Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling
dibangga-banggakan oleh-Nya, karena dilengkapi dengan
fitur super canggih, yaitu AKAL PIKIRAN. Karunia inilah yang
membuat setiap individu dilahirkan dengan potensi yang tanpa batas. Siapa pun
pasti akan terkejut bila menyadari potensi sejati yang dimilikinya. Bahkan mereka
yang sudah sempat "merasakan" puncak kesuksesan sekalipun pasti tetap terkagum-kagum
saat menyadari bahwa ternyata masih banyak kesuksesan lainnya yang bisa mereka raih.
Sukses
itu BUKAN hanya berwujud materi. Jumlahnya pun sungguh tak terhitung banyaknya
karena
setiap kesuksesan adalah cerminan
dari kesempurnaan Sifat-Sifat Tuhan. Karena itulah, bila kita selalu
konsisten pada
blue print penciptaan
manusia, yaitu sebagai duta-duta Beliau di dunia, maka setiap hasil karya kita
pasti selalu merupakan hasil yang terbaik, sebuah KESEMPURNAAN. Untuk keperluan
inilah maka manusia dibekali dengan "modal dasar" berupa akal pikiran.
Lantas, bila "modal dasar" memang
sudah ada, pertanyaan selanjutnya adalah, "Apakah ada cukup kesempatan di dunia
ini untuk mewujudkannya?" Bukankah kita sudah terbiasa didoktrin dengan
ungkapan-ungkapan seperti:
-
Bila semua orang jadi pemimpin, lantas
siapa yang akan jadi anak buah?
-
Dimana-mana yang namanya pemenang itu ya
cuma ada satu
-
Tidak semua orang dilahirkan denganbakat seperti itu
Kita seperti dibenturkan pada sebuah
paradox. Di satu sisi kita memiliki
potensi yang tak terbatas, namun di sisi lain secara riil lingkungan sekitar nampaknya
kurang mendukung.
Untuk
menjawabnya, cukup kita gunakan sebuah logika sederhana. Tuhan adalah Sang Maha
Kaya, dan Beliau sudah memberi "mandat" pada manusia untuk mengelola aset milik-Nya,
yaitu dunia dan seisinya. Ini adalah sebuah "kepercayaan" yang tak ada duanya. Bayangkan,
kita dipercaya oleh "Sosok" dengan kekayaan yang tak terukur dan otoritas yang
tidak terbatas, inilah sebuah
intagible asset yang sangat dahsyat.
Namun "tingkat
kepercayaan" yang diberikan-Nya, selalu berbanding lurus dengan kesiapan kita.
Artinya, bila Anda menginginkan kepercayaan yang lebih tinggi dan lebih
berkualitas, maka
upgrade-lah kualitas
diri. Layak atau tidaknya untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar ditentukan
oleh Anda sendiri. Gali lebih dalam lagi potensi diri, dan saat Anda siap, Sang
Maha Pemurah pasti akan menghadirkan KESEMPATAN.
Sampai
di titik ini, bisa kita tarik kesimpulan bahwa sukses sesungguhnya bukan
sekedar hak tapi justru merupakan kewajiban.
Tidak ada seorang pun yang "dihadirkan" oleh-Nya di dunia ini untuk
sekedar "menumpang hidup" dan "menunggu ajal tiba". Setiap orang diciptakan
untuk menunaikan tugasnya masing-masing. Namun semuanya serba berproses.
Artinya, melalui serangkaian prose
s pembelajaran,
semakin banyak potensi diri yang Anda gali, semakin tinggi kualitas diri, maka
semakin "berkualitas" pula tugas yang wajib Anda tunaikan.
Proses
pembelajaran yang tiada henti ini lazim kita sebut sebagai KEHIDUPAN. Ya,
kehidupanlah yang akan menempa Anda. Susah-senang, rejeki-musibah,
kemudahan-kesulitan, adalah sebagian kecil contoh tempaan-tempaan yang akan selalu
kita hadapi.
Bila kita selalu berbaik sangka pada
Sang Pencipta, maka setiap proses tempaan tersebut PASTI akan menambah
"lapisan-lapisan" KEBIJAKAN kita. Artinya, bila kita berhasil melalui
phase-phase tempaan tersebut, tanpa
sadar kita sesungguhnya telah meng-
upgrade
kualitas diri kita. Kita pun sudah siap untuk memikul tanggung jawab yang lebih
besar lagi dan tentunya, siap untuk meraih puncak kesuksesan yang berikutnya.
Sebagai contoh, bila Anda seorang
manager madya yang bercita-cita untuk
menjadi seorang
direktur, maka
mulailah berpikir seperti
direktur,
bersikap sebagai
direktur, mengambil
keputusan dengan kualitas
direktur,
memimpin dengan karakter
direktur,
berani menghadapi kompleksitas pada level
direktur
serta sanggup memecahkan masalah yang "hanya" dihadapi oleh seorang
direktur.
Bila
Anda memimpikan untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi lagi, di mana memang
seharusnya berjalan demikian, maka selalu hadapi dan selesaikan pembelajaran
yang sedang Anda alami, baik "senang" maupun "susah".
Mereka yang BERANI memimpikan kesuksesan yang tanpa batas adalah mereka
yang selalu BERANI menghadapi apapun bentuk "pembelajaran" yang dianugerahkan
oleh-Nya.
Ditulis oleh Tommy Setiawan, seorang
praktisi pemasaran dan pengamat industri MLM. Tommy dapat dihubungi melalui
blowbytommy@yahoo.com atau melalui 0812
80 56772.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Tommy Setiawan - Pengamat MLM dan Penulis buku
|
 |
Bulan Pun Tidak Mengitari Matahari Secara Langsung
|
 |
Mewujudkan Kesuksesan Tanpa Batas
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Mau Menjual? Diamlah Sejenak!
(Artikel Tetap) -
Jumat, 28 Maret 2008
|
 |
Software-nya Orangtua
(Artikel Tetap) -
Senin, 31 Maret 2008
|
 |
Masalah Membuat Anda Menjadi Kuat
(Artikel Tetap) -
Selasa, 01 April 2008
|
 |
Ilmu Yang Menerangi Hati
(Artikel Tetap) -
Rabu, 02 April 2008
|
 |
Karakter Dan Reputasi
(Artikel Tetap) -
Kamis, 03 April 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Suatu Hari Ketika Ayat-ayat Cinta Ngetop Sekali (1)
(Artikel Tetap) -
Rabu, 26 Maret 2008
|
 |
36 Ji (strategy) For Happy Life - Strategy Ke-31
(Artikel Tetap) -
Selasa, 25 Maret 2008
|
 |
Pecah Telor
(Artikel Tetap) -
Senin, 24 Maret 2008
|
 |
Benarkah Ada Keberuntungan?
(Artikel Tetap) -
Minggu, 23 Maret 2008
|
 |
Nilainya Melebihi Satu Milyar Rupiah
(Artikel Tetap) -
Rabu, 19 Maret 2008
|
|
|