Dikisahkan, ada seorang pemuda
mendatangi pamannya yang berhasil menjadi pengusaha sukses. Dia ingin tahu, apa
rahasia di balik sukses pamannya menjalankan beragam bisnis yang dimilikinya.
Pamannya memang terhitung sangat mumpuni dalam berbagai bidang usaha. Ia di
antaranya menjadi pemilik beberapa gerai berlisensi, distributor besar besi
baja, pengusaha ekspor impor produk retail. Ia bahkan juga sukses menjadi seorang
investor saham yang sangat piawai dan memiliki berbagai investasi yang
menjanjikan.
"Paman, bolehkah aku
bertanya?"
Sang paman pun tersenyum
kepada keponakannya, "Apa yang bisa Paman tahu, pasti akan Paman jawab semua
pertanyaanmu."
Si pemuda lantas meneruskan
pertanyaannya, "Saya sangat kagum pada keberhasilan Paman. Kalau boleh tahu,
apa rahasia sukses Paman hingga memiliki beragam bisnis yang berbeda, tapi rata-rata
bisa sukses seperti saat ini? Padahal, saya tahu bahwa pendidikan Paman tidak
cukup tinggi, bahasa Inggris pun
belepotan.
Hebatnya, saya lihat sendiri, orang-orang yang bekerja sama dengan Paman
rata-rata justru berpendidikan jauh di atas Paman. Bagaimana bisa begitu paman?
Saya benar-benar ingin tahu dan belajar dari Paman," ungkap si keponakan.
"Hahaha, paman sih hanya mengandalkan
insting dan berkat Tuhan," jawab si paman sambil tertawa lebar.
Mendapat jawaban yang kurang
memuaskan, si pemuda langsung mencecar dengan pertanyaan, "Insting? Apa maksud Paman?
Berkat Tuhan? Kenapa Tuhan bisa memilih Paman untuk diberkati?"
"Begini, pertama-tama, jujur
paman akui bahwa pamanmu ini memang tidak berpendidikan formal, tetapi bukan
tidak terdidik. Justru karena pendidikan paman rendah, paman memulai segala
sesuatu melalui jalur
trial and error.
Dan, jika dihitung dengan uang, pendidikan yang paman tempuh biayanya sungguh
sangat besar. Sama dengan biaya di sekolah formal, malahan bisa-bisa lebih
mahal. Orang tahunya paman yang sukses hari ini. Orang mungkin tidak pernah tahu
berapa kali paman jatuh bangun mendirikan bisnis ini. Pengalaman mengajarkan,
tidak peduli berapa kali kita jatuh, pastikan bangun lagi! Akhirnya paman pun
berhasil menguasai ‘
know how' bisnis
dengan baik. Dan, setelah paman berhasil menanamkan fondasi dan mulai merangkak
naik, juga tidak lantas berpuas diri. Ingat, semakin tinggi pijakan kita, angin
pun semakin kencang dan selalu berubah arah. Maka di dunia usaha yang terus
berubah, kita harus pandai-pandai belajar membaca arah dan perubahan angin.
Setelah itu, barulah mengatur bagaimana manajemen yang baik dan mendelegasikan
pekerjaan melalui anak-anak muda yang berpendidikan tinggi seperti kamu,"
terang paman panjang lebar.
Si pemuda tampak memerhatikan
dengan serius semua ucapan sang paman. Ia kemudian menyela, "Lantas, bagaimana
Paman menyebut bahwa diri Paman diberkati Tuhan?"
"Tuhan memberi berkat kepada
setiap manusia. Tergantung Kita yang menerima, bagaimana mengelola,
memanfaatkan, dan mengembangkan berkat itu dengan kemampuan kita yang luar
biasa! Maka, paman selalu percaya, berkat Tuhan selalu tersedia untuk paman! Bagaimana,
puas dengan pelajaran hari ini?" sebut paman masih dengan senyuman hangatnya.
"Terima kasih Paman. Saya
berjanji akan belajar mengelola berkat seperti yang telah Paman lakukan. Tolong
jangan bosan mengajarisaya ya paman".
Pembaca yang budiman,
Kalau kita mampu menyadari
dengan benar sesungguhnya berkat ada di mana-mana, maka tak ada alasan bagi
kita untuk tidak berjuang mewujudkan berkat itu menjadi sebuah manfaat.
Namun, semua itu tergantung
bagaimana kita mengerti dan mengembangkan di jalan yang benar dan baik. Sebagai
manusia, tien sen wo cai pik yu yung,
kita dilahirkan di dunia ini pasti ada gunanya.
Kalau manusia sudah memiliki
pemahaman tentang keberadaannya, maka akan muncul keyakinan bahwa kita semua mempunyai
hak untuk sukses,"Success is My Right!"
Dengan demikian, setiap hari kita akan mampu mensyukuri setiap apapun yang kita
teriam. Dan, utamanya lagi, kita juga akan selalu penuh senyum menatap hari
depan dengan semangat dan optimis.
Salam sukses luar biasa!!!
Andrie Wongso
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Andrie Wongso
|
 |
Tidak Ada Jalan yang Rata untuk Sukses!
|
 |
Doa Seorang Ayah
|
 |
Buang Pikiran untuk Bunuh Diri!!!
|
 |
Percikan Api
|
 |
Kakek Bodoh Memindahkan Gunung
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Everyone Is Number One
(AW Artikel) -
Senin, 11 Agustus 2008
|
 |
Saatnya Mengembalikan Karakter Bangsa
(AW Artikel) -
Sabtu, 16 Agustus 2008
|
 |
Tuhan PunTahu
(AW Artikel) -
Senin, 01 September 2008
|
 |
Ketetapan Hati
(AW Artikel) -
Minggu, 07 September 2008
|
 |
Menghargai Orang Lain
(AW Artikel) -
Senin, 15 September 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Doa Untuk Putraku
(AW Artikel) -
Senin, 08 Juni 2009
|
 |
SemangatPemenang
(AW Artikel) -
Senin, 21 Juli 2008
|
 |
Penjudi Yang Sadar
(AW Artikel) -
Senin, 07 Juli 2008
|
 |
MemilihHidupSekaliLagi
(AW Artikel) -
Senin, 30 Juni 2008
|
 |
Bersyukur Dan Berjuang
(AW Artikel) -
Senin, 16 Juni 2008
|
|
|