Dikisahkan tentang
sepasang suami istri yang baru saja menikah. Awalnya kehidupan rumah tangga
mereka harmonis. Tetapi tuntutan kebutuhan rumah tangga semakin besar,
sementara si istri belum dapat menyiasati sumber penghasilan suaminya yang tak
seberapa. Tak ayal si istri menjadi kalang kabut sehingga ia selalu merasa
kurang puas.
Buntutnya keadaan tersebut memicu kebiasaan si istri setiap hari selalu
mengeluh dan menuntut suaminya memenuhi semua kebutuhan, dari mulai rumah,
mobil, dan fasilitas lainnya senilai satu milyar rupiah. Sedangkan sang suami
benar-benar dibuat stres.
"Bagaimana mungkin? Penghasilanku kan hanya
segitu!" guman sang suami. Lebih parah lagi, di tengah tekanan tersebut, ia
sama sekali tidak berhasil memberikan pengertian kepada sang istri.
Suatu ketika mereka berdua berkunjung ke rumah sakit menjenguk salah
seorang rekan si istri yang tergolek lemah terserang penyakit ganas. Rekan si
istri tersebut menceritakan bahwa ia selama ini sering lupa makan, kurang
istirahat, dan melakukan pola hidup yang salah. Kejadian itu memberikan
seberkas ide bagi sang suami untuk memberikan sedikit pengertian kepada
istrinya tercinta.
Dalam perjalanan pulang, sang suami memecah keheningan. Ia bertanya
kepada istrinya,
"Jika saya memberikan kamu uang 1 milyar, tetapi syaratnya
kamu harus sakit seperti temanmu tadi, apakah kamu mau?"
"Tidak!" tukas istrinya.
Dua hari kemudian, mereka berjalan-jalan melewati sebuah bungalow yang
sejuk dan cantik. Tak lama kemudian muncul sepasang manula dari bungalow
tersebut.
"Ini kesempatan aku mengetuk hati istriku," pikir si suami. Ia
tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia segera mengajukan sebuah pertanyaan
kepada istrinya,
"Jika sekarang kamu bisa memiliki sebuah bungalow seperti
itu, tapi seketika kamu menjadi tua seperti orang tua tadi, apakah kamu mau?"
"Tidak !" ucap istrinya agak kesal.
Tak lama setelah
kejadian tersebut, terjadi perampokan besar di sebuah Bank ternama di kota yang
mereka tinggali. Bank tersebut hampir saja menderita kerugian 1 trilyun rupiah,
kalau saja aksi perampok tersebut tak berhasil digagalkan. Berita tentang salah
seorang perampok mati tertembak dengan cepat tersiar di seluruh kota.
Pasangan suami istri tersebut mendengar tentang berita perampokan Bank
dari siaran di televisi. Ketika si istri serius memperhatikan kelanjutan berita
perampokan tersebut, si suami tergelitik untuk bertanya kepada istrinya.
"Kalau
kamu diberi uang satu milyar, tapi kamu mesti menjalani hukuman mati, apakah
kamu mau," celetuk sang suami memecah keheningan.
Kontan sang istri tersulut emosinya.
"Omong kosong apa kamu! Diberi
bukit emaspun aku tidak mau!" sergahnya kepada sang suami.
Mendengar ucapan istrinya, sang suami tersenyum riang. Ia merasa senang,
karena hampir berhasil membawa istrinya pada pemikiran yang benar.
"Apakah
kamu sekarang sudah menyadari dan merasakan bahwa kita sebenarnya sangat kaya!
Kita memiliki kesehatan, masa muda dan nyawa," kata suaminya.
Ia melanjutkan,
"Kekayaan yang sudah aku sebutkan tadi jauh lebih
besar dari uang 1 milyar rupiah! Bukankah kita masih memiliki sepasang tangan
untuk memperjuangkan masa depan dan nasib kita?"
Kata-kata suaminya benar-benar membuat wanita itu terpaku. Ia baru sadar
selama ini sudah bertindak bodoh, karena tidak mensyukuri anugrah yang telah ia
nikmati setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik. Sejak saat itu
hatinya mulai terbuka pada masukan baru yang positif dan senantiasa memperbaiki
diri supaya menjadi istri yang lebih baik.
Pesan:
Berdasarkan kisah
diatas kita dapat menilai bahwa manusia sebenarnya memiliki kekayaan yang luar
biasa. Kita memiliki tubuh yang sempurna dibandingkan mahkluk Tuhan YME
lainnya. Terlebih kita memiliki pikiran yang luar biasa hebatnya dibandingkan
dengan komputer yang paling canggih sekalipun.
Tetapi sebagian besar
diantara kita sering menyamakan kekayaan manusia dengan hal-hal yang bersifat
materi. Sehingga tak jarang diantara mereka menjadi sombong, serakah, tidak
jujur, menang sendiri dan lain sebagainya. Kurangnya rasa syukur kepada Tuhan
YME atas segala keistimewaan yang kita miliki dapat memicu kita menonjolkan
sikap buruk karena tak mampu berpikir jernih, misalnya rasa frustasi yang
berkepanjangan, gelisah, sakit fisik, emosional dan bahkan depresi.
Padahal kalau saja
kita menukar anggapan kita yang serba materialistis menjadi pola pikir yang
serba bersyukur atas anugerah Tuhan YME yang ada di dalam diri kita, maka kita
akan lebih mudah berprasangka & berperilaku positif, berkreasi dan
menciptakan lahan usaha baru yang lebih produktif dan lain sebagainya. Banyak
hal positif di dalam diri kita yang dapat menghasilkan uang dengan mudah.
Segala potensi yang ada di
dalam diri kita sangat tinggi nilanya, tak tertandingi dengan materi berapapun
juga. Hargai apa yang sudah kita miliki dengan rasa syukur kepada Tuhan YME dan
terus berusaha menciptakan karya terbaik. "Whatever you are, be a good one.
- Siapapun diri Anda, jadilah yang terbaik," ujar Abraham Lincoln, mantan
presiden Amerika Serikat yang hidup pada tahun 1809 - 1865. Karena siapapun
Anda pasti bisa melakukannya.
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku
bestseller.
Kunjungi
websitenya di : www.andrewho-uol.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Andrew Ho - Pengusaha, motivator, dan Penulis buku bestseller
|
 |
Nilainya Melebihi Satu Milyar Rupiah
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Benarkah Ada Keberuntungan?
(Artikel Tetap) -
Minggu, 23 Maret 2008
|
 |
Pecah Telor
(Artikel Tetap) -
Senin, 24 Maret 2008
|
 |
36 Ji (strategy) For Happy Life - Strategy Ke-31
(Artikel Tetap) -
Selasa, 25 Maret 2008
|
 |
Suatu Hari Ketika Ayat-ayat Cinta Ngetop Sekali (1)
(Artikel Tetap) -
Rabu, 26 Maret 2008
|
 |
Mewujudkan Kesuksesan Tanpa Batas
(Artikel Tetap) -
Kamis, 27 Maret 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Work-life Balance
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
 |
Tidur Di Atas Kayu Bakar Dan Mencicipi Empedu
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
 |
Suatu Malam Ketika Hatiku Sedih Sekali
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
 |
Fokus Pada Tujuan Yang Pasti
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
 |
Be Xo First (then You Get Rich) !
(Artikel Tetap) -
Jumat, 14 Maret 2008
|
|
|