Hari yang terik, saya malas keluar dari ruangan ini. Meskipun tahu ada
beberapa hal yang perlu saya selesaikan hari ini di Jakarta, ada janji meeting
dengan seorang klien (kalau sekretarisku belum berhasil menggeser jadwalnya),
ke bank (kalau istriku belum berhasil atur jadwal di sela-sela istirahatnya),
urus dokumen di kantor notaris, ke kantor. Ah ... apalagi ke kantor, banyak
sekali yang harus diselesaikan. Mulai dari laporan anak buah hingga surat-surat
yang harus diperiksa dan ditandatangani. Belum lagi beberapa hal yang mesti
diselesaikan, walau hanya via telpon!! Hahh, bukankah via telpon bisa dilakukan
dari vila ini? Ah, malas .....!!!
Saya pandangi saja pohon-pohon hijau dari kejauhan di kaki gunung sana.
Alangkah indahnya kalau bisa hidup selamanya di sini, alangkah indahnya kalau
bisa terus menikmati keindahan alam ini. Tidak perlu terus menerus terlibat
dalam hiruk pikuk kesibukan kantor yang monoton, tidak perlu terjebak dan
bermacet ria di kota metropolitan. Duh!!!
‘Ting!', bunyi keluar dari laptop yang diletakkan di atas meja ruang tamu.
Sudah beberapa hari saya berdiam diri di vila sepi ini, membawa serta setumpuk
pekerjaan dan laptop lengkap dengan sambungan internetnya. Rencana semula mau
kerja di tengah kesejukan pegunungan ini, rencana mau mengumpulkan energi agar
bisa lebih produktif lagi ketika kembali nanti. Entah sampai kapan. Karena
sudah 1 minggu saya tinggal di sini, sampai sekarang masih duduk menikmati
pegunungan indah sambil malas-malasan membuka pekerjaan yang seharusnya sudah
diselesaikan beberapa hari lalu.
‘Ting!', bunyi lagi.
Saya pandangi laptop di meja kecil depan sofa, yang sudah nyala dari
kemarin malam. Selama di sini saya sibuk YM (Yahoo Messenger) dengan beberapa
teman yang tersebar di beberapa kota. Ada kesenangan tersendiri, bercanda dan
meledek mereka, diskusi ringan tidak menentu arah. Lumayan untuk menghilangkan
kepenatan dan kejenuhan kerja selama ini. Benarkah? Ah...!! 5 malam
berturut-turut saya YM-an, membuat ketagihan - bukannya tambah relaks, malah
tambah seru. Ada hal-hal tertentu yang membuatku tidak mau lepas dari layar di
depan. Bebas ber-ekspresi (toh tidak ketemu orangnya ini), bebas curhat (toh
yang bersangkutan tidak tahu ekspresi wajahku), bebas meledek tanpa batas ...
Saya sadari semuanya memang maya, tapi mengasyikkan bisa sejenak keluar
dari dunia nyata yang penuh kesibukan ini. Sejenak? Jantung ini tiba-tiba
berdetak kencang. Sudah seminggu saya di sini, sementara deadline beberapa
pekerjaan sudah terlampaui, belum lagi ada beberapa hal yang perlu di follow-up
minggu ini!!
Ada kejengahan, dan rasa lelah tiba-tiba menyergap, walau saya baru selesai
mandi. Walau baru beberapa menit lalu saya menikmati kesegaran pagi hari di
pegunungan ini, relaks dan segar.
‘R u thr?', ketikan muncul di layar.
Saya pandangi saja. ‘Apakah saya di sini?'. Secara fisik saya di sini,
duduk persis di depan laptop, bahkan perasaan mengasyikkan-pun muncul menggoda
mengajak untuk masuk kembali ke dunia maya tersebut, yang pasti mengasyikkan.
‘Am I here?', tanya saya kembali ke diri sendiri.
‘Apa yang telah saya lakukan selama ini?', pikiran mulai menerawang kembali
ke hari pertama saya masuk ke vila ini. Bermula dari ide agar bisa istirahat
sambil bekerja di sini, sambil menikmati keindahan alam yang selama ini sangat
saya rindukan. Berharap ada kedamaian dan ketenangan ketika berada di tengah
kesunyian dan keheningan pegunungan yang sejuk ini sehingga bisa lebih
produktif menyelesaikan masalah. Tapi ternyata tidak ada ketenangan, apalagi
kedamaian. Hati saya resah selama 2 hari pertama, pikiran tidak menentu di
antara beberapa konflik, antara kehidupan pribadi dan profesional. Atas
penentuan masa depan bisnis dan masa depan saya sendiri, atas keputusan
orangtua dan keputusan RUPS. Selanjutnya ditambah resah lagi karena asyik di
dunia maya, sambil tetap meresahkan pekerjaan dan masalah yang tertunda. Double
resah!!
