Seorang teman boss saya, Andy
namanya berceritera bahwa dengan menggunakan mobil berteknologi mutakir, sulit
bagi dirinya bila mengalami kerusakan mesin di jalan.
Bayangkan, kalau kita tiba di suatu desa, di tepi hutan, kemudian mobil tersebut
mogok. Apakah montir yang ada di desa dapat memperbaiki mobil yang sudah
diprogram dengan komputer ? Apakah mobil tersebut boleh didorong seperti mobil
dengan mekanisme konvensional ? Bahkan pada saat ini mobil pribadi berteknologi
mutakir yang dicuri dapat dihentikan
sistem operasionalnya melalui satelit, sehingga macetlah mobil yang dibawa lari
pencuri. Ini cerita kecangihan teknologi.
Boss saya membenarkan Andy.
Karena accu kering tidak beroperasi, maka segera berhentilah semua sistem pada
mobilnya. Masih untung si boss mengalami kemacetan mesin di dalam kota pada jam kerja.
Tinggal perintah beli accu, digantikan dengan yang rusak, normal kembalilah
mobilnya dipergunakan.
Memang kecanggihan teknolgi
sudah masuk ke negara kita, namun kemampuan untuk mengimbangi kecanggihan
tersebut masih pincang.
Agil, seorang tukang yang memperbaiki mesin ketik, tinggal menghitung
hari karena sudah sedikit kantor yang memakai jasanya. Sugi yang menjadi Kepala
Kantor, setiap kali minta dibantu anaknya walau hanya butuh membuat surat kepada adiknya
karena tidak dapat mengoperasikan komputer.
Sementara Budi yang gajiannya diterima melalui mesin ATM harus menunggu
anaknya untuk mengambil uang karena dia tidak mau belajar menggunakan mesin
uang yang sudah bermunculan hampir di setiap sudut kota.
Menurut Pengetahuan Manajemen,
dengan program yang cermat dibarengi peralatan yang canggih, maka perusahaan
dapat dikendalikan dari atas meja. Segala peralatan, antara lain telephone,
aiphone, handphone, CPU, laptop, televisi, CCTV dan lain sebagainya berada
dalam satu ruang. Disitulah komando Perusahaan dikendalikan.
Ternyata teori tersebut tidak dapat dilaksanakan di negara kita, Indonesia.
Lebih duapuluh tahun silam, Anom Suryawan berkata kepada saya bahwa Indonesia
ini karena mengalami kesulitan ekonomi mengharuskan suami dan istri bekerja di
luar rumah. Dengan demikian, banyak orangtua menyerahkan pendidikan anaknya
pada para guru, sementara para guru tersebut juga belum siap. Teklologi dari
belahan dunia Barat tidak bisa dibendung masuk ke Indonesia, sementara kita belum
siap untuk menggunakannya.
Pada saat ini, karena keperluan pasar, maka berbagai cara digunakan
untuk menjual alat yang mempunyai teknologi canggih. Handphone yang dipakai
remaja masa kini mungkin hanya 25 % kemampuan yang dipahami pemakainya. Kita
bisa diibaratkan ke Barat belum sampai, dari Timur sudah lepas. Transisi !
Transisi ini ternyata tidak berkesudahan. Saya menyadari hal ini karena
banyak orang Indonesia
malas belajar, hanyut pada kejayaan masa
lampau yang sudah jauh jaraknya.
Keagungan Borobudur, Sriwijaya, Majapahit dan sederetan kejayaan masih merupakan
mimpi indah tanpa menyadari bahwa sebenarnya kita sudah tidak punya kemampuan
yang sama mutunya menggunakan peralatan untuk mempertahankan kehidupan seperti
jaman keemasan tersebut.
Kita tidak usah malu mengakui
kekurangan kita. Kita tidak usah malu pada diri sendiri mengapa sampai sekarang
tidak ada putra Indonesia
yang paham bagaimana caranya mendirikan candi dengan peralatan pada masa lalu. Pengetahuan
masa kini ternyata tidak mampu dipergunakan untuk mewujudkan Borobudur.
Kita sudah berada dalam alam global abad millenium.
Bukan saatnya gegabah mempergunakan teknologi canggih tanpa membangun
manusia Indonesia
sebagai sumber daya manusia terbesar untuk trampil menggunakannya.
Kita tertuntut belajar tanpa henti, karena sukses akan datang karena
kita tidak segan belajar, tidak berhenti pada pengetahuan yang sudah kita
punyai.
Kita sudah ketinggalan, kapan kita mulai bila tidak punya tekad untuk
mulai ?
Sudah saatnya kita pakai teknologi mutakir, sudah saatnya teknologi masa
kini wajib dikuasai oleh setiap orang.
Bertekadlah untuk terus maju
! Bertekadlah untuk selalu belajar ! Sudah saatnya kita memunculkan segala fasilitas,
sehingga ke Barat segera sampai, karena dari Timur sudah lepas. Sudah saatnya
kita menanti sukses karena tekad bersama menguasai teknologi.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari D Henry Basuki - Pengamat Budaya
|
 |
Sudah Saatnya
|
 |
Pusing
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Be Xo First (then You Get Rich) !
(Artikel Tetap) -
Jumat, 14 Maret 2008
|
 |
Fokus Pada Tujuan Yang Pasti
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
 |
Suatu Malam Ketika Hatiku Sedih Sekali
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
 |
Tidur Di Atas Kayu Bakar Dan Mencicipi Empedu
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
 |
Work-life Balance
(Artikel Tetap) -
Senin, 17 Maret 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Selimut Dalam Tidurku
(Artikel Tetap) -
Kamis, 13 Maret 2008
|
 |
Begini Seharusnya Pelayanan Call Center (bagian 2 - Tamat)
(Artikel Tetap) -
Rabu, 12 Maret 2008
|
 |
Faktor Luck Dalam Kesuksesan
(Artikel Tetap) -
Rabu, 12 Maret 2008
|
 |
Buah Kelapa Yang Mematikan!
(Artikel Tetap) -
Selasa, 11 Maret 2008
|
 |
Kembangkan Jiwa Sukses Anda!
(Artikel Tetap) -
Senin, 10 Maret 2008
|
|
|