Bertindak (
take action) adalah kata kunci untuk meraih tujuan.
Kenapa demikian? Karena hanya dengan tindakanlah kita melakukan usaha nyata guna
meraih apa pun yang kita inginkan. Dengan bertindak/bergerak kita menempun cara
untuk mendapatkan apa yang kita harapkan.
Orang yang memiliki impian namun hanya berdiam diri saja
adalah pemimpi sejati yang hanya bisa bermimpi. Orang tipe ini
hanya mengharap keajaiban datang seperti ketika Aladin menemukan lampu ajaib dan
mengeluarkan jinnya. Jin ini akan mengabulkan apa pun permintaan tuannya.
Sayangnya orang seperti ini bukanlah Aladin yang hanya ada dalam dongeng. Orang
ini hanya menipu diri, padahal hukum alam tidak bisa ditipu.
Orang yang bergerak mengejar impian adalah orang yang
realistis. Ia sadar ada sebuah harga yang harus dibayar untuk terwujudnya sebuah
impian. Ia kemudian menyempurnakan ikhtiar agar impian itu bisa mewujud menjadi
sebuah kenyataan. Ia tahu apa impiannya dan ia pun tahu apa yang harus
dilakukan. Maka orang tipe ini besar sekali kemungkinan impiannya akan
tercapai.
Jika kita ingin uang maka kita harus bekerja. Jika kita
ingin pandai maka kita harus belajar. Jika kita ingin tampil lebih cantik/tampan
maka kita harus berhias/berdandan. Jika kita ingin sehat maka kita harus rajin
berolahraga. Jika kita ingin terampil di suatu bidang keahlian maka kita harus
tekun berlatih. Jika kita ingin sukses maka harus berusaha dan tidak takut
gagal.
Tidak ada suatu apa pun di dunia ini yang kita dapatkan
dengan jalan diam saja. Bayi saja jika ingin minum ASI (air susu ibu) maka ia
akan menangis untuk menginformasikan keinginannya kepada sang ibu. Apalagi kita
yang sudah menjadi manusia dewasa. Bertindak adalah sebuah keharusan bagi kita.
Tidak ada orang sukses yang tidak mengalami
trial and error dalam meraih
kesuksesannya. Mereka memang sukses dalam hidupnya, namun mereka juga telah
membayar pengorbanan; baik waktu, tenaga, pikiran maupun biaya yang tidak
sedikit.
Memang tidak selamanya tindakan kita selalu benar, namun
tanpa bertindak kesuksesan tidak mungkin terwujud. Kita harus paham betul
sunnatullah (hukum alam) yang berlaku di alam ini. Tidak ada sukses yang datang
dengan sendirinya. Semua pencapaian prestasi hidup dan kesuksesan membutuhkan
perjuangan dan kerja keras.
Orang yang tidak melakukan apa-apa hanya karena takut salah
atau gagal bagaikan air yang menggenang. Lambat laun ia akan membusuk dan
menjadi sarang nyamuk. Daripada diam dan membusuk, mari kita mengalir menuju
tempat yang kita inginkan, menuju hidup yang kita impikan.
Walaupun bertindak merupakan suatu keharusan bagi kita,
bukan berarti tindakan kita adalah tindakan yang membabi buta dan tanpa
perhitungan. Tindakan kita haruslah tindakan yang efektif dan efisien karena
setiap tindakan pasti membawa resiko. Bertindaklah dengan cara yang benar dan
sumber daya yang tepat untuk mendapatkan sasaran yang sudah ditargetkan.
Selamat berkarya mencerdaskan anak bangsa!
Agus
Riyanto
Penulis
Movitasi dan Pengembangan Diri, bisa dihubungi melalui email:
agus4ever@gmail.com atau melalui
www.agusriyanto.wordpress.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Agus Riyanto ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Tips Of Effective Writing
|
 |
Belajar Kepribadian Dari Lebah
|
 |
Memahami Keunikan Diri
|
 |
Kiat-Kiat Penguat Tali Cinta di Awal Tahun yang Indah
|
 |
Menumbuhkan Benih Kebahagiaan
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Ms (bagian Ke-3 Dari 3 Tulisan Ml, Md, Ms)
(Artikel Tetap) -
Jumat, 18 April 2008
|
 |
Jembatan Harapan
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 19 April 2008
|
 |
Mengucapkan Terimakasih
(Artikel Tetap) -
Minggu, 20 April 2008
|
 |
Penjual Panci Di Pagi Hari
(Artikel Tetap) -
Senin, 21 April 2008
|
 |
Bekerja Dengan Cerdas
(Artikel Tetap) -
Senin, 21 April 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Moving Toward Something
(Artikel Tetap) -
Selasa, 15 April 2008
|
 |
Kendi Pecah Di Siang Hari
(Artikel Tetap) -
Senin, 14 April 2008
|
 |
Jangan Tanya Apa..
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 12 April 2008
|
 |
Mengikat Rambut Di Atas Kasau Dan Menusuk Kaki Dengan Jarum
(Artikel Tetap) -
Kamis, 10 April 2008
|
 |
Melihat Yang Tak Terlihat
(Artikel Tetap) -
Rabu, 09 April 2008
|
|
|