Pernah baca tulisan saya berjudul Spiral? Sekitar tahun 1986 ada seorang penyanyi yang merilis lagu yang cukup unik berjudul Don’t Worry Be Happy. Ya, lagu yang dipakai sebagai musik latar bagi iklan-iklan Garda Oto dirilis oleh Bobby McFerrin. Saya akan tuliskan lengkap syair lagu tersebut.
Here is a little song I wrote, you might want to sing it note for note. Don't worry be happy. In every life we have some trouble, when you worry you make it double. Don't worry, be happy......
Ain't got no place to lay your head, somebody came and took your bed. Don't worry, be happy. The land lord say your rent is late, he may have to litigate. Don't worry, be happy.
Look at me I am happy, don't worry, be happy. Here I give you my phone number, when you worry call me, I make you happy. Don't worry, be happy.
Ain't got no cash, ain't got no style,
ain't got not girl to make you smile. But don't worry be happy. Cause when you worry, your face will frown. And that will bring everybody down. So don't worry, be happy (now).....
There is this little song I wrote, I hope you learn it note for note, like good little children. Don't worry, be happy. Listen to what I say, in your life expect some trouble, but when you worry, you make it double. Don't worry, be happy......
Don't worry don't do it, be happy. Put a smile on your face. Don't bring everybody down like this. Don't worry, it will soon past. Whatever it is. Don't worry, be happy
Luar biasa bukan. Bahkan ketika tidak tahu di mana bisa meletakkan kepala lalu ada orang yang mengambil tempat tidur Anda, Bobby tetap menyarankan untuk tetap tidak perlu khawatir. Bahkan be happy! Karena memang benar seperti yang dikatakan Bobby, ketika kita khawatir wajah kita akan berkerut, masam, cemberut, sangat tidak sedap dipandang. Ketika itu semua orang tidak akan suka melihat wajah kita. Semua akan ikut menjadi muram, bahkan mungkin lebih muram dari kita sendiri.
Ketika semua muram dan bahkan lebih muram dari diri kita sendiri, percayakah Anda bahwa orang-orang itu tidak akan menyebabkan kekacauan lebih parah bagi Anda? Begitulah hubungan antara sesama manusia. Kekacauan seringkali tidak berasal dari luar, kekacauan berasal dari diri Anda sendiri.
Di perusahaan tempat teman saya bekerja terjadi transformasi organisasi. Sebagian besar pegawai di unit kerja tempat teman saya bekerja telah diposisikan ke posisi baru dalam unit kerja baru. Sang teman baru saja membeli dan memperbaiki rumah di kota itu dan ternyata dia akan dimutasikan ke kota lain. kebetulan sekali salah satu anak dari teman saya tersebut bersekolah di kota tempat dia dimutasikan. Sementara istri teman saya itu tidak bekerja dan anak-anak yang lain sudah SMA.
Maka mereka sungguh tidak berada dalam masalah, menurut pandangan saya. Tetapi teman saya itu agak mengeluh. Saya bertanya, bukankah anak Anda sedang berkuliah di kota tempat Anda akan dimutasikan. Dia bilang ya. Tapi kan rumah saya baru diperbaiki menjadi bagus. Ya, lalu, tanya saya. Toh usia saya sudah tidak muda lagi. Ya, lalu? Andaipun saya pindah, mungkin anak-anak tidak mau lagi pindah karena sudah mulai betah. Ya, lalu?
Tapi mereka sudah cukup dewasa, ya, untuk ditinggal sendiri dan kos. Ya, lalu? Oh, ya rumah bisa saya kontrakkan dan mereka bisa kos atau tinggal di rumah keluarga kami. Ya, lau? Kalau begitu istri saya bisa ikut pindah. Ya, lalu? Kebetulan teman saya juga pindah dari kota itu ke sini, jadi mungkin kami bisa tukar pakai rumah masing-masing. Ya, lalu? Berarti tidak ada masalah buat saya.
Pembicaraan itu saya tutup dengan tersenyum dan beliau tidak lagi cemberut, tetapi langsung melaksanakan tugas-tugas terakhir di unit kerja lama.
Anda juga mungkin pernah menonton Wedding Planner yang diperankan oleh Jennifer Lopez dan Matthew McConaughey. Film tentang seorang perencana resepsi pernikahan tanpa sengaja bertemu dengan calon mempelai pria pada sebuah kejadian. Mereka kemudian berhubungan tanpa saling mengetahui siapa yang lain bagi diri mereka masing-masing, karena selama ini urusan resepsi pernikahan hanya diurus antara sang calon mempelai wanita dengan sang perencana resepsi.
Kemudian mereka sudah terlanjur saling jatuh hati. Hingga tiba saat sang calon mempelai wanita memperkenalkan sang calon mempelai pria kepada sang perencana resepsi. Mereka menjadi kebingungan, bagaimana melanjutkan hubungan ini. Apakah akan dilanjutkan antar sesama orang yang saling jatuh hati, atau sekedar antara calon mempelai pria dengan perencana pernikahan.
