Pada dasarnya motivasi adalah sebuah
dorongan, sedangkan pikiran negatif adalah gravitasi. Yang satu
mengangkat anda dan yang lainnya menjatuhkan anda. Sayangnya berpikir
negatif itu jauh lebih mudah daripada berpikir positif.
Tetapi coba renungkan, "Ketika kita
meluncurkan roket ke ruang angkasa, dibutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk
meluncurkannya pada sekian ribu kilometer pertama ketimbang kebutuhan bahan
bakar untuk menyelesaikan sisa perjalanan menuju bulan. Begitu anda terbang,
mulai naik keatas dan keluar dari kerumunan negatif dibawah, maka pergerakan
menuju sisa perjalanan menjadi lebih mudah. Dibutuhkan fokus serta usaha
untuk menjauhkan diri dari mereka-mereka yang berpuas diri dengan posisinya
saat itu, tetapi begitu anda berhasil menjauhkan diri dari mereka, dengan mudah
anda mampu menambah kecepatan bahkan dengan bertambahnya usia sekalipun,
sungguh mengasyikkan bukan?
Bagaimana agar termotivasi? Ambil
sebuah pena dan tuliskan di selembar kertas setidaknya sepuluh hal yang anda
syukuri: Kesehatan anda, pekerjaan anda, pakaian anda, rumah anda, mobil anda,
keluarga anda, teman-teman anda, apapun..
Berikutnya, buatlah daftar hal-hal yang
anda ingin miliki: Mobil baru, usaha yang berhasil, jabatan yang lebih baik,
rumah yang lebih besar, keluarga yang bahagia atau sepatu baru sekalipun.
Sekarang coba tanyakan pada diri sendiri:"Apakah yang dapat kulakukan untuk
mendapatkan hal-hal yang kuinginkan itu?" Mungkin anda harus membaca
buku-buku yang inspirasional, mengikuti seminar-seminar, kursus atau sekolah
lagi, atau mengembangkan relasi-relasi baru. Ingatlah bahwa motivasi pada
dasarnya adalah sebuah dorongan dan pernyataan bahwa "Kata-kata saja tidak
cukup untuk mengubah sesuatu, tapi tindakan-lah yang akan mengubah realita"
adalah benar adanya.
Kita semua pernah mengalami enggan
mengerjakan sesuatu yang harus kita kerjakan, tetapi dalam proses mengerjakan
kita temukan bahwa ternyata tidak sesulit atau seburuk yang kita sangka, tetapi
justru mengasyikkan. Semuanya itu dimulai dengan langkah pertama.
Pembicara Joe Sabah dengan bijaksana menyimpulkan "Anda tidak perlu hebat untuk
memulai, tetapi anda harus memulai untuk menjadi hebat." Langkah pertama
itu membuat langkah berikutnya terasa mudah dan tiba-tiba anda sudah melesat
jauh tinggi.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Haryo Ardito - Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia – DKI Jakarta
|
 |
Pecah Telor
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
36 Ji (strategy) For Happy Life - Strategy Ke-31
(Artikel Tetap) -
Selasa, 25 Maret 2008
|
 |
Suatu Hari Ketika Ayat-ayat Cinta Ngetop Sekali (1)
(Artikel Tetap) -
Rabu, 26 Maret 2008
|
 |
Mewujudkan Kesuksesan Tanpa Batas
(Artikel Tetap) -
Kamis, 27 Maret 2008
|
 |
Mau Menjual? Diamlah Sejenak!
(Artikel Tetap) -
Jumat, 28 Maret 2008
|
 |
Software-nya Orangtua
(Artikel Tetap) -
Senin, 31 Maret 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Benarkah Ada Keberuntungan?
(Artikel Tetap) -
Minggu, 23 Maret 2008
|
 |
Nilainya Melebihi Satu Milyar Rupiah
(Artikel Tetap) -
Rabu, 19 Maret 2008
|
 |
Work-life Balance
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
 |
Tidur Di Atas Kayu Bakar Dan Mencicipi Empedu
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
 |
Suatu Malam Ketika Hatiku Sedih Sekali
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
|
|