Saya
pernah menulis artikel berjudul "Formasi V" yang dimuat di wikimu.com. Dalam
tulisan itu saya memberikan contoh teman saya. Beliau saya beritahu dan membaca
tulisan tersebut. Kemudian beliau memberi komentar seperti ini:
Ada faktor lain yang seharusnya
dimunculkan, mungkin penulis belum menggali lebih detail kepada temannya.
faktor yang saya maksud adalah Kejujuran dan kedisiplinan.
- Kejujuran.
Faktor
ini yang paling penting dalam suatu usaha, mitra usaha mau membantu kembali
karena mereka tahu bahwa teman ini jujur.Ini memerlukan waktu yang lama dengan
segala tingkah lakunya dalam bisnis, dengan segala perbuatannya selama terjalin
hubungan dengan mitra-mitra yang lain, dan ini secara tidak langsung membuat rapot
mereka dalam usahanya.
Mereka
mempunya networking yang banyak, inipun akan memberikan report secara tidak
langsung kepada yang lain sehingga menimbulkan kepercayaan / image yang sangat
positif.
Kembali
ke formasi V... demikian juga dengan burung-burung tersebut, bahwa yang
dibelakang sudah mempunyai kepercayaan yang penuh terhadap yang didepan,
sehingga apabila yang didepan kelelahan yang dibelakang dengan sukarela segera
menggantikan posisinya. inilah proses saling membantu.
- Disiplin.
Faktor
ini juga sangat penting dalam bisnis, karena disiplin ini akan mebuat mitra
sangat percaya...ini harus kita jaga , jangan sampai kepercayaan ini hilang.
disiplin dalam membuat janji, disiplin dalam pengembalian pinjaman, disiplin
dalam memanage waktu... pokoknya disiplin inilah yang akan membuat seseorang
dipercaya atau tidak.
Kemudian
ada satu komentar lain yang menyatakan bahwa perlu juga keberuntungan. Lalu
benarkah teman saya yang dijadikan contoh itu memang beruntung?
Di
akhir "Formasi V" saya menyatakan bahwa untuk bangkit kembali dari keterpurukan
tsunami yang melanda Meulaboh diperlukan network yang sangat baik. Lalu teman
saya itu menyatakan bahwa network yang sangat baik tidak muncul begitu saja,
bila beliau tidak menjaga kepercayaan dalam hubungan bisnis. Justru network
yang muncul dari kepercayaan itulah yang membuat semua teman beliau membantu
ketika bencana melanda usaha beliau.
Sementara
kepercayaan baru bisa muncul dalam masa yang cukup panjang melalui dua cara
yang beliau ungkapkan tadi. Bagaimana mungkin beliau tidak dipercaya bila
beliau selalu membayar barang konsinyasi yang diterima tepat waktu. Setahu
saya, beliau membayar setiap bulan. Selalu sesuai dengan nilai persediaan
barang yang berhasil beliau jual dalam bulan tersebut. Ketika barang dagangan
tidak berhasil dijual, beliau bahkan langsung memulangkan barang yang tersisa
dan selalu disertai dengan pembayaran akhir sesuai nilai barang dagangan yang
belum dibayarkan.
Sering
juga ketika beliau masih ingin mempertahankan barang dagangan maka beliau
dengan jujur menyatakan pada pemasoknya dan bersedia membayar nilai sebanyak
semua barang dagangan yang dikonsinyasikan. Dengan demikian maka para pemasok
benar-benar merasa aman dan tidak merasa takut ditipu oleh teman saya itu.
Dari
kejujuran dan disiplin yang berjalan sekian lama, maka muncullah kepercayaan.
Kepercayaan yang semakin tinggi maka muncullah network yang terus semakin baik.
Maka karena network yang semakin baiklah bisa tumbuh fenomena Formasi V pada
bisnis Anda.
Bagaimana
dengan keberuntungan?
Setahu
saya keberuntungan adalah ketika orang mencari pemain drum dan ternyata selama
lebih dari tiga tahun kita sering berlatih menabuh drum. Keberuntungan adalah
orang yang datang ke toko pernak-pernik aksesoris pakaian yang Anda miliki dan
mencari korsase sementara kita memang suka membuat korsase. Keberuntungan
adalah ketika perusahaan
motivation
training mencari
trainer padahal
semua teman di lingkungan sering Anda ajak untuk tetap bersemangat, percaya
diri dan berani mencoba hal-hal baru.
Jadi
keberuntungan, kalaupun memang ada, adalah kesempatan yang datang melintas di
depan orang yang terus-menerus berlatih atau mempersiapkan diri. Ada banyak
sekali kesempatan yang muncul dan beberapa tidak mampu kita raih, tetapi ketika
sebuah kesempatan yang muncul berhasil kita raih, maka yang kita ingat bahwa
itu adalah keberuntungan. Kita bahkan tidak ingat bahwa kita selama ini
benar-benar berkonsentrasi pada kemampuan, sikap atau barang dagagan tersebut.
Lalu
apakah keberuntungan ada?
Ardian Syam
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Ardian Syam ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Ketika Kualitas Layanan Diabaikan
|
 |
Karakter Baku
|
 |
Tantangan Leader
|
 |
Elang
|
 |
Kulkas
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Pecah Telor
(Artikel Tetap) -
Senin, 24 Maret 2008
|
 |
36 Ji (strategy) For Happy Life - Strategy Ke-31
(Artikel Tetap) -
Selasa, 25 Maret 2008
|
 |
Suatu Hari Ketika Ayat-ayat Cinta Ngetop Sekali (1)
(Artikel Tetap) -
Rabu, 26 Maret 2008
|
 |
Mewujudkan Kesuksesan Tanpa Batas
(Artikel Tetap) -
Kamis, 27 Maret 2008
|
 |
Mau Menjual? Diamlah Sejenak!
(Artikel Tetap) -
Jumat, 28 Maret 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Nilainya Melebihi Satu Milyar Rupiah
(Artikel Tetap) -
Rabu, 19 Maret 2008
|
 |
Work-life Balance
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
 |
Tidur Di Atas Kayu Bakar Dan Mencicipi Empedu
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
 |
Suatu Malam Ketika Hatiku Sedih Sekali
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
 |
Fokus Pada Tujuan Yang Pasti
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
|
|