Fenomena Einstein
Pada awal abad ke-20,
Einstein memperkenalkan teori relativitasnya. Menurut teori ini, tidak ada
gerak absolut. Semua gerak bersifat relatif.
Misal ketika kita
naik kereta api, kita merasa seolah-olah kita diam, tetapi pohon-pohon
bergerak. Atau yang paling jelas saat ini kita berada dibumi. Kita merasa bahwa
kita diam, mataharilah yang bergerak dari Timur ke Barat. Padahal kenyataannya
bumi lah yang bergerak mengelilingi Matahari. Matahari menganggap dirinya diam,
padahal menurut pusat galaksi, matahari bergerak memutari pusat galaksi. Pada gerak relativistik ini, mereka yang
bergerak paling cepatlah, yang paling menonjol.
Kondisi yang cocok
untuk fenomena ini adalah kondisi pada masyarakat demokrasi (misalnya
negara-negara barat) dimana setiap orang merasa dirinya paling benar (relatif),
paling berjasa, dan paling berhak memimpin. Perhatikan pada proses pemilihan
presiden Amerika Serikat yang sedang berlangsung. Dari Partai Demokrat Obama dan
Hillary merasa mereka yang paling cocok untuk jadi pemimpin, demikian juga dari
Partai Republik, Mc Cain dan Romney saling mengunggulkan dirinya bahwa
merekalah yang paling cocok jadi pemimpin. Mereka merasa visi merekalah yang
paling benar untuk kemajuan Amerika Serikat.
Pemimpin yang
dibutuhkan pada kondisi ini adalah pemimpin yang mempunyai
keunggulan-keunggulan dalam visi, mempunyai integritas tinggi dalam menjalankan
visi itu dan mau kerja keras serta bergerak cepat dalam merealisasikan
program-program yang mendukung visi yang unggul itu.
Kecepatan bergerak
(dinamika) dan integritas sangat diperlukan karena mereka terus-menerus
dipantau oleh oposisi.
Kepemimpinan
Clinton dapat dijadikan contoh yang baik untuk kepemimpinan model ini. Dengan
visinya yang lebih unggul dari Bush senior, Clinton mampu menjadi presiden.
Begitu jadi presiden, ia begitu dinamisnya sehingga roda perekonomian Amerika
menjadi sangat maju di jaman Clinton ini. Namun ia tidak sadar bahwa ia terus
diamati oposisi sampai hal yang sekecil-kecilnya. Karena ia tidak hati-hati ia
terpeleset oleh wanita dan dihabisi oleh oposisi. Sayang sekali, padahal kalau tidak, ia bisa
jadi salah satu presiden terbesar Amerika Serikat.
Di Indonesia,
daerah-daerah terutama kota-kota besar (seperti Jakarta, Bandung, Semarang,
Surabaya, Medan, Makasar dsb) yang mempunyai banyak keragaman membutuhkan
kepemimpinan model ini.
Bersambung
.....
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Prof. Yohanes Surya Ph.D Rektor Universitas Mulimedia Nusantara
|
 |
Mestakung, The Secret Dan Kemerdekaan Indonesia
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 1)
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 4 Tamat)
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 2)
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 3)
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
The Power Of Positive Attitude
(Artikel Tetap) -
Selasa, 19Februari 2008
|
 |
Your Life Is Important
(Artikel Tetap) -
Rabu, 20 Februari 2008
|
 |
Evaluasi
(Artikel Tetap) -
Kamis, 21 Februari 2008
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 3)
(Artikel Tetap) -
Jumat, 22 Februari 2008
|
 |
Rahasia Sang Penakluk
(Artikel Tetap) -
Sabtu, 23 Februari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Lidah Simon Cowell
(Artikel Tetap) -
Senin, 18 Februari 2008
|
 |
Janin Mengetahui
(Artikel Tetap) -
Jumat, 15 Februari 2008
|
 |
Menulis Buku Dengan Memanfaatkan Momentum
(Artikel Tetap) -
Kamis, 14 Februari 2008
|
 |
Car And Brain Maintenance
(Artikel Tetap) -
Rabu, 13 Februari 2008
|
 |
Salah Tempat
(Artikel Tetap) -
Selasa, 12Februari 2008
|
|
|