"Saya selalu lamban mengambil keputusan dan terlalu banyak
pertimbangan. Seorang yang peragu, apa masih bisa berubah ya? Bagaimana
caranya?" tanya seorang wanita muda kepada saya dalam suatu pelatihan, beberapa
waktu yang lalu. Ia adalah staff baru yang berumur sekitar 25-an. Dari
penampilannya, terkesantype pemalu dan
pendiam."Seringkali peluang yang ada
hilang karena saya tidak dapat mengambil keputusan cepat." lanjutnya.
Tentu saja mempertimbangkan masak-masak suatu keputusan
adalah penting. Tetapijika terlalu lama
keputusan diambil bisa merugikan diri sendiri. Sempat pula saya ceritakan
ilustrasi yang umum tentang kepribadian peragu bahwa tidak mengambil keputusan
sama dengan mengambil keputusan. Seseorang yang terjebak kebakaran di lantai IV
sebuah ruko dihadapkan pada pilihan:
- Terjun ke jalanan di depan ruko (melewati 4
lantai = 15 meter tinggi), resikonya meninggal atauminimal cacat.
- Loncat ke atap tetangga di samping (melewati 2
lantai = 7,5 meter tinggi), resikonya patah tulang.
- Diam di tempat menunggu keajaiban, resikonya
mati terbakar.
Tidak mengambil keputusan atau terlalu lama mengambil
keputusan = diam di tempat yang berakibat mati terbakar. Yang harus dilakukan
adalah memilih resiko yang paling kecil yaitu loncat ke tetangga dan segera
lakukan sebelum api membesar. Tentunya lebih baik lagi jika bisa sambil memeluk
kasur atau gulungan kain untuk memperkecil benturan.
Orang yang peragu biasanya sulit sekali menentukan pilihan,
padahal hidup ini terbentuk dari pilihan-pilihan. Sejak balita hingga meninggal
setiap bangun tidur kita selalu dihadapkan pilihan. Waktu balita kita memilih
mau lari atau jalan. Mau telan makanan atau memuntahkannya. Mau teriak atau
nangis. Setelah dewasa bangun tidur memilih mau langsung mandi atau sarapan
dulu, sikat gigi dulu atau makan, berangkat kerja naik motor, mobil atau
kendaraan umum. Demikian seterusnya hingga pilihan penting yang menentukan
perjalan hidup misalnya memilih bidang kuliah, memilih pasangan dsb.
Kadang-kadang untuk mengurangi keraguan, kita ikut saja keputusan orang lain.
Kondisi saya yang sekarang adalah akibat pilihan-pilihan di
masa lalu. Kalau saya dulu menjaga makanan, rajin berolah raga dan aktif
berinvestasi maka kondisi sekarang kemungkinan besar akan lebih baik. Tentu saja
ada faktor luar yang berpengaruh.
Kembali ke pertanyaan di atas tadi, jawabannya adalah kepribadian
seorang peragu dapat dirubah. Menurut konsep DISC dari William Moulton Marston,
untuk merubahnya dibutuhkan 3 hal:
- Memilih untuk berubah
- Melakukan berulang-ulang
- Mendapat manfaat dari perubahan itu.
Seorang peragu harus memutuskan untuk menjadi orang yang
lebih tegas. Selanjutnya harus berlatih mengambil keputusan cepat
berulang-ulang dan dilakukan setiap hari, tentunya dengan memilih yang resikonya
terkecil dan manfaat yangterbesar. Jika
resiko dan manfaatnya sama besar, putuskan salah satu yang disukai dalam hati
kecil segera. Yang ketiga adalah harus bisa merasakan manfaat perubahan ini,
jika tidak maka kepribadiannya akan kembali lagi menjadi peragu.
Satu hal lagi yang sangat penting adalah jangan menyesal
dengan keputusan salah yang telah diambil, tapi cukup dijadikan pelajaran untuk
tidak diulangi. Perasaan menyesal akan melukai jiwa sendiri dan membuat
seseorang menjadi takut mengambil keputusan di masa depan.
Herman Kwok
Director of SemutApi Colony
www.semutapi.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Herman Kwok
|
 |
Memilih Jadi Kaya
|
 |
Informasi Negatif
|
 |
Belajar Dari Tukul
|
 |
Krisis? Terus Kenapa?
|
 |
Badai Pasti Berlalu
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Bulu Ayam
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 Juli 2008
|
 |
Dalam Keheningan Peta Solusi Akan Tampak Lebih Jelas
(Artikel Tetap) -
Rabu, 09 Juli 2008
|
 |
Mengatur Ulang Konsep Diri
(Artikel Tetap) -
Rabu, 09 Juli 2008
|
 |
Menjadi Pemimpin Rendah Hati
(Artikel Tetap) -
Kamis, 10 Juli 2008
|
 |
Melihat Kepentingan Apa Yang Kita Makan
(Artikel Tetap) -
Selasa, 15 Juli 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Tindakan Nyata Bukan Hanya Sekedar Kata-kata
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 05 Juli 2008
|
 |
What Is Success
(Artikel Tetap) -
Jumat, 04 Juli 2008
|
 |
Seperti Jenderal Di Medan Perang
(Artikel Tetap) -
Rabu, 02 Juli 2008
|
 |
Klik, Hidup Anda Telah On
(Artikel Tetap) -
Selasa, 01 Juli 2008
|
 |
Harga Bunuh Diri
(Artikel Tetap) -
Senin, 30 Juni 2008
|
|
|