
Berjuang (belajar dengan keras) tanpa mengenal lelah
untuk mencapai cita-cita.
Su Qin yang hidup pada
periode Negara-Negara Berperang (475-221 SM) adalah contoh yang bisa kita pelajari dari seseorang yang
memunyai semangat luar biasa untuk
mewujudkan cita-citanya.
Pada awal kariernya ia
pergi menghadap Huiwen, adipati dari negara Qin. Saat bertemu, Su Qin menawarkan beberapa strategi dan
taktik untuk membantu Huiwen menaklukkan
keenam negara (Yan, Han, Zhao, Wei, Chu dan Qi) lainnya. Huiwen yang skeptis dengan orang asing serta
tidak melihat ada sesuatu yang istimewa
dari usulan ini, lalu menolaknya.
Setelah gagal
menyakinkan Huiwen, Su Qin masih menetap di negara Qin cukup lama untuk mengadu
nasibnya. Ia masih mencoba dan berusaha
meyakinkan pejabat-pejabat setempat agar keahliannya bisa dimanfaatkan. Usaha
terakhir ini pun tidak membawakan hasil, karena orang-orang tidak melihat ada
sesuatu yang luar biasa dari dirinya.
Karena kondisi keuangan, Akhirnya ia terpaksa pulang ke
rumahnya.
Saat tiba di rumah
dengan tangan kosong dan tanpa sepersen pun, ia dicemooh oleh ibu, istri dan
saudara-saudaranya. Mereka menganggap ia
orang yang telah gagal. Su Qin benar-benar berada dalam kondisi paling terpuruk, sebab orang yang paling
dekat pun sudah tidak menghargainya
lagi. Ia tidak putus asa, namun
sebaliknya, Ia menjadikan semua ini sebagai dorongan untuk sukses. Ia berkata
dalam hatinya, 'Saya akan tunjukan kepada mereka siapa saya
sebenarnya.'
Sejak itu ia melalap
habis semua buku-buku tentang strategi perang. Ia belajar bagaimana menerapkan prinsip
dan strategi perang yang terbaik. Ia
juga belajar dengan sangat keras, dari pagi sampai malam. Bila mengantuk, ia
mengikat rambutnya yang panjang di atas kasau. Bila cara ini masih dianggap
belum cukup dan rasa ngantuk tak tertahankan, ia menusuk kakinya dengan benda
tajam (jarum) agar terjaga dan bisa terus membaca.
Setelah lebih dari
setahun memperdalam ilmu dan merasa telah yakin dengan kemampuannya, ia mulai
mengunjungi keenam negara, tidak termasuk negara Qin untuk menawarkan jasanya. Perjuangan yang
tidak mengenal lelah ini berhasil meyakinkan para adipati dari keenan negara
tentang pentingnya kerja sama untuk menghadapi ancaman negara Qin yang semakin
kuat dan berambisi menguasai negara-negara yang lain. Untuk melaksanakan
misinya, para Adipati dari keenam negara mengangkatnya sebagai pemimpin
tertinggi persekutuan enam negara tersebut.
Setelah ia berhasil
meraih cita-citanya, sikap keluarganya berubah drastis. Mereka bahkan datang
dari jauh-jauh untuk menjumpainya dan mengucapkan selamat kepadanya.
Kita harus mengacungkan jempol kepada Su Qin yang
mempunyai semangat, daya juang dan mental yang luar bisa. Dan hal ini lah yang
membedakan antara sang juara dengan orang-orang biasa.
Orang-orang biasa, hanya sekali
ditolak atau diremehkan, langsung
merengek-rengek. Mereka adalah orang yang tidak bertanggung jawab dan
hanya mencari alasan mengundurkan diri (dengan mengvonis diri tidak mampu, tidak kapabel,
tidak layak). Mereka tiba-tiba kehilangan semangat dan gairah. Mereka ingin segera keluar dari
lingkungan yang tidak menyenangkan itu
tanpa mau mencari solusi, tidak mau mencoba dan berjuang
lagi.
Kita harus belajar dari sikap
positif Su Qin dalam mencapai tujuan dan cita-cita. Walaupun ia gagal dan dihina
oleh orang yang paling dekat, orang yang paling dicintainya, ia tetap
tegar. Ia tidak menyalahkan orang lain,
keadaan, kondisi atau pun nasib. Ia yakin kegagalan berarti ada yang perlu
disempurnakan dan kegagalan itu adalah temporer. Oleh sebab itu, ia segera
mengambil keputusan dan tindakan. Ia mulai memperdalam ilmu dan wawasannya,
terutama ilmu dan strategi perang.
Dengan sikap pantang menyerah (persistensi), akhirnya ia
berhasil.
Sepanjang kita tidak terpuruk;
sepanjang kita tetap mau belajar dan bangkit serta mengambil tindakan nyata,
kesuksesan itu hanyalah masalah waktu,
karena kesuksesan itu sendiri tidak akan pergi jauh meninggalkan orang yang
mempunyai semangat untuk meraihnya.
Salam Sukses Untuk
Anda
Leman
(Kisah diatas dikutip dari buku The
Best of Chinese Wisdom)
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Leman - Penulis Buku 50 Chinese Wisdoms
|
 |
Mengikat Rambut Di Atas Kasau Dan Menusuk Kaki Dengan Jarum
|
 |
Orang Sukses Tidak Santai, Orang Santai TIdak Sukses
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Jangan Tanya Apa..
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 12 April 2008
|
 |
Kendi Pecah Di Siang Hari
(Artikel Tetap) -
Senin, 14 April 2008
|
 |
Moving Toward Something
(Artikel Tetap) -
Selasa, 15 April 2008
|
 |
The Power Of Action
(Artikel Tetap) -
Rabu, 16 April 2008
|
 |
Ms (bagian Ke-3 Dari 3 Tulisan Ml, Md, Ms)
(Artikel Tetap) -
Jumat, 18 April 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Melihat Yang Tak Terlihat
(Artikel Tetap) -
Rabu, 09 April 2008
|
 |
Fokus Ke Tujuan, Bukan Ke Rintangan
(Artikel Tetap) -
Selasa, 08 April 2008
|
 |
Treat Mars & Venus Differently
(Artikel Tetap) -
Senin, 07 April 2008
|
 |
Suatu Hari Ketika Ayat Ayat Cinta Ngetop Sekali (2)
(Artikel Tetap) -
Jumat, 04 April 2008
|
 |
Karakter Dan Reputasi
(Artikel Tetap) -
Kamis, 03 April 2008
|
|
|