Fenomena
Mestakung
Fenomena ini terjadi ketika suatu sistem berada pada keadaan kritis. Pada
keadaan kritis ini berlaku hukum Mestakung.
Ada 3 hukum Mestakung:
- Hukum 1: pada
kondisi kritis, ada jalan keluar
- Hukum 2: ketika
seorang melangkah untuk keluar dari kondisi kritis, ia akan melihat jalan keluar.
- Hukum 3: Ketika seorang
melangkah tekun, terjadilah mestakung.
Ketiga hukum
mestakung ini saya singkat dengan kata KRILANGKUN (KRItis, meLANGkah, teKUN).
Untuk membuat
hukum mestakung bekerja, kita harus menciptakan kondisi kritis. Setelah itu kita harus
melangkah. Nah, ketika kita melangkah dengan tekun inilah, akan terjadilah
mestakung (semesta mendukung). Mestakung akan menciptakan pelipatgandaan hasil,
yang tidak mungkin menjadi mungkin, yang mustahil menjadi kenyataan, terjadi
hal-hal yang luar biasa.
Fenomena mestakung
cocok untuk organisasi yang berada dalam kondisi kritis, perusahaan yang ingin berkembang
cepat ataupun daerah yang berambisi menjadi yang terhebat.
Selama saya
seminar Mestakung, banyak perusahaan maupun pribadi sudah mengalami mestakung
ini. Ada yang bercerita ingin sekali kuliah di Amerika Serikat, kemudian ia
melangkah dan melangkah, ketok pintu sana, ketok pintu sini. Akhirnya jalan
terbuka, kini ia berada di Amerika full scholar ship. Ada juga yang cerita
perusahaannya meningkat keuntungannya 200 % di tahun 2007 yang lalu karena
mereka menempatkan diri pada kondisi kritis lalu melangkah dan melangkah dengan
tekun.
Pemimpin yang
dibutuhkan dalam situasi ini adalah pemimpin yang
gigih (kejar habis). Pemimpin ini harus punya ambisi besar, mau
kerja keras dan tekun. Pemimpin ini
harus punya ekstra energi dan didukung oleh tim yang juga mempunyai ambisi yang
sama. Tim harus sepakat untuk tidak akan berhenti sebelum target tercapai.
Kepemimpinan
pada abad ke-21s
Abad ke-21 ini adalah abad globalisasi. Organisasi
menjadi lebih kompleks. Orang yang
dipimpinpun lebih beragam. Kepemimpinan abad ke-21 yang diharapkan merupakan kombinasi dari empat
kepemimpinan di atas. Pemimpin diharapkan mampu mendeteksi situasi yang
dihadapinya dan mampu merubah gaya kepemimpinannya sesuai dengan situasi tersebut.
Kadang ketika organisasi lesu, pemimpin harus menggunakan kepemimpinan Newton
yang keras dan tegas untuk membuat semua orang bangkit dan bergerak.
Kepemimpinan yang tegas ini perlu ditambah dengan kepemimpinan mestakung agar
setiap orang yang dipimpinnya merasa kritis sehingga mereka lebih termotivasi
untuk maju dan mencapai target setinggi-tingginya. Juga jangan lupakan
kepemimpinan Einstein yang lebih demokratis untuk memperhatikan setiap input
yang masuk dan terus menjaga integritas diri agar jangan dilibas oleh
orang-orang yang iri hati dan dengki. Dan ingat bahwa pada abad ke-21 tidak ada
yang pasti, semua penuh ketidakpastian, diperlukan tindakan yang nyata dan
tegas untuk semua rencana dan visi yang dimilikinya.
Jangan lupa klik
video yang dapat memberikan inspirasi:
1. Video peristiwa Indonesia jadi juara dunia di Singapura
2006
http://www.youtube.com/watch?v=2dJcEc05c4U
2. Video lagu mestakung
http://www.youtube.com/watch?v=ERPzSEViABU
(Prof.
Yohanes Surya, Ph.D/Rektor Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta).
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Prof. Yohanes Surya Ph.D Rektor Universitas Mulimedia Nusantara
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 3)
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 4 Tamat)
|
 |
Mestakung, The Secret Dan Kemerdekaan Indonesia
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 1)
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 2)
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Kembangkan Jiwa Sukses Anda!
(Artikel Tetap) -
Senin, 10 Maret 2008
|
 |
Buah Kelapa Yang Mematikan!
(Artikel Tetap) -
Selasa, 11 Maret 2008
|
 |
Faktor Luck Dalam Kesuksesan
(Artikel Tetap) -
Rabu, 12 Maret 2008
|
 |
Begini Seharusnya Pelayanan Call Center (bagian 2 - Tamat)
(Artikel Tetap) -
Rabu, 12 Maret 2008
|
 |
Selimut Dalam Tidurku
(Artikel Tetap) -
Kamis, 13 Maret 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Kucing Yang Bertamu
(Artikel Tetap) -
Senin, 03 Maret 2008
|
 |
Menemukan Peluang Di Tengah Tantangan - 3
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 01 Maret 2008
|
 |
Begini Seharusnya Pelayanan Call Center (bagian 1)
(Artikel Tetap) -
Jumat, 29 Februari 2008
|
 |
Peramalan
(Artikel Tetap) -
Kamis, 28 Februari 2008
|
 |
Sponge, Clean Or Dirty ?
(Artikel Tetap) -
Rabu, 27 Februari 2008
|
|
|