Suatu kali sang calon mempelai wanita punya kesempatan untuk bicara dari hati ke hati dengan sang perencana resepsi. Sang calon mempelai menyatakan bahwa ada banyak tanda-tanda yang selama ini dia abaikan. Sang perencana resepsi merasa bahwa hubungan mereka telah diketahui oleh sang calon mempelai wanita. Ternyata tanda-tanda yang dimaksud adalah bahwa betapa banyak kebiasaan yang dilakukan sang calon mempelai pria tidak berkenan di hati sang calon mempelai wanita.
Sang calon mempelai wanita bertanya kepada sang perencana resepsi manakah pilihan yang terbaik. Meneruskan pernikahan atau membatalkan. Kenyataan bahwa sang perencana resepsi sudah jatuh hati pada sang calon mempelai pria, selama ini telah membuat gundah sang perencana resepsi. Perasaan cinta tidak dapat dia abaikan begitu saja, tetapi orang yang dia cintai justru sedang dalam persiapan untuk menikah dengan wanita lain, bahkan dia pula yang menjadi pengatur persiapan resepsi tersebut.
Kondisi bahwa sang calon mempelai wanita menjadi ragu-ragu dapat saja dimanfaatkan oleh sang perencana resepsi dengan menyatakan lebih baik pernikahan dibatalkan saja. Tetapi sang perencana resepsi malah memilih untuk mengatakan, “ketika kau tidak ada, dia mengatakan padaku bahwa dia tidak percaya bahwa wanita luar biasa seperti kamu mau memilih untuk menikah dengan dia.”
Lihatlah bahwa hidup merupakan pilihan. Teman saya semula menganggap bahwa kondisi yang menghinggapi adalah kondisi yang sama sekali tidak baik. Tetapi kemudian dia memilih untuk memandang bahwa kondisi tersebut ternyata bisa menjadi baik untuk dia dan keluarga. Kemudian, Marry (diperankan oleh Jennifer Lopez), sang perencana resepsi memilih untuk berbahagia karena pernikahan lebih baik diteruskan. Marry bahkan tidak mengambil keuntungan dari keragu-raguan sang calon mempelai wanita.
Dia tidak bersedih, tidak mengail di air keruh, tetapi tetap bahagia dengan pernikahan yang akan dilaksanakan. Kebahagian kemudian menjelma menjadi nyata bagi Marry karena dari seorang pegawai dia kemudian diangkat menjadi partner di perusahaan perencana dan pelaksana resepsi pernikahan. Dia menandatangani kontrak untuk tidak menerima gaji tetapi menerima bagian dari laba usaha. Hal ini menyebabkan dia lalu punya tanggung jawab untuk memimpin persiapan pelaksanaan resepsi pernikahan.
Bukan hanya itu dia juga bahkan dilamar secara serius oleh seorang pemuda yang selama ini sudah dia kenal. Jadi kehidupan memang bagaimana cara Anda memandang. Kehidupan bisa menjadi buruk bila Anda menganggap hal tersebut buruk, kemudian semua yang ada di sekitar Anda akan menjadi lebih buruk. Tetapi bila Anda menganggap hal tersebut baik, maka Anda akan melihat sisi-sisi baik dan akan membuat semua menjadi lebih baik.
Bagaimana cara Anda memandang kejadian dalam hidup Anda?
ardian.syam@gmail.com – Medan – April 2006
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Ardian Syam ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Diputar, Dijilat ....
|
 |
Maka, Bergaullah
|
 |
Komitmen
|
 |
Pengaruh Buku
|
 |
Dicari: Pemalas
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Komunikasi Berdasarkan Golongan Darah
(Artikel Tetap) -
Senin, 18 Desember 2006
|
 |
Hujan
(Artikel Tetap) -
Minggu, 21 Januari 2007
|
 |
Hukum Newton Ketiga
(Artikel Tetap) -
Kamis, 08 Februari 2007
|
 |
Komunikasi Berdasarkan Sistem Representasional - Auditory
(Artikel Tetap) -
Senin, 16 April 2007
|
 |
Kambing Hitam
(Artikel Tetap) -
Selasa, 17 April 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Manusia Pribadi Yang Unik
(Artikel Tetap) -
Jumat, 18 Mei 2007
|
 |
Self-reflection
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 Mei 2007
|
 |
Menjiwai Peran Kita
(Artikel Tetap) -
Jumat, 13 April 2007
|
 |
36 Ji (stratetgy) For Happy Life - Strategy Ke-10
(Artikel Tetap) -
Kamis, 12 April 2007
|
 |
Maling Yang Teledor
(Artikel Tetap) -
Rabu, 11 April 2007
|
|
|