inc.
Di tahun 2004 Dell membukukan penjualan senilai $49 milyar dan
keuntungan sebesar $3 milyar. Di tahun
2007, majalah Forbes meramalkan kekayaan
bersih Michael Dell senilai $15.8 milyar, menjadikannya masuk dalam 30
besar manusia terkaya dunia dan 10 besar manusia terkaya di Amerika. Pertanyaan yang mengusik kita adalah apa yang
sebenarnya membuat Michael Dell mampu merajai komputer dunia dan mensejajarkan
diri dengan merek-merek ternama yang sebelumnya ada seperti IBM, Apple, HP
(Compaq), Toshiba dan Acer? Sejak muda
Michael Dell mempunyai keyakinan positif bahwa dirinya mampu berkembang dengan
kegemarannya mengotak-atik komputer hingga menjadikannya bisnis bahkan dengan
mengorbankan masa kuliahnya.
Dell mengatakan bahwa "
It's through
curiosity and looking at opportunities in new ways that we've always mapped our
path at Dell. There's always an opportunity to make a difference" (Melalui
rasa ingin tahu dan mencari berbagai peluang dengan cara baru adalah hal yang
selalu kita jalankan di Dell. Selalu ada
peluang untuk membuat suatu perbedaan).
Masih hangat seputar Olimpiade 2008 Beijing yang belum lama usai, kita
melihat fenomena Markis Kido/Hendra Setiawan merebut medali emas ganda putera
bulutangkis - satu-satunya medali emas untuk Indonesia. Markis Kido/Hendra Setiawan mengalahkan
pasangan tuan rumah China, Cai Yun/Fu Haifeng, melalui pertarungan tiga game
12-21, 21-12, 21-16 sekaligus
memberikan kado terbaik buat bangsa Indonesia
dalam HUT Kemerdekaan RI ke-63.
Berangkat dari ganda junior, pasangan ini hari demi hari akhirnya
menyalip pasangan seniornya Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto yang berprestasi
stagnan. Jauh hari sebelum berangkat ke
Beijing Markis Kido sudah bertekad untuk merebut emas. "Ngapain jauh-jauh berangkat ke Beijing kalau tidak untuk
medali emas?", demikian target yang tertanam dalam benak anak muda ini. Saking besarnya percaya diri dan tekad
Markis/Hendra untuk meraih emas, pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dari
Malaysia yang belum pernah mereka kalahkan dalam lima pertandingan
sebelumnyapun disikat 21-16, 21-18 dalam waktu 34 menit di perempat final!
Bagaimana dengan Anda? Siapapun
Anda, posisi apapun Anda saat ini, latar belakang pendidikan apapun jika Anda
sudah mencanangkan harus sukses maka Anda sudah menunjukkan kepada diri sendiri
dan dunia bahwa Anda akan sukses.
Belajar dari tokoh-tokoh di atas, jika kita ingin mewujudkan
impian-impian kita, punyailah pikiran dan keyakinan positif. Percaya pada diri sendiri merupakan modal
awal kesuksesan. Tentu saja pede aja
tidak cukup jika tidak disertai niat sungguh-sungguh dan bekerja keras untuk
mewujudkannya. Ingat semua orang ingin
sukses dan semua orang berhak sukses, namun masalahnya tidak semua orang bisa
sukses!
Salam never give-up!
Final Prajnanta
- Penulis masalah motivasi,
tinggal di Serpong
- Penulis bisa
dihubungi di finprajnanta@gmail.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Final Prajnanta ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Percaya Diri Cikal Bakal Kesuksesan
|
 |
The Power Of Open Mind
|
 |
Belajar Dari Anak-anak
|
 |
Hidup Mengalir Seperti Air
|
 |
Fokus Ke Tujuan, Bukan Ke Rintangan
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Seven Habits Of Highly Confident People
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 06 September 2008
|
 |
DontAsk, Just Do It?
(Artikel Tetap) -
Minggu, 07 September 2008
|
 |
Embun Pagi
(Artikel Tetap) -
Senin, 08 September 2008
|
 |
Narsis Itu Perlu
(Artikel Tetap) -
Selasa, 09 September 2008
|
 |
Jangan Percaya Modal Dengkul
(Artikel Tetap) -
Selasa, 09 September 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Pembaharuan Diri
(Artikel Tetap) -
Kamis, 04 September 2008
|
 |
The Law Of Attraction
(Artikel Tetap) -
Rabu, 03 September 2008
|
 |
Memilih Jadi Kaya
(Artikel Tetap) -
Selasa, 02 September 2008
|
 |
Para Pejuang Ekstrim
(Artikel Tetap) -
Senin, 01 September 2008
|
 |
Berani Saja Tidak Cukup
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 30 Agustus 2008
|
|
|