Lalu apa yang telah saya lakukan? Keputusan apa yang telah saya pilih?
Rencana apa yang telah saya susun? Tidak ada!! Karena ternyata konflik di
Jakarta tetap menjadi konflik di sini, keresahan di Jakarta tetap menjadi
keresahan selama di sini (malah tambah). Memang saya merasa lebih ‘relaks' dan
‘tenang' beberapa malam ini, tapi bukan karena penyelesaian atas keresahan
awal. Itu karena saya telah berhasil ‘melarikan diri' sejenak ke dunia maya, ke
dunia tidak nyata dimana memang awalnya tidak ada keresahan dan konflik.
Masalah tetaplah masalah, konflik tetaplah konflik selama saya tidak berani
menghadapinya. Yang harus saya hadapi sebenarnya bukanlah keresahan atau
kejenuhan, tapi pikiran sendiri. Pikiran yang selalu ingin lari dari kenyataan,
pikiran yang selalu ingin mencari jalan singkat untuk tenang tanpa berusaha
menangani permasalahan itu sendiri. Ketenangan dan kedamaian bukan berasal dari
luar, tapi justru bersumber dari dalam diri sendiri. Ah!! Sudah berapa lamakah
saya berada dalam kebingungan ini? Sudah berapa lamakah saya berada dalam
kehidupan seperti ini? Sudah berapa banyakkah saya mensia-siakan hidup ini?
‘Ting!', bunyi lagi di laptop. ‘R u thr?'
‘No, i'm not'. Disusul dengan klik tegas, ‘send'.
Saya menghentakkan kaki berdiri meninggalkan laptop itu, menuju meja
makan dimana tergeletak beberapa dokumen yang sudah menunggu selama beberapa
hari. Inilah yang membuat hidup ini lebih hidup. Satu tantangan tersendiri
untuk menangani rutinitas yang konon membuat jenuh, satu keasyikan tersendiri
untuk berani mengambil keputusan di tengah konflik. Dan satu keberanian untuk
memulai sudut pandang baru. Karena itu berarti kita telah menang atas diri
sendiri, itu berarti kita telah menjadi tuan rumah atas hidup sendiri.
Kemanapun saya pergi, toh sangat bergantung dari apa yang ada dalam pikiran dan
perasaan diri sendiri, yang selalu dibawa kemanapun saya pergi. Mau di Jakarta,
mau di sini, sama saja!! Apapun yang terjadi di dunia nyata, sangat tergantung
dari bagaimana kita mengartikannya. Hidup ini memang seru, tapi indah!!
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Mariani NG ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Apa Yang Akan Saya Pikirkan Hari Ini
|
 |
Wisata Di Akhir Tahun
|
 |
Cinta, Harta Dan Sehat
|
 |
Visualisasi Atau Melamun
|
 |
Have You Ever Ordered Chaos?
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Seperti Jenderal Di Medan Perang
(Artikel Tetap) -
Rabu, 02 Juli 2008
|
 |
What Is Success
(Artikel Tetap) -
Jumat, 04 Juli 2008
|
 |
Tindakan Nyata Bukan Hanya Sekedar Kata-kata
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 05 Juli 2008
|
 |
Peragu
(Artikel Tetap) -
Senin, 07 Juli 2008
|
 |
Bulu Ayam
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 Juli 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Harga Bunuh Diri
(Artikel Tetap) -
Senin, 30 Juni 2008
|
 |
Guruku Cantik Sekali
(Artikel Tetap) -
Senin, 30 Juni 2008
|
 |
Menjadi Seorang Pahlawan
(Artikel Tetap) -
Jumat, 27 Juni 2008
|
 |
Berbagi Alam Dengan Anak Cucu Bagian II
(Artikel Tetap) -
Kamis, 26 Juni 2008
|
 |
Harga Sebuah Kesuksesan
(Artikel Tetap) -
Selasa, 24 Juni 2008
|
|